Hard NewsHeadlineHukum

Rekonstruksi Pembunuhan di Kamar Hotel 508, Tersangka Lakoni 53 Adegan

Rekonstruksi Pembunuhan di Kamar Hotel 508, Tersangka Lakoni 53 Adegan
Kasus kematian Rabiatul Adawiyah di kamar Hotel MJ bernomor 508 pada Senin (22/11/2021) menampilkan 53 adegan yang dilakoni tersangka Rudi. (Akurasi.id/Zulkifli)

Rekonstruksi Pembunuhan di Kamar Hotel 508, Tersangka Lakoni 53 Adegan -Judul

Rekonstruksi Pembunuhan di Kamar Hotel 508, Tersangka Lakoni 53 Adegan. Dari rekonstruksi pembunuhan di kamar hotel MJ Samarinda itu, terpampang jelas bagaimana Rudi (23) menghabisi nyawa Rabiatul Adawiyah (21) pada 16 Oktober silam.

Kaltim.Akurasi.id, Samarinda – Upaya Korps Bhayangkara melengkapi berkas kasus pembunuhan di kamar Hotel MJ bernomor 508 memasuki tahap rekonstruksi kejadian, Senin (22/11/2021) siang.

Rekonstruksi alias reka ulang kejadian memang lumrah. Selain untuk melengkapi berkas perkara, hal ini juga ditujukan melihat kejadian secara jelas dan nyata ketika tersangka Rudi (23) menghabisi nyawa Rabiatul Adawiyah (21) pada 16 Oktober silam.

Bertempat di halaman Polsek Samarinda Kota, Rudi dihadirkan bersama tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO), yakni Erwin yang merupakan muncikari perempuan asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan tersebut.

Pada rekonstruksi tersebut, Rudi sedikitnya melakoni 53 adegan kejadian. Mulai dari adegan pertama saat Rudi menggunakan aplikasi MiChat mencari teman kencan, hingga dia melakukan pembunuhan pada adegan ke-34.

Dijelaskan Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo permasalahan korban dan pelaku mulai memuncak saat adegan ke-9, ketika Rabiatul Adawiyah lebih dulu meminta uang panjar Rp250 ribu kepada Rudi. “Setelah diberi uang, kemudian korban menyimpuni barangnya dan ingin keluar dari kamar,” ungkapnya.

Dari penyidikan petugas, diduga kuat alasan Rabiatul Adawiyah yang hendak meninggalkan kamar lantaran takut, sebab korban diajak tersangka untuk mengonsumsi sabu (narkoba) bersama-sama. Dan hal ini pun terungkap saat rekonstruksi digelar Korps Bhayangkara.

“Saat diajak, waktu itu korban jawab mau saja (konsumsi sabu), tapi enggak saat itu. Jadi kuat dugaan ada rasa takut dari korban karena mau diajak nyabu, makanya memilih keluar kamar,” duga Gulo.

Baca Juga  Kepergok Nonton Squid Game, Warga Korut Dihukum Kerja Paksa Hingga Ditembak Mati

Meski demikian, hal tersebut ditegaskan Gulo masih sebatas dugaan. “Karena dari petunjuk yang kami punya semuanya mengarah ke sana (takut diajak nyabu),” tambahnya.

Melihat korban yang hendak pergi, Rudi lantas menarik lengan Rabiatul Adawiyah dan dengan cepat menghempaskan ke atas ranjang. Hal tersebut tergambar pada adegan ke-15. Cekcok keduanya saat itu terus memanas. Hingga Rudi yang naik pitam membekap dua kali wajah Rabiatul Adawiyah menggunakan bantal. “Korban kemudian membalas dan menendang tersangka hingga terjatuh ke lantai kamar hotel,” urai Gulo.

Saat terjatuh, pada adegan ke-33 Rudi kemudian mendapatkan cermin rias dan pecahannya digunakan tersangka untuk mengancam Rabiatul Adawiyah. “Korban kemudian bilang untuk apa saya tipu kamu (Rudi), baru uang Rp250 ribu. Saya banyak yang bayar Rp1 juta enggak saya tipu,” jelas Gulo menirukan cekcok korban dan tersangka.

Baca Juga  Buru Oknum Pemuda Pancasila Keroyok Aparat, Kapolres Jakpus: Serahkan Atau Kami Kejar

Mendengar perkataan korban, amarah Rudi tak lagi bisa dibendung. Tanpa pikir panjang, tepat di adegan ke-34 Rudi mulai menghujam sekujur tubuh Rabiatul Adawiyah dengan pecahan cermin yang digenggamnya. Walhasil, Rabiatul Adawiyah pun tewas dengan 27 luka tusuk.

Setelah menghabisi korban, pada adegan ke-49 Rudi pun sempat mengambil barang berharga milik korban dan bergegas meninggalkan kamar hotel. Kemudian berlanjut ke adegan 50, Erwin sang muncikari mulai merasa curiga sebab korban begitu lama di kamar tanpa ada kabar.

Erwin kemudian berinisiatif coba mengecek ke kamar 508. Namun kala itu pintu kamar otomatis terkunci sesaat setelah Rudi meninggalkan kamar hotel. Erwin yang tak bisa membuka pintu kamar lantas meminta bantuan kepada petugas hotel. Setelah berhasil dibuka, Erwin pun terkejut melihat Rabiatul Adawiyah telah tewas bersimbah darah.

Baca Juga  Demo Pembatasan Covid Ricuh Sebabkan Sekolah di Belanda Terbakar

“Karena takut melihat kondisi korban, kemudian dia (Erwin) pergi meninggalkan hotel bersama kekasihnya,” terang Gulo. Rekonstruksi kasus pembunuhan ini pun kemudian berakhir pada adegan ke-53. “Setelah gelaran rekonstruksi ini, kami akan melengkapi pemberkasannya agar bisa segera dilimpahkan ke pengadilan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks