HeadlinePolitik

Puluhan Tahun Bekerja di Pasar, Syamsuddin Terpilih sebagai Wakil Rakyat

Puluhan Tahun Bekerja di Pasar, Syamsuddin Terpilih sebagai Wakil Rakyat
Syamsuddin (Ufqil Mubin/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Barangkali bagi semua pedagang di Pasar Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), nama Syamsuddin tak lagi asing. Pasalnya, sudah puluhan tahun pria asal Enrekang itu bergumul dengan aktivitas sehari-hari sebagai pemasok beragam barang yang dijual di pasar terbesar di Kota Tepian itu.

Tak ada yang menyangka, Syamsuddin memutuskan berkiprah di politik. Sebab sehari-hari dia dikenal sebagai pedagang. Namun berkat perkenalan, pertemanan, dan persahabatan dengan para pedagang di pasar, dia didukung penuh sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Samarinda.

Tak sulit baginya mendapat perahu politik. Sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Samarinda, dia memperoleh kepercayaan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kaltim untuk bersaing di Pemilu 2019.

Sebagaimana kebijakan pimpinan wilayah, Syamsuddin memperoleh nomor urut 1 di Daerah Pemilihan (Dapil) V. Dapil tersebut meliputi Kecamatan Sungai Pinang dan Samarinda Utara. Berbulan-bulan bersaing dengan caleg di internal dan lintas partai, akhirnya dia terpilih sebagai wakil rakyat.

Pria berkulit sawo matang ini mengantongi 1.719 suara. Perolehan suara tertinggi dibanding 11 caleg PKB yang bersaing di dapil tersebut. Sebagian caleg di PKB mendapat 900 suara. Ada dua orang yang mengantongi suara yang berkisar di angka tersebut: Antonius Ginting dan Ahmad Holil. Keduanya ikut berkontribusi melambungkan suara PKB hingga dapat menghimpun 5.983 suara.

Karenanya, partai yang didirikan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu berhasil mendapat satu kursi di Dapil V Pemilihan Legislatif DPRD Samarinda. Praktis Syamsuddin terpilih bersama Helmi Abdullah dan Arbain (Gerindra), Triyana dan Sutrisno (PDIP), Shania Rizky Amalia dan Joni Sinatra Ginting (Demokrat), Mulkan (NasDem), Abdul Rofik, Joko Wiratno (PAN), Muhammad Syahri (PPP), dan Ahmad Sopiar Noor (Golkar).

Akurasi.id menggali gagasan dan pengalaman anggota DPRD Samarinda terpilih tersebut. Bagaimana kiprahnya selama tahapan pemilu tahun ini? Berikut petikan wawancara kami dengan beliau:

Puluhan Tahun Bekerja di Pasar, Syamsuddin Terpilih sebagai Wakil Rakyat

Mengapa Anda mencalonkan diri sebagai caleg dan apa yang memotivasi Anda menekuni bidang politik?

Hampir 10 tahun saya bergabung di PKB. Saya sudah lama di kepengurusan PKB. Cuma baru tahun ini masuk sebagai caleg. Sebelumnya saya tidak punya niat mencalonkan diri. Tapi kemarin ada keputusan DPW PKB. Setiap pengurus mendapat jatah nomor urut 1 di pencalegan. Saya sebagai Wakil Ketua III DPC PKB Samarinda diajukan sebagai caleg di Dapil V. Itu kebijakan dari Ketua DPW PKB.

Sebelum mencalonkan diri, saya aktif di organisasi paguyuban. Kalau di PKB, memang saya kurang aktif. Saya hanya aktif pada saat ada rapat dan kegiatan partai. Saya enggak setiap hari di kantor PKB. Karena setiap hari saya bekerja di pasar.

Ada dua hal yang memotivasi saya mencalonkan diri sebagai anggota dewan. Pertama, saya kagum dengan Gus Dur. Beliau seorang bapak bangsa. Hal itu yang membuat saya masuk PKB. Gus Dur banyak menginspirasi saya dalam perjuangan politik dan keislaman. Sebagai orang NU, saya banyak belajar dari kehidupan beliau. Beliau memiliki pandangan yang sangat baik dalam hal kebangsaan dan keumatan.

Kedua, saya memberanikan diri maju sebagai caleg agar bisa menampung dan memperjuangkan aspirasi warga Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Samarinda Utara. Saya akan memperjuangkan aspirasi mereka di legislatif. Apa pun yang diaspirasikan rakyat, itulah yang akan saya perjuangkan.

Tentu saja atas dukungan dari warga. Saya tidak mungkin mencalonkan diri tanpa dukungan masyarakat. Saya mau memperjuangkan aspirasi mereka. Yang paling utama saya ingin mengabdi untuk masyarakat. Khususnya warga Kecamatan Sungai Pinang dan Samarinda Utara.

Di dapil saya, masalah dasar yang dihadapi masyarakat adalah pemerataan pembangunan. Terutama infrastruktur jalan dan gang-gang. Apalagi di kampung kami di Rajawali Dalam 1. Masih banyak jalan yang perlu diperbaiki. Masalah ini mungkin saja disebabkan warga tidak terwakili di parlemen.

Bagaimana perjuangan Anda mendekati pemilih? Bagaimana pula dinamika persaingan yang Anda hadapi?

Perjuangannya cukup panjang. Soalnya saya terjun langsung di masyarakat. Semua aspirasi dan kemauan masyarakat saya dengarkan dengan baik. Kesimpulan saya, masyarakat tidak terlalu banyak keinginannya. Masalahnya kebanyakan anggota legislatif memiliki banyak janji yang tidak terpenuhi. Padahal warga tidak terlalu banyak tuntutan. Yang penting apa yang dijanjikan bisa dipenuhi. Itu yang saya tangkap dari aspirasi warga. Atas dasar itu, selama sosialisasi, saya tidak memberikan janji-janji kepada warga.

Selama pemilu ini, saya lebih banyak menampung keluhan, aspirasi, dan harapan masyarakat. Saya menggunakan pendekatan emosional untuk mendekati pemilih. Apalagi sesama warga di Sungai Pinang. Istilahnya hidup di lingkungan yang sama. Sehari-hari bersama warga.

Semua tahapan yang saya lalui di pemilu ini pembelajaran. Sebelumnya saya tidak pernah mencalonkan diri. Ini kali pertama. Karena itu, ini pengalaman yang sangat berharga. Saya akui semuanya berkesan. Mulai dari warga yang tidak menerima kehadiran saya sampai warga yang mengungkit janji anggota legislatif yang tidak dipenuhi. Saya mengambil pelajaran berharga.

Saya juga mengambil banyak pelajaran dari petahana yang satu dapil dengan saya. Saya mengakui beratnya menghadapi mereka. Mereka memiliki segalanya. Yang paling utama kekuatan finansial dan dikenal di masyarakat. Ada beberapa petahana yang cukup kuat. Di antaranya dari Gerindra dan PDIP.

Saya betul-betul berangkat dari nol. Saya tidak memiliki pengalaman politik. Saya juga tidak tahu bagaimana cara berpolitik. Saya hanya berniat memperjuangkan nasib rakyat kecil. Mungkin karena itu pula saya menghadapi banyak kesulitan saat bersaing dengan petahana. Apalagi saya belum sepenuhnya dikenal di masyarakat. Tapi saya tidak gentar. Saya terjun langsung ke rumah-rumah warga, saya memperkenalkan diri, melakukan sosialisasi, bertukar pendapat dengan warga, dan duduk bersama mereka sambil minum kopi. Saya berusaha menyampaikan sesuatu yang bisa mereka terima dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Berkat kedekatan dengan warga itu, saya mendapat 1.719 suara. Basis utama saya di Rajawali Dalam. Di wilayah ini saya memperoleh 500 suara. Saya diterima cukup baik di sini. Mungkin karena saya aktif di kegiatan-kegiatan masyarakat. Saya mendapat 1.247 suara di Sungai Pinang. Selebihnya saya mendapat suara di Samarinda Utara.

Perolehan suara itu berkat bantuan banyak orang. Saya dibantu keluarga dan teman. Saya memanfaatkan dengan baik jaringan di pasar. Karena saya sudah lama di pasar. Mulai tahun 1995. Sudah 24 tahun. Di sana saya aktif sebagai pemasok barang. Saya mengambilnya dari Jawa dan Sulawesi. Barang-barang yang saya suplai seperti sayuran dan bawang merah. Dari situ saya memiliki banyak teman. Mereka yang paling depan membantu saya. Mereka sudah seperti saudara.

Dukungan keluarga juga sangat besar. Mereka mengingatkan saya agar tetap menjaga amanah. Mereka ikut membantu saya. Walaupun sangat terbatas. Istri saya ikut membantu menyosialisasikan saya di tetangga-tetangga terdekat.

Bagaimana pandangan Anda tentang Samarinda dan apa yang akan Anda perjuangkan di tahun pertama di DPRD?

Ada banyak hal yang perlu dibenahi di Samarinda. Itu yang akan kita urai bersama. Saya yakin ke depan Samarinda akan lebih baik. Intinya kita harus duduk bersama. Saling terbuka dalam pemikiran dan gagasan. Artinya kita berangkat dari sikap positive thinking.

Saya merasa tanggung jawab sebagai wakil rakyat itu sangat besar. Apakah saya sanggup memperjuangkan aspirasi mereka? Mudah-mudahan saya bisa bekerja maksimal di DPRD. Meski pun saya tidak memiliki pengalaman politik yang memadai. Tapi saya yakin bisa menjalankan tugas ini. Saya akan berjuang untuk kepentingan masyarakat kecil.

Tidak ada satu pun orang yang menyangka saya akan terpilih sebagai anggota DPRD Samarinda. Saya tidak mempunyai dasar politik yang kuat. Sebagai orang yang bekerja di bidang swasta, saya tidak belajar tentang politik. Hanya tahu dunia usaha.

Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sungai Pinang dan Samarinda Utara. Karena mereka, saya bisa terpilih. Semoga saya bisa memperjuangkan aspirasi mereka. Saya akan membuka pintu selebar-lebarnya untuk masyarakat yang ingin memberikan masukan kepada saya. Jika tidak sedang bertugas, kapan saja warga bisa bertemu dengan saya. Saya tidak mungkin terpilih tanpa dukungan masyarakat. Saya pun harus menjaga kepercayaan itu dengan cara selalu dekat dengan masyarakat. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (1 Review)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close