Corak

Perjuangan Para Pahlawan dalam Drama Kolosal

Perjuangan Para Pahlawan dalam Drama Kolosal
Drama kolosal ini ditampilkan dalam peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. (Ayu Salsabila/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Upacara detik-detik proklamasi yang digelar pada 17 Agustus 2019 ini tampak berbeda. Pasalnya usai pengibaran bendera, terdapat satu penampilan drama kolosal yang mencuri perhatian.

Upacara pengibaran bendera yang dilaksanakan di Stadion Taman Prestasi Bontang Lestari dimulai pukul 10.00 Wita. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-74 ini mengusung tema: SDM Unggul, Indonesia Maju.

Sebanyak 41 pasukan pengibar bendera (paskibra) tampil maksimal. Nyaris tanpa cela. Tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat pun turut hadir dalam upacara pengibaran bendera, Sabtu (17/8/19).

Usai pengibaran bendera, barulah drama kolosal ditampilkan. Sebanyak 300 orang yang terdiri dari siswa siswi SMA/SMK/MAN se-Bontang turut berperan.

Salah satu pelatih drama kolosal, Eko Budi, menuturkan, para pemeran drama kolosal dilatih oleh tujuh orang pelatih. Di antaranya penulis skenario, pembuat suara, aransemen musik, dan lainnya.

“Penanggung jawab drama kolosal ini Komandam Kodim 0908/BTG,” bebernya.

Cerita yang diperankan dalam drama usai pembacaan proklamasi kemerdekaan ini memuat euforia rakyat Indonesia. Namun, muncul agresi militer. Negara kembali kacau.

Saat itu, Jenderal Soedirman terpanggil melawan penjajah. “Ia tak suka ada perundingan. Sebab sama dengan pembodohan penjajah. Akhirnya ia memanggil seluruh panglima divisi,” jelas Eko.

Banyak pejabat yang diasingkan penjajah serta terjadi pertikaian. Hingga Jenderal Soedirman mengirimkan surat untuk mengumpulkan pejabat yang diadu domba oleh Belanda.

“Jenderal Soedirman ini seorang ahli strategi. Setiap ada penjajah, ia selalu hilang dengan berbagai triknya,” ujar dia.

Setelah itu, terungkap rahasia atau jimat dari Jenderal Soedirman. Di situlah tersingkap bahwa jenderal itu tak pernah lepas dari wudunya, selalu salat lima waktu, dan bekerja dengan ikhlas.

“Itu merupakan jimat beliau dan beliau yakin adanya Tuhan,” terangnya. (*)

Penulis: Ayu Salsabila
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (2 Reviews)
Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close