Advetorial

SMP Vidatra Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

Smp Vidatra
Antusiasme siswa SMP Vidatra Bontang memiliki sekolah ramah anak. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Dalam kehidupan sehari-hari, sekolah menjadi rumah kedua bagi para siswa. Salah satu bentuk upaya menjadikan sekolah nyaman dan aman, SMP Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP) Bontang mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) pada Sabtu (19/10/19), di Lapangan Kampung Baru, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan.

Meski hujan deras, rupanya tidak menyurutkan semangat para guru, siswa, dan tamu undangan dalam mengikuti rangkaian kegiatan deklarasi. Puncak acaranya, yakni penandatanganan deklarasi SRA di atas spanduk yang ditandatangani langsung oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang, ketua umum Yayasan Vidatra, kepala SMP YPVDP, guru, ketua komite kelas VII, VIII, dan IX, ketua dan wakil OSIS SMP YPVDP.

Sebanyak 4 poin penting dideklarasikan sekolah yang berada di kawasan Badak LNG tersebut. Pertama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Kedua, mewujudkan sekolah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan peserta didik. Ketiga, menghargai hak-hak anak, menjadi motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi peserta didik. Terakhir, menciptakan sekolah bebas dari vandalisme, kekerasan, pornografi dan porno aksi.

Kepala SMP YPVDP, Siswanta menuturkan inti dari kegiatan deklarasi sebagai komitmen kuat untuk mewujudkan sekolah ramah anak. Kata dia, kegiatan yang disaksikan langsung 16 sekolah dan masyarakat Bontang pihaknya semakin yakin dapat menciptakan sekolah aman dan nyaman bagi siswa. Komitmen tidak hanya berlaku bagi kepala sekolah, guru, dan orangtua. Siswanta menegaskan siswa juga berkomitmen saling menghargai sesama. Salah satunya tidak ada lagi bully antar teman.

“Pemerintah menjadi saksi bahwa SMP Vidatra adalah sekolah ramah anak,” kata dia kepada Akurasi.id.

Bentuk sekolah ramah anak disebut Siswanta merupakan rumah kedua bagi siswa. Di mana segala fasilitas, sistem pelaksanaan, fisik, keamanan, dan kurikulumnya harus menunjang untuk mewujudkan sekolah nyaman bagi siswa. Dia berharap dengan adanya kegiatan deklarasi SRA di lingkungan terbuka dapat membuat masyarakat sadar untuk ikut andil dalam mewujudkan sekolah ramah anak.

Smp Vidatra
Perwakilan DPPKB Bontang menandatangani deklarasi SRA SMP Vidatra. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

“Jika sekolah, orangtua, dan anak sudah oke, masyarakat juga perlu tahu pentingnya sekolah ramah anak,” paparnya.

Siswanta berharap kegiatan pembinaan dan sosialisasi SRA tidak hanya sekadar seremonial saja. Namun harus dibudayakan. Menurutnya, seluruh sekolah di Bontang idealnya menjadi sekolah ramah anak. “Supaya anak-anak senang, nyaman, tidak ada perkelahian dan bully, tidak ada pemakai narkoba dan hal buruk lainnya,” kata dia.

Perlu diketahui dalam rangkaian deklarasi SRA, SMP Vidatra juga menggelar kegiatan bakti sosial (baksos). Sebanyak 494 paket sembako berisi beras, minyak goreng, dan lainnya diberikan kepada siswa SD di Bontang. Setiap sekolah mendapatkan 15 kupon untuk dibagikan kepada anak yang membutuhkan. Siswanta menerangkan paket sembako tersebut merupakan bentuk kasih sayang para siswa SMP Vidatra.

“Sebenarnya masih ada kegiatan lain seperti literasi untuk membudayakan membaca. Dan kami adakan permainan tradisional namun tidak maksimal karena hujan,” pungkasnya. (*)

Editor: Yusuf Arafah

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks