Hard NewsHeadlineHukum

Polisi Ungkap Fakta Baru Hasil Visum dan Autopsi Kasus Pembunuhan Wanita Pekerja Kafe di Berau

Polisi Ungkap Fakta Baru Hasil Visum dan Autopsi Kasus Pembunuhan Wanita Pekerja Kafe di Berau
Ricky Ashary (32) dan Fransisca (25) yang merupakan pelaku dan korban kasus pembunuhan yang terjadi di Berau. (Istimewa)

Polisi Ungkap Fakta Baru Hasil Visum dan Autopsi Kasus Pembunuhan Wanita Pekerja Kafe di Berau. Di antara fakta baru yang didapatkan pihak Kepolisian Berau dalam kasus itu terkait dugaan kehamilan korban sebagaimana pengakuan pelaku.

Akurasi.id, Samarinda – Polisi Ungkap Fakta Baru, Polisi secara intensif terus melakukan pengembangan terkait kasus pembunuhan Fransisca (25), seorang perempuan yang ditemukan tewas di penangkaran buaya Mayang Mangurai, Kecamatan Teluk Bayur, Berau, Kaltim beberapa waktu lalu.

Baca juga :Api Asmara Diduga Jadi Dalang Pembunuhan Wanita Pekerja Kafe di Berau, Pelaku: Dia Bilang Sedang Hamil

Selangkah demi selangkah, motif pembunuhan yang dilakukan tersangka Ricky Ashary (32), terhadap teman wanitanya Fransisca, berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Berau. Seperti diberitakan sebelumnya, Ricky Ashary memang telah berniat menghabisi nyawa perempuan 25 tahun itu.

Musababnya, karena pelaku takut akan ancaman Fransisca, yang mengatakan tak segan untuk mengadukan semua perbuatan Ricky Ashary ke keluarganya yang telah menjalin kasih dengannya, apabila tak mau bertanggung jawab atas kehamilannya.

Ya, kepada Ricky Ashary, Fransisca belakangan mengaku tengah mengandung jabang bayi hasil dari hubungan gelap keduanya. Sementara diketahui mereka sama-sama saling memiliki pasangan.

Karena sudah berulang kali mendapatkan ancaman itu, Ricky pun gelap mata. Bermodalkan tali dan lakban yang telah disiapkan, Fransisca seketika tewas di tangan Ricky. Jasad perempuan itu pun dibuang ke penangkaran buaya dan ditemukan warga.

Diketahui bahwa Ricky Ashary mengenal Fransisca sejak dua bulan belakangan. Kendati berapa kali berhubungan badan, namun keduanya tidak memiliki hubungan lebih seperti berpacaran.

Usai digelandang Satreskrim Polres Berau dari tempat pelariannya di Kalimantan Tengah (Kalteng), kepada polisi Ricky Ashary mengungkapkan semuanya, mulai dari kronologis hingga motif di balik tindak pembunuhan berencana itu.

Baca Juga  Rilis Hasil Survei Pilkada Kutim, Lembaga SDI Tidak Punya Izin KPU, Dianggap Melanggar dan Ilegal

Teranyar polisi menemukan sejumlah fakta baru setelah menerima hasil visum Fransisca dari Tim Forensik Polda Kaltim. Disebutkan bahwa Fransisca sebenarnya tidak mengandung. Seperti apa yang diakui korban kepada Ricky Ashary.

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doly ketika dikonfirmasi awak media pada Rabu sore (4/11/2020). Rido sapaan karibnya mengatakan, dari hasil visum dan autopsi secara kasat mata tidak ada ditemukan embrio di tubuh Fransisca.

“Kalau kelihatan fisik dan kasat mata, hasil pemeriksaan itu tidak ada embrio. Itu hasil dari autopsi ya. Nah tapi kami perlu memastikan lagi, untuk melakukan pengecekan lewat DNA,” ungkapnya.

Lanjut Rido menjelaskan, tim forensik selain melakukan pemeriksaan terkait penyebab kematian, memang tengah fokus mengungkap kehamilan yang diakui Fransisca kepada tersangka. Hal itu dilakukan, lantaran motif pembunuhan berawal dari pengakuan itu.

“Keterangan hamil itu dari tersangka atas penyampaian si korban, kalau dia sedang hamil sehingga dia mengancam mau melaporkan ke keluarganya tersangka. Itulah yang membuat tersangka gelap mata,” terangnya.

Atas dasar pemeriksaan sementara, melalui bukti visum dan autopsi, Fransisca diduga tidak hamil. Polisi masih harus kembali memecahkan teka-teki terkait motif di balik pengakuan Fransisca.

“Dengan hasil pemeriksaan sementara, korban diduga tidak hamil, jadi belum tahu lagi motifnya. Tapi yang jelas itu keterangan dari tersangka hasil penyampaian korban,” katanya.

Rido mengatakan, setelah melalui proses cukup panjang, hasil visum dan autopsi sudah keluar dan kini menjadi barang bukti penyerta terhadap perkara tersangka.

“Terkait kendala, tidak ada. Selama ini lancar saja penyelidikan. Hanya saja memang berlangsung lama, karena kami menghadirkan tim forensik harus dari Polda Kaltim,” ucapnya.

Baca Juga  Sempat Diproyeksi Hanya Rp9 Triliun, APBD Kaltim 2021 Diketok Diangka Rp11 Triliun

Sementara itu, disinggung terkait keterangan baru dari tersangka, lanjut Rido, sejauh ini belum ada. Disebutnya bahwa tersangka telah memberikan keterangan mulai dari motif hingga kronologis seluruhnya.

“Tersangka mengatakan dengan jujur, bahwa memang dia telah menghabisi korban. Berawal dari janjian, kemudian bertemu dan pergi ke sebuah tempat karaoke, setelahnya mereka ada berhubungan. Kemudian lanjut lagi, tersangka membeli tali, kemudian ada berhubungan lagi, lalu korban dibunuh dan dibuang ke kolam buaya itu,” paparnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks