Hard NewsHeadline

Prakla Dihebohkan Fenomena Ribuan Ikan Loncat ke Daratan, Begini Duduk Perkaranya

Ribuan Ikan Loncat ke Daratan
Ilustrasi(net)

Akurasi.id, Bontang – Video viral yang merekam ribuan ikan loncat ke daratan di jembatan Prakla, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan yang beredar di media sosial, Minggu (12/1/20) malam lalu menghebohkan warga Bontang.

Baca Juga: Pelaku Penjambretan Siswi SD Merupakan Janda Beranak Dua, Berdalih Terimpit Ekonomi

Video berdurasi 1 menit 3 detik tersebar luas di berbagai grup WhatsApp dan Facebook. Dalam video tersebut menggambarkan ribuan ikan kecil berloncatan dan menggelepar di atas jembatan Prakla ujung. Puluhan orang heboh berteriak sambil berebutan mengambil ikan dengan kedua tangan dan ditempatkan dalam wadah seadanya. Ada pula yang mengambil ikan dengan menggunakan jaring. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut heboh menyaksikan fenomena tersebut.

Media Akurasi.id ini pun mencoba menelusuri lokasi tempat terjadinya peristiwa langka tersebut. Rupanya lokasinya berada di area bekas terjadinya kebakaran besar yang menimpa puluhan warga RT 16 dan 17 pada 7 Juli 2018 lalu.

Setiba di Prakla Ujung, salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya ini membenarkan bahwa video viral itu benar terjadi di wilayah RT 16, Kelurahan Berbas Pantai. Dia pun memberi petunjuk dengan menunjuk sebuah rumah biru di ujung jembatan.

Ribuan Ikan Loncat ke Daratan
Perekam video viral Devi (kiri) bersama Jemi di lokasi terjadinya ribuan ikan lompat ke darat. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

“Di sana Mbak, itu pemilik rumah yang rekam kejadian semalam,” ucap pria yang usianya berkisar 35 tahun ini.

Saat wartawan mendatangi rumah yang dimaksud, pemilik rumah menyambut baik. Perempuan bernama Jemi ini mengakui video tersebut direkam langsung oleh saudaranya yang saat itu berkunjung ke rumahnya. Saat peristiwa itu terjadi, Jemi sedang bersantai dengan keluarganya. Tiba-tiba di depan rumah terdengar suara riuh. Saat keluar dari rumah rupanya ribuan ikan berloncatan ke darat.

“Semuanya heboh karena lihat ikan keluar dari laut banyak sekali,” ungkapnya, Senin (13/1/20).

Jemi mengatakan peristiwa itu terjadi bakda Magrib, sekira pukul 18.30 Wita. Awalnya ada ribuan ikan loncat ke darat. Hingga pukul 21.00 Wita, jumlah ikannya yang loncat di udara mulai berkurang. Melihat fenomena unik tersebut Jemi pun menyuruh lagonya, Sri Deviana untuk merekam kejadian itu. Sedangkan Jemi bersama warga lain mengumpulkan ikan yang diketahui berjenis tembang ini menggunakan keranjang dan baskom. Saat mengumpulkan ikan berukuran sepanjang jari telunjuk orang dewasa tersebut, Jemi tidak menyadari penyebab dari peristiwa tersebut. Dia bahkan tidak merasa was-was jika kemunculan ribuan ikan itu dikaitkan dengan akan datangnya bencana alam maupun akibat dari limbah di laut.

“Namanya juga kami heboh lihat ikan sebanyak itu. Jadi enggak kepikiran kalau ikan-ikan itu keluar karena apa,” akunya.

Jemi mengaku dirinya berhasil mengumpulkan ikan tembang sebanyak 20 kilogram. Ikan tersebut dia bagikan kepada sanak saudaranya dan untuk konsumsi pribadi. Meski suaminya, Baktiar seorang nelayan, dia tidak berencana menjual ikan temuannya itu ke pasar.

“Saya konsumsi sendiri dan sudah habis digoreng. Saya cuma ambil sedikit, sisanya saya bagikan ke keluarga,” jelasnya.

Begitu pula Sri Deviana, keluarga dari Jemi ini mengaku sudah mengonsumsi ikan tembang tersebut. Perempuan yang biasa disapa Devi ini menuturkan ikan tembang yang dia makan rasanya manis dan gurih. Seusai memakan ikan tersebut tidak ada reaksi alergi pada tubuhnya seperti gatal atau mual.

“Seperti biasa aja sih, Mbak. Malah ikannya segar jadi rasanya gurih,” bebernya.

Gadis berusia 21 tahun ini mengaku malam itu merekam peristiwa itu melalui siaran langsung (live) di akun Facebook pribadinya bernama Sri Deviana. Dia merekam kejadian itu sekira 1 jam dengan 66 komentar dan dibagikan sebanyak 14 kali. Namun banyak orang lain yang membagikan kembali rekaman tersebut di WhatsApp.

“Saya sampai tidak sempat membalas komentar saking hebohnya,” paparnya. (*)

Penulis: Suci Surya Dewi

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close