Kabar Politik

Dukung PTM Terbatas di Bontang, Abdul Haris: Tapi Ingat Prokes Ketat Wajib Diperhatikan

Dukung PTM Terbatas di Bontang, Abdul Haris: Tapi Ingat Prokes Ketat Wajib Diperhatikan
Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris mengingat agar dalam pelaksanaan PTM terbatas ekstra memperhatikan prokes. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Dukung PTM Terbatas di Bontang, Abdul Haris: Tapi Ingat Prokes Ketat Wajib Diperhatikan. Kendati PTM terbatas di Bontang sudah mulai digulirkan, namun euforia berlebihan juga diingatkan agar tidak dilakukan. Mengingat pandemi masih mendera.

Akurasi.id, Bontang – Terus turunnya angka penyebaran wabah Covid-19 membawa kabar baik bagi semua orang. Salah satunya dari lingkungan dunia pendidikan. Tak terkecuali di Kota Bontang. Bagai gayung bersambut, sejumlah sekolah di Bontang pun kini tengah menyiapkan diri untuk memulai pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Sampai awal pekan kedua bulan September 2021 ini, setidaknya sudah ada sebanyak 9 sekolah di Kota Taman, sebutan Bontang, yang sudah mengajukan izin PTM terbatas. Dengan catatan, penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat wajib dijalankan dan diperhatikan pihak sekolah.

Hal itu pun turut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Akhmad Suharto melalui surat edarannya bernomor 420/1182/Dikbud.02. Adapun sekolah yang sudah mengajukan diri dan mengantongi izin PTM terbatas, yakni SD IT Cahaya Fikri, SD Kreatif Muhammadiyah 2, dan SD IT Asy Syaamil.

Kemudian ada juga SDN 015 Selangan Bontang Selatan, SDN 001 Bontang Utara, SDN 006 Bontang Utara, dan SDN 008 Bontang Utara. Dua tambahan sekolah lainnya yakni, SMP Negeri 7 Bontang dan SMP Bahrul Ulum.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris berharap langkah Pemkot Bontang untuk kembali membuka kegiatan PTM terbatas ini berjalan baik. Selain itu, dia mengharapkan, sekolah lainnya yang ada di Kota Taman juga dapat segera menyusul untuk memulai PTM walau masih terbatas. Begitu juga dengan sekolah swasta.

“Jika sekolah swasta yang lain ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka, dengan harapan kegiatan di sekolah itu bisa maksimal. Saya berpesan untuk ikuti saja syarat-syaratnya, seperti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes),” tuturnya, Senin (13/9/2021).

Baca Juga  Proyeksi APBD Bontang 2022 Rp1,3 Triliun, Andi Faiz Ingatkan Janji Politik Basri-Najirah

Menurutnya, anjuran pemerintah untuk memberlakukan prokes ketat dalam PTM terbatas tentunya bukan tanpa alasan. Karena situasi saat ini belum menjadi jaminan untuk menurunkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19. Untuk itu, prokes yang baik, menjadi syarat mutlak agar PTM dapat kembali berjalan baik.

“Penyebaran Covid-19 ini tidak bisa kita tahu pasti dari mana. Jadi harus ada kepastian protkesnya, baik tenaga pendidikan, kependidikan, peserta didik, dan seluruh warga sekolah. Harus ada kepastian orang-orang tersebut bebas dari potensi penularan Covid-19,” imbaunya.

Dia menambahkan, untuk vaksinasi siswa pun belum mencapai 100 persen di Bontang, sehingga penting untuk memaksimalkan prokes. “Kalau bisa semua sekolah mengikuti prokes dari pemerintahan. Tetapi kalau belum bisa memaksimalkan, jangan dipaksakan menggelar pembelajaran tatap muka,” pesannya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks