Hard News

Posyandu Dituntut Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Posyandu Dituntut Tekan Kamatian Ibu dan Bayi
Harapan hidup bayi dan ibu menjadi salah satu tolak ukur kesejahteraan dan kemajuan. Di Bontang, kasus kematian bayi dan ibu kian menyusut. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang –  Pada 2015, kematian bayi di Bontang tergolong tinggi. Dari catatan pemerintah setempat, terdapat 44 kasus bayi yang meninggal. Di tahun yang sama, ada 8 ibu yang meninggal saat melahirkan.

Tiga tahun terakhir, angka tersebut terus menyusut. Menurunnya jumlah kematian ibu dan bayi disebabkan kerja sama lembaga kesehatan di tingkat kelurahan, kecamatan, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Tak terkecuali peran kader-kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, kader Posyandu membantu Pemkot Bontang mewujudkan penurunan angka kematian ibu dan balita.

Dia menyebut, target zero kematian ibu dan balita dapat terwujud. “Meskipun sulit, tetapi kita memiliki pencapaian (menurunkan angka kematian ibu dan balita),” terangnya belum lama ini.

Langkah yang dapat diambil untuk mewujudkan zero kematian ibu dan balita di Bontang yakni meningkatkan peran kader-kader Posyandu.

Posyandu Dituntut Tekan Kamatian Ibu dan Bayi
Wali Kota Bontang Neni Moernaieni memberikan sambutan dalam pelatihan kader Posyandu, Selasa (12/3/2019) pagi.(Hermawan/Akurasi.id)

Dalam kegiatan pelatihan yang diadakan di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Selasa (12/3/19) lalu, Neni menyebut, para kader Posyandu mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Karena itu melalui pelatihan tersebut, penggerak Posyandu dapat meningkatkan kapasitas keilmuan.

Selain menangani kematian bayi dan ibu di Bontang, kader-kader Posyandu dituntut memerangi stunting atau tubuh kerdil. Kata dia, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

“Alhamdulilah diseminasi penyebaran stunting sudah dilakukan Dinas Kesehatan. Dengan harapan semua tahu apa itu stunting. Karena penyebab stunting itu pola asu, asupan gizi, dan pertumbuhan anak,” tuturnya.

Dari segi kesejahteraan, dia berkomitmen memberikan perhatian khusus untuk kader-kader Posyandu. “Kader Posyandu merupakan orang-orang yang kerjanya sukarela. Tetapi Pemkot Bontang memberikan perhatian. Yakni memberikan insentif kepada ibu-ibu,” ungkapnya.

Posyandu Dituntut Tekan Kamatian Ibu dan Bayi
Para peseta berfoto bersama sebelum memasuki materi.(Hermawan/Akurasi.id)

Ketua Pembentukan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu Bontang, M Bahri mengatakan, kegiatan pelatihan kader-kader Posyandu akan dilaksanakan secara rutin. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan kapasitas kader dalam mengidentifikasi penyebab kematian ibu dan bayi.

“Minimal mereka mengetahui permasalahan yang ada. Mulai dari gizi, kehamilan, dan pertumbuhan anak. Sehingga informasi (kesehatan) di masyarakat tersampaikan,” jelasnya.

Pelatihan itu dilaksanakan selama tiga. Materinya berupa teori dan praktek lapangan. Narasumber kegiatan tersebut dari Dinas Kesehatan Bontang, Dinas Kesehatan Kaltim, Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi).

Selain itu, ada pula Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Gizi Indonesi (Persagi), Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), dan mantan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam. (*)

Penulis: Hermawan
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (2 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close