Kabar Politik

Jumlah Siswa Meningkat, Daya Tampung SMA di Balikpapan Merisaukan, Maisyaroh: Perlu Tambah Gedung

Jumlah Siswa Meningkat, Daya Tampung SMA di Balikpapan Merisaukan, Maisyawoh: Perlu Tambah Gedun
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh meminta pemerintah menambah gedung SMA yang ada di Balikpapan. (Istimewa)

Jumlah Siswa Meningkat, Daya Tampung SMA di Balikpapan Merisaukan, Maisyaroh: Perlu Tambah Gedung. Untuk tahun 2021, jumlah lulusan SMP di Kota Minyak, ada 11.158 siswa. Sedangkan daya tampung SMA hanya sekitar 5.086 siswa.

Akurasi.id, Samarinda – Dari tahun ke tahun, jumlah siswa di Kota Balikpapan terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terutama para siswa lulusan SLTP atau SMP yang ingin melanjutkan pendidikannya di tingkat SMA atau SMK. Sementara ketersediaan gedung sekolah tidak mengalami peningkatan yang cukup berarti. Lebih-lebih menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Hal itu pun yang turut diresahkan anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi PKS terhadap Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim, pada Rapat Paripurna DPRD Kaltim yang berlangsung beberapa hari lalu.

Pada kesempatan itu, Fitri Maisyaroh menjabarkan, kondisi keterbatasan gedung SMA itu tidak hanya terjadi di Balikpapan, namun juga di Samarinda. Bahkan menurutnya, dari 10 kota/kabupaten di Kaltim, Balikpapan dan Samarinda adalah 2 kota yang paling crowded dari sisi pelaksanaan PPDB. Sedangkan 8 kota/kabupaten lainnya rebutan menerima siswa karena daya tampung penerimaan siswa lebih besar.

“Untuk Balikpapan dan Samarinda cenderung menolak siswa, karena kurangnya daya tampung (selain karena memang menjadi sekolah favorit siswa). Sedangkan siswa di 8 kabupaten/kota lainnya cenderung dapat memilih sekolahnya,” ucap Fitri.

Khususnya Kota Balikpapan, sekretaris Fraksi PKS ini menjelaskan, untuk tahun 2021 jumlah lulusan SMP di Kota Minyak, sebutan Balikpapan, ada 11.158 siswa. Sedangkan daya tampung SMA hanya sekitar 5.086 siswa.

“Pada 2 tahun lalu, daya serap lulusan SMP di Balikpapan sedikitnya 50 persen di SMA dan SMK. Namun sekarang daya tampung hanya 44 atau 45 persen. Inilah yang menyumbang crowded, khawatirnya terjadi lagi tahun ini,” ungkap dia.

Baca Juga  Komisi III DPRD Bontang Inspeksi Pagar Tembok BCM yang Nyaris Ambruk Menimpa Rumah Warga

Dengan itu, wakil rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan ini, meminta kepada pemprov dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim tidak tutup mata dengan persoalan itu. Dia tidak ingin, masalah itu berlarut-larut tanpa solusi yang jelas dari Pemprov Kaltim.

Dalam kesempatan itu, dia pun menyarankan, salah satu solusi yang memungkinkan adalah pembangunan lokal kelas di sekolah-sekolah yang potensial agar tidak terjadi keributan di antara orang tua, khususnya yang menempuh jalur afirmasi. Karena sekolah negeri wajib menerima siswa yang masuk dalam golongan afirmasi.

“Selanjutnya, untuk rencana pembangunan SMK 7 di Balikpapan Barat, mohon kiranya menjadi prioritas, karena mendesak. Harus dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Untuk tahun ini, mohon kiranya dapat dibantu. Semoga 2 alternatif ini menjadi solusi atas masalah crowded-nya PPDB di Kota Balikpapan,” imbunnya.

Selain permasalahan PPDB, wanita berjilbab ini juga menyoroti perihal kurangnya tenaga pendidik di Balikpapan. Mengingat banyaknya guru yang pensiun. “Tahun ini ada 29 guru yang pensiun. Siswa bertambah, sementara guru berkurang. Ini juga menambah crowded-nya masalah sekolah di Kota Balikpapan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks