Kabar Politik

Sebut Pasokan 4 Ribu Vial Vaksin Masih Belum Cukup, Dewan Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Kaltim

Sebut Pasokan 4 Ribu Vial Vaksin Masih Belum Cukup, Dewan Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Kaltim
Wakil Ketua DPRD Kaltim saat diwawancarai awak media. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Sebut Pasokan 4 Ribu Vial Vaksin Masih Belum Cukup, Dewan Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Kaltim. Kaltim menjadi daerah dengan kasus tinggi setelah DKI Jakarta. Namun ketersediaan vaksin masih sangat minim.

Akurasi. Id, Samarinda – Dewan berharap pemerintah pusat lebih memperhatikan Kaltim dalam alokasi pendistribusian vaksin. Lantaran, stok vaksin yang diterima Pemprov Kaltim baru-baru ini masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi masyarakat Kaltim.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji usai menghadiri upacara HUT RI di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, pada Selasa (17/8/2021) pagi. Ia menilai, dengan diterimanya 4 ribu vial vaksin di Kaltim belum mampu mengkover kebutuhan vaksin bagi masyarakat Kaltim.

“Sangat kurang, karena pasokan 4 ribu vial vaksin, itu hanya merek Moderna. Kita berharap vaksin yang lebih massal lagi untuk masyarakat, karena dari 20 persen itu kalau untuk 2 juta masyarakat Kaltim, mungkin masih butuh jutaan vaksin yang harus ada di sini. Jadi masih sangat kurang,” Kata dia.

Anggota DPRD Kaltim dari fraksi Partai Golkar ini berharap, agar Pemerintah Pusat lebih memperhatikan provinsi Kaltim terkait dengan masalah vaksinasi Covid-19. Pasalnya, Kaltim menjadi daerah dengan kasus tinggi setelah DKI Jakarta. Namun ketersediaan vaksin masih sangat minim.

“Harapan kita agar Pemerintah Pusat lebih memperhatikan masalah vaksinansi untuk Kaltim. Saat ini baru 20 persen masyarakat Kaltim yang memperoleh vaksin,” Harapnya.

Ia menuturkan, itulah penyebab Kaltim disorot mendapat rapor merah, karena ternyata pemerintah pusat sendiri tidak memberikan perhatian khusus untuk vaksin tersebut.

Baca Juga  PKB Targetkan 100 Kursi DPR RI di Pemilu 2024, Jazilul: PKB Kaltim Wajib Kirim Utusan

“Jadi kami mendukung Pemprov Kaltim untuk mendorong Pemerintah Pusat dapat memberikan vaksin lebih banyak pada masyarakat Kaltim,” Tuturnya.

Kekurangan alokasi vaksinasi bagi masyarakat Kaltim sebelumnya juga turut dikeluhkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Padillah Mante Runa. Ia mengungkapkan, kebutuhan vaksin masyarakat Kaltim mencapai 5.748.802 untuk dua kali dosis vaksin untuk mencapai target herd community atau kekebalan kelompok yang ditargetkan pemerintah minimal 70 persen, sesuai standarisasi WHO.

Namun, faktanya target tersebut belum dapat terpenuhi lantaran alokasi vaksin di wilayah kerjanya itu masih terbatas. Sedangkan antusias masyarakat akan vaksin terus meningkat.

“Seharusnya vaksinasi Kaltim di pekan kedua Agustus sudah mencapai 65 persen, karena target kita untuk herd imunity 70 persen. Ini baru mencapai 25 persen. Kenapa di Pulau Jawa bisa mencapai 80 persen padahal kita tertinggi kasus Covid-19 luar Jawa-Bali, ” tegasnya. (*)

Penulis : Devi Nila Sari
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks