Hard News

Pria Paruh Baya Meninggal saat Bersepeda, Diduga Sesak Napas dan Gagal Jantung

 

Pria Paruh Baya Meninggal saat Bersepeda, Diduga Sesak Napas dan Gagal Jantung
Jenazah pengendara sepeda ditutup kain sarung di sisi Jalan WR Supratman, Berebas Tengah. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Seorang pria paruh baya jatuh dari sepeda di Jalan WS Supratman, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, pada Jumat (2/10/20) pukul 17.00 Wita. Diduga penyebabnya karena sesak napas dan gagal jantung.

Baca juga: Corona Semakin Merajalela, Cawabup dan Kepala Bappeda Kutim Dinyatakan Positif Covid-19

Pria tersebut diketahui bernama Tohari (57). Berdasarkan keterangan saksi mata, diketahui korban bersepeda dari arah Kelurahan Tanjung Laut menuju Berbas Pantai. Namun, sebelum pertigaan lampu merah, dia berhenti dan langsung terjatuh.

Juriyanto (48) saksi mata di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuturkan, ketika mengetahui seorang pria jatuh di tengah jalan, dia dan warga lainnya belum berani mengangkat korban. Pasalnya mereka takut korban meninggal karena positif Covid-19.

Namun akibat kondisi jalan yang macet, akhirnya dia bersama warga memberanikan diri dan langsung mengangkat tubuh korban ke pinggir jalan.

“Waktu jatuh mulutnya mengeluarkan busa, dan wajahnya sudah membiru. Saya sempat kasih pertolongan dengan menekan-nekan dada korban agar bisa bernapas , tapi pas saya pegang denyut nadinya sudah tidak ada,” jelas Juriyanto saat ditemui di lokasi kejadian.
“Saat jatuh korban tak langsung meninggal, sekira 10 menit setelah jatuh baru korban meninggal,” imbuhnya.

Tak lama berselang, anggota kepolisian datang dan memeriksa identitas korban. Selanjutnya pihak kepolisian langsung menghubungi keluarga korban.

“Tak lama berselang istri korban datang. Dari penuturan istrinya, korban memiliki riwayat penyakit jantung dan sudah sering bolak balik ke rumah sakit,” tambahnya.

Diketahui saat bersepeda korban menggunakan 2 lapis masker. Yakni jenis buffin dan masker jenis lain. Diduga korban sesak nafas dan gagal jantung.

Setelah kejadian istri korban meminta jenazah langsung di bawa ke rumah duka, tanpa harus dibawa ke rumah sakit. (*)

Baca Juga  Sukses Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab Kukar Terima Penghargaan TPID Menko Perekonomian

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks