Kabar Politik

Proyeksi APBD Bontang 2022 Rp1,3 Triliun, Andi Faiz Ingatkan Janji Politik Basri-Najirah

Proyeksi APBD Bontang 2022 Rp1,3 Triliun, Andi Faiz Ingatkan Janji Politik Basri-Najirah
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengingatkan Basri-Najirah melaksanakan apa yang jadi janji politiknya. (Dok Andi Faizal)

Proyeksi APBD Bontang 2022 Rp1,3 Triliun, Andi Faiz Ingatkan Janji Politik Basri-Najirah. Menurut ketua DPRD Bontang ini, dengan proyeksi APBD Bontang 2022 yang capai Rp1,3 triliun, maka harus diikuti dengan peningkatan program pembangunan.

Akurasi.id, Bontang – Kendati ekonomi daerah maupun nasional sedang bergumul dengan pandemi Covid-19. Namun tanda-tanda adanya perbaikan ekonomi juga kian terlihat seiring dengan kian melandainya kasus Covid-19. Terlebih dengan ragam kebijakan pelonggaran kegiatan sosial, yang berdampak pada kembali bergeliatnya ekonomi.

Kondisi itu pun tampaknya juga dirasakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Proses pemulihan ekonomi di Bontang ditandai dengan meningkatnya proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang 2022.

Ya, dalam rapat paripurna yang diselenggaran di Sekretariat DPRD Bontang, pemerintah memaparkan proyeksi APBD tahun 2022 mencapai Rp1,335 triliun. Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan APBD 2021 yang ketika itu ditaksir hanya sebesar Rp1,2 triliun.

Prihal itu, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam berharap, dengan proyeksi APBD sebesar itu, pemkot bisa melakukan penyerapan anggaran lebih baik dan maksimal di tahun 2022. Dengan harapan, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) di tahun depan bisa lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp200 miliar.

“Saya harap setelah proyeksinya nanti disahkan, Pemkot Bontang bisa lebih maksimal menyerap anggaran. Hal itu bisa dicapai dengan memulai kegiatan di awal tahun 2022 mendatang,” ujar Andi Faizal saat ditemui awak media usai rapat paripurna belum lama ini.

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Andi Faiz ini menyatakan, jika APBD Bontang ditetapkan sebesar Rp1,3 triliun. Maka seharusnya pemkot bisa mengembalikan anggaran santunan kematian. Karena program tersebut dikatakan sangat dibutuhkan warga Bontang.

Baca Juga  PKB Targetkan 100 Kursi DPR RI di Pemilu 2024, Jazilul: PKB Kaltim Wajib Kirim Utusan

Selain itu, janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase-Njiarah, juga harusnya bisa segera dijalankan dengan didukung APBD sebesar itu. Seperti merealisasikan program wifi gratis, rantang kasih, dan satu motor untuk satu RT.

“Untuk program rantang kasih seharusnya dikembalikan, karena penghapusan program itu bukan karena adanya temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), tapi anggarannya dialihkan ke kegiatan lain. Janji politik pemerintah saat kampanye pun juga harusnya bisa segera dilaksanakan kalau memang APBD Bontang nantinya naik sebesar Rp1,3 triliiun,” pungkas andi Faiz. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks