Corak

Perpustakaan Incar Pembaca di Pulau Beras Basah

Perpustakaan Incar Pembaca di Pulau Beras Basah
Perpustakaan menjadi tempat paling nyaman untuk membaca buku. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Sejak Januari 2019, jumlah pengunjung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang menurun. Mula-mula di tahun ini, pengunjung di perpustakaan sebanyak 4.472 orang.

Pada Februari, pengunjung berjumlah 4.987 orang. Pembaca meningkat drastis di bulan Maret. Jumlahnya 7.544 orang. Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan dan Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang, Muhammad Ihsan, mengungkapkan, tiga bulan berikutnya, jumlah pengunjung menurun.

Pada April, jumlah pengunjung hanya 4.943 orang. Sedangkan Mei dan Juni, pengunjung semakin surut. Di dua bulan tersebut, masing-masing berjumlah 2.270 orang dan 1.947 orang.

Penurunan pengunjung perpustakaan disebabkan musim ujian pelajar. “Mungkin banyak yang lebih memilih belajar di rumah. Di bulan Mei dan Juni kemarin juga mulai masa-masa libur puasa, lebaran, dan kenaikan kelas. Jadi jumlah pengunjung sangat menurun,” bebernya, Jumat (19/7/19).

Tak dipungkiri banyak orang yang menggunakan gadget. Namun pengunjung di perpustakaan tetap stabil bahkan meningkat. Hanya saja di bulan-bulan tertentu, para pengunjung berkurang.

Selain pengunjung personal, pihaknya juga sering mendapat kunjungan kelompok dari berbagai sekolah. Tidak hanya tersedia ruang baca, pengunjung betah dengan fasilitas ruang bermain anak, ruang multimedia untuk memutar film, dan wifi gratis.

“Kalau teknologi gadget, kami juga ada. Pengunjung juga bisa mengakses iBontang untuk meminjam dan membaca buku secara online melalui HP [handphone],” bebernya.

Tak ingin minat baca merosot, Minggu (21/7/19), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan mendatangi para pembaca di Pulau Beras Basah. Setiap hari libur, biasanya kawasan tersebut ramai dikunjungi masyarakat. Ia berharap bisa menemani pengunjung yang sedang membaca buku.

Beragam jenis buku akan dibawa petugas perpustakaan. Khususnya buku-buku yang berhubungan dengan laut seperti ekosistem laut dan binatang laut.

“Kami juga berencana akan mengajak anak-anak berkumpul sambil duduk lesehan dan kami akan membacakan buku cerita,” papar Ihsan.

Buku-buku yang dibawa ke Beras Basah akan dibawa kembali ke perpustakaan daerah. Dia berharap pulau tersebut memiliki perpustakaan yang dibangun semi permanen.

Pihaknya sering berkunjung ke kampung atas laut seperti Tihi-Tihi, Malahing, Gusung, Selangan, Lhoktunggul, dan Teluk Kadere. Mereka mengajak masyarakat membaca buku. Kunjungan ini merupakan salah satu program Layanan Literasi Perpustakaan di Pesisir Kita (Layar Puspita). (*)

Penulis: Suci Surya Dewi
Editor: Ufqil Mubin

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close