CorakRagam

Dorong Produksi Pangan Sehat, DKP3 Bontang Usulkan Sertifikasi Prima-3 Kelompok Tani

Dorong Produksi Pangan Sehat, DKP3 Bontang Usulkan Sertifikasi Prima-3 Kelompok Tani
DKP3 mendorong Kelompok Tani Saung Pandu untuk memproduksi komoditas pangan yang sehat, bebas kimia, dan memiliki legalitas. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Dorong produksi pangan sehat, DKP3 Bontang usulkan Sertifikasi Prima-3 kelompok tani. Jika tersertifikasi, maka bisa dijual di supermarket.

 Akurasi.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) terus mendorong kelompok tani untuk memproduksi komoditas pangan yang sehat, bebas kimia, dan memiliki legalitas.

Salah satunya, dengan mengajukan sertifikasi Prima-3 bagi kelompok tani ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D) yang berada di bawah koordinasi Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim.

Jika produk dari kelompok tani tersebut telah tersertifikasi, maka bisa dijual di supermarket. Termasuk jangkauan pasarnya yang bisa semakin luas hingga ke luar daerah. Di Bontang, salah satu yang sedang mengajukan proses tersebut adalah Kelompok Tani Usaha Unggulan Pertanian Terpadu (Saung Pandu), yang berlokasi di Jalan Zamrut 12 RT 15, Kelurahan Berebas Tengah.

Kelompok tani binaan Badak LNG ini menjadi yang pertama mengajukan sertifikasi di Bontang. Tahapannya, kelompok binaan tani harus teregistrasi terlebih dahulu. Lalu dilakukan peninjauan oleh tim OKKP-D. Setelah hasil panen dinyatakan aman, maka akan diterbitkan sertifikasinya.

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DPTPH Provinsi Kaltim, Diah Adiati Yahya menyebut, ketika kelompok tani sudah mengantongi sertifikasi, produksinya dinyatakan aman dikonsumsi masyarakat.

“Biar masyarakat semakin sadar. Harus mengonsumsi makanan sehat bebas kimia,” ucapnya.

Baca Juga  Muncul Kabar Pesta Pernikahan Digelar 3 Hari Berturut-turut di Hotel Ternama, Satgas Covid Samarinda Bergerak

Dari hasil peninjauan di Kelompok Tani Saung Pandu pada Rabu (7/4/2021), Diah menjelaskan lokasi dan pengelolaannya sudah cukup baik. Sehingga memiliki potensi untuk mendapatkan sertifikasi.

Untuk Kelompok Tani Saung Pandu sendiri memiliki konsep pertanian terpadu. Di dalamnya tidak hanya pada sektor buah dan sayur organik, namun juga terdapat sektor perikanan dan peternakan. Sebagai bentuk kepedulian, Pemkot bersama perusahaan rutin berkolaborasi untuk membina petani lokal.

“Kita harus menguji aman atau tidak untuk disertifikasi. Nanti dipantau, mulai dari saat menanam sampai pasca-panen, baru sertifikasi keluar. Karena harus dicek dulu,” kata dia.

Di sisi lain, Kasi Keamanan Pangan DKP3, Fahrudin Noor berharap Kelompok Tani Saung Pandu bisa segera mendapat sertifikasi. Sehingga dapat menjadi percontohan di Bontang.

“Ini merupakan peluang yang bagus dijadikan contoh dalam hal pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks