Advetorial

Program BABS Sasar Berbas Tengah

Program BABS Sasar Berbas Tengah
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memotong pita penanda peresmian program BABS di Kelurahan Berbas Tengah. (Humas Bontang for Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang –  Pada Senin (25/2/19) kemarin, Wali Kota Bontang Hj Neni Moerniaeni meresmikan Program Pengurangan Lingkungan Kumuh dan Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti di Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Bontang H Nursalam, Camat Bontang Selatan Sarifuddin, Lurah Berbas Tengah Muhammad Mahfuz, serta para Ketua RT di Kelurahan Berbas Tengah.

Dalam sambutannya, Neni menyampaikan, Program Pengurangan Lingkungan Kumuh dan BABS merupakan salah satu Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang beriringan dengan perwujudan Bontang sebagai Smart City, Green City, dan Creative City.

“Apa yang telah kita bangun ini, saya harap bisa dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik. IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah sarana untuk mengolah limbah cair (limbah dari WC dan air cuci/kamar mandi). Yang akrab bagi  masyarakat adalah IPAL untuk limbah WC. Lebih dikenal dengan sebutan septic tank,” terang Neni.

Program BABS Sasar Berbas Tengah
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menandatangani prasasti sebagai bagian dari peresmian program BABS. (Humas Bontang for Akurasi.id)

Dia menyebut, keberadaan IPAL diharapkan warga Kelurahan Berbas Tengah agar tidak ada lagi warga yang Buang Air Besar Sembarangan (BABAS). Begitu pula dengan warga di Kota Bontang yang belum memiliki jamban. Secara bertahap akan ditata dengan baik agar tidak BABS.

“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kota Bontang agar kami senantiasa diberi kesehatan. Sehingga terus bekerja keras untuk membangun Kota Bontang. Mulai wilayah pesisir dan perkotaan serta kita satu komitmen bersama-sama membangun Bontang,” pintanya.

Lurah Berbas Tengah, Muhammad Mahfuz menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bontang. Dia berharap pembangunan dan penataan pemukiman kumuh di kelurahan tersebut terus dilakukan. Karena masih ada beberapa RT yang membutuhkan sentuhan Program Kotaku.

“Insyaallah IPAL ini akan bermanfaat sekali buat warga kami. Dengan begini, lingkungan kami pun akan sehat,” sebutnya. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (2 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close