Corak

Melihat Bisnis Hewan Kurban Iduladha yang Tetap Eksis di Tengah Penerapan PPKM Darurat

Melihat Bisnis Hewan Kurban Iduladha yang Tetap Eksis di Tengah Penerapan PPKM Darurat
Kandang sapi atau kambing Restu Ibu Sinar Abadi yang dimiliki Misno di Jalan AW Sjahranie. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Melihat Bisnis Hewan Kurban Iduladha yang Tetap Eksis di Tengah Penerapan PPKM Darurat. Kendati penerapan PPKM dari Mikro hingga Darurat mempengaruhi ekonomi masyarakat, namun untuk bisnis penjualan hewan kurban bisa dikatakan tetap stabil seperti yang sudah-sudah.

Akurasi.id, Samarinda – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Samarinda, disebut tak mempengaruhi penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha. Permintaan sapi kurban berlangsung seperti biasa seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Misno, salah satu penjual sapi dan kambing kurban di Jalan Abdul Wahab Syahranie, Samarinda, kepada media ini pada Sabtu (17/7/2021). Ia menegaskan PPKM Darurat tidak mempengaruhi penjualan sapi dan kambing.

“Permintaan masih seperti biasa. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. PPKM Darurat tidak berpengaruh sama sekali,” kata dia.

Ia mengatakan, sapi dan kambing yang ia miliki didatangkan langsung dari beberapa daerah di Jawa dan Sulawesi. Kemudian hewan ternak tersebut diberi makan sedemikian rupa sampai berisi hingga siap diperjualbelikan. Bobotnya pun beraneka ragam, ada yang ratusan kilogram hingga mencapai 1 ton lebih dan kebanyakan merupakan pesanan pembeli.

“Sapi yang ada di sini rata-rata sudah pesanan. Makanya ada tanda namanya semua. Paling yang belum bertuan hanya sisa beberapa ekor. Walau mendekati Hari Raya Iduladha juga permintaan masih seperti biasa. Tidak serta merta melonjak,” terangnya.

Begitupun mengenai harga, dari puluhan hingga mencapai ratusan juta. Harga sapi dan kambing disesuaikan dengan berat hewan yang diinginkan pembeli. Ia juga mengatakan melayani pembelian hewan kurban untuk dijual kembali.

“Kalau ada yang mau beli buat dijual kembali kami juga melayani. Di sini stoknya banyak dan kami melayani 24 jam,” ujarnya.

Selain itu, Misno menambahkan, ia juga menyediakan layanan pesan antar untuk mempermudah ekspedisi pembelian sapi atau kambing miliknya. Lantaran permintaan juga datang dari beberapa kota di luar Samarinda seperti Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Bontang. Bahkan pria asal Ponorogo ini menyebut, pengiriman hewan kurban paling jauh yang dilakukan pihaknya yakni pengiriman ke Wahau, Kutai Timur.

“Kalau di momen mendekati lebaran seperti ini, biasanya pengiriman ke luar kota kami kenai ongkos kirim. Namun asuransinya terjamin. Kami akan pastikan hewan kurban sampai ke rumah pembeli dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan suatu apapun,” jelas pria berkumis ini. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks