Hard NewsHeadlineHukum

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu 9,7 Kilo Asal Malaysia, Para Tersangka Dijanjikan Upah Rp10 Juta

sabu 9,7 kilogram
Polresta Samarinda saat merilis hasil penangkapan sabu 9,7 kilogram. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Kota Samarinda tampaknya menjadi sasaran empuk bagi peredaran gelap narkoba. Terbukti, Selasa (24/3/20) sekira pukul 23.15 Wita, jajaran Polres Samarinda kembali mengungkap adanya peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 9,737 kilo gram.

baca juga: Sadis!!! Bocah yang Dibunuh Ibu Angkatnya di Kutim, Dipukul hingga Alami Luka Robek di Kening dan Bibir

Hasil tangkapan jumbo itu diungkapkan Kapolres Kota Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, saat menggelar pres rilis kepada awak media, Kamis (26/3/20) siang.

Kepada awak media yang hadir di Mapolres Samarinda, Kombes Po, Arif mengungkapan, dalam penangkapan itu, pihaknya mengamankan sebanyak 2 orang pelaku, bernama Asgar Suyuti (36) dan Afandy Nurdin (48).

Berdasarkan hasil introgasi dan pemeriksaan berjenjang dilakukan pihaknya, diketahui, kalau kedua pelaku merupakan warga Sulawesi Selatan (Sulsel). Penangkapan kedua pelaku juga merupakan hasil pengembangan informasi warga yang diterima pihaknya.

“Berdasarkan informasi masyarakat, bahwa akan ada penyelundupan sabu yang akan melintas di Jalan Poros Bontang-Samarinda. Kami langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan kami berhasil menangkap para pelaku berserta barang bukti narkoba jenis sabu sekitar 10 kilogram,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dari hasil penangkapan kedua pelaku, pihaknya mengamankan satu tas berwarna merah yang bersikan 6 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu, dan satu tas berwana hitam berisikan 4 bungkus sabu serta 1 unit mobil Terios abu-abu KT 1338 WH.

Dalam perkara itu, diketehui, jika pelaku Asgar Suyuti alias AS merupakan kurir yang mendapat tugas mengambil sabu yang berada di Berau, dan Afandy Nurdin alias AN merupakan supir  yang mengantarkan AS mengambil barang haram tersebut.

“Saat diintrogasi, kedua pelaku mengakui mendapatkan barang haram tersubut dari seseorang yang berada di Berau, nantinya para pelaku akan mengantarkanya ke sesorang yang ada di Balikpapan dan mendapatkan upah Rp10 juta,” jelasnya.

Pelaku AS yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka, mengaku tidak mengenal tersangka AN. Kepada penyidik kepolisian, AS juga berdalih kalau dirinya tidak tahu menahu barang yang dibawa AN.

“Saya hanya sopir, saya tidak tahu soal sabu tersebut, karena cumam disuruh mengantar dia ke Berau dan balik ke Balikpapan,” ujar AS.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Kombes Pol Arif menambahkan, atas kejadian tersebut, selanjutnya kedua tersangka berserta barang bukti akan diamankan di Polres Samarinda untuk proses penyidikanlebih lanjut.

“Saat ini kami tengah mendalami kasus tersebut, karena dari keterangan para tersangka, barang tersbut berasal dari Tawau, Sabah, Malaysia,” ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatan di meja hukum, kedua tersangka terancam dijerat Pasal 112 dan Pasal 114, Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara di atas 10 tahun hingga penjara seumur hidup. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin



Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close