EkonomiTrending

IHSG Naik 0,62% ke 6.925,67: Sektor Bahan Baku dan Energi Menjadi Penopang

Loading

Jakarta, Akurasi.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kinerja positif pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Rabu (26/6/2024). IHSG menguat sebesar 0,62% atau 42,96 poin, mencapai level 6.925,67. Meskipun sentimen pasar relatif sepi, indeks mampu menembus kembali level psikologis 6.900.

Performansi Pasar dan Transaksi Saham

Pada sesi I hari ini, total volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 7,15 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,44 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 278 saham mengalami kenaikan, 244 saham mengalami penurunan, dan 251 saham stagnan.

Top Gainers dan Losers LQ45

Top Gainers:

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN):
    • Saham AMMN melonjak 10,34% menjadi Rp 12.000 per unit. Kenaikan ini didorong oleh konfirmasi manajemen terkait transaksi pengalihan saham oleh Direktur Utama Alexander Ramlie sebagai bagian dari rencana penetapan waris.
  2. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP):
    • Saham INKP mengalami kenaikan sebesar 4,57%.
  3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT):
    • Saham BRPT naik sebesar 3,17%.
Baca Juga  Penutupan Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta: Analisis Penyebab dan Dampak terhadap Pekerja

Top Losers:

  1. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA):
    • Saham BUKA turun 3,03%.
  2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA):
    • Saham MDKA mengalami penurunan sebesar 1,67%.
  3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI):
    • Saham MAPI turun sebesar 1,43%.

Pergerakan Sektoral IHSG

IHSG didukung oleh kenaikan di tujuh sektor, dengan sektor bahan baku menjadi penopang utama yang melonjak sebesar 1,79%. Sektor energi juga mencatat kenaikan sebesar 0,41%, sementara sektor barang konsumsi primer menguat 0,40%. Sektor-sektor lainnya yang turut mendukung penguatan IHSG termasuk infrastruktur (+0,38%), properti dan real estat (+0,21%), teknologi (+0,18%), dan kesehatan (+0,15%).

Sebaliknya, empat sektor mengalami penurunan meskipun IHSG menguat. Sektor transportasi dan logistik turun sebesar 1,07%, sektor keuangan terpangkas 0,40%, sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,27%, dan sektor perindustrian melemah 0,17%.

Baca Juga  Polisi Sebut Investasi Bodong Aplikasi Binomo Judi Online
Jasa SMK3 dan ISO

Kondisi Bursa Saham Asia

Di bursa saham Asia, pergerakan indeks bervariasi. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 520,69 poin atau 1,33% ke 39.693. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga mencatat kenaikan sebesar 32,68 poin atau 0,18% ke 18.105. Namun, indeks SSE Composite di China turun 2,51 poin atau 0,09% ke 2.947, dan indeks Straits Times di Singapura melemah 3,27 poin atau 0,10% ke 3.323.

Penguatan Rupiah

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan sebesar 0,32% atau 53 poin ke level Rp 16.428 per dolar AS. Kenaikan nilai tukar ini turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG.

Rekomendasi

Penguatan IHSG dalam sepekan terakhir mencapai 2,95%, meskipun masih tercatat turun 4,77% sejak awal tahun. Investor asing mulai kembali memburu saham-saham di Indonesia, meski sepanjang tahun ini masih mencatatkan jual neto di pasar SBN dan saham, serta beli neto di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Baca Juga  Pemerintah Wajibkan Pengusaha Bikin Minyak Goreng Curah untuk Stabilkan Harga

Dengan kondisi pasar yang dinamis, investor disarankan untuk tetap waspada dan memonitor perkembangan pasar secara seksama. Saham-saham di sektor bahan baku dan energi menunjukkan prospek yang baik untuk jangka pendek, sementara sektor-sektor yang mengalami penurunan bisa menjadi peluang bagi investor yang berorientasi jangka panjang.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button