Kabar PolitikTrending

Serangan Balon Sampah Korut Korsel Balas dengan Balon USB K-Pop

Aksi Terbaru dari Korut Mengirimkan Sekitar 330 Balon yang Membawa Kantong Sampah ke Korsel

Loading

Akurasi.id – Ketegangan antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) kembali memanas dengan aksi saling balas menggunakan balon yang membawa berbagai jenis muatan. Korut mengirimkan ratusan balon berisi sampah melintasi perbatasan, yang kemudian dibalas oleh Korsel dengan balon berisi USB yang memuat musik K-Pop dan selebaran propaganda.

Serangan Balon Sampah oleh Korea Utara

Aksi terbaru dari Korut dimulai pada Sabtu malam ketika mereka mengirimkan sekitar 330 balon yang membawa kantong sampah ke Korsel. Kepala Staf Gabungan Korsel melaporkan bahwa sekitar 80 balon telah jatuh di wilayah mereka, berisi kertas bekas dan plastik. Meskipun tidak ada zat berbahaya yang ditemukan, aksi ini menimbulkan keresahan di kalangan penduduk.

Baca Juga  Kerjasama Antara Kim Jong Un dan Putin: Pertemuan Diplomatik di Balik Souvenir

Pemerintah kota Seoul dan pejabat di Provinsi Gyeonggi segera mengirimkan pesan teks peringatan kepada penduduk, memperingatkan mereka tentang balon tersebut. Wali Kota Seoul, Oh Se-hoon, menyebut aksi ini sebagai “provokasi kelas bawah” dalam postingan di Facebooknya.

Balasan Balon USB K-Pop oleh Korea Selatan

Sebagai tanggapan, sekelompok warga Korsel membalas dengan mengirim balon yang disertai USB berisi musik K-Pop, uang dolar, dan selebaran anti-Kim Jong Un. Dalam beberapa pekan terakhir, para aktivis di Korsel telah menerbangkan puluhan balon berisi propaganda ini, yang semakin memperuncing hubungan dengan Korut.

Jasa SMK3 dan ISO

Kelompok ‘Fighters for Free North Korea’ mengklaim telah mengirimkan 10 balon berisi thumb drive yang memuat musik K-Pop dan 200.000 selebaran yang mengecam pemerintahan Kim Jong Un. Selain itu, kelompok pembelot Korea Utara lainnya mengirimkan 10 balon yang membawa 100 radio, 200.000 selebaran anti-Pyongyang, dan thumb drive berisi pidato Presiden Korsel Yoon Suk Yeol.

Baca Juga  KPU Bontang Gelar Sosialisasi Pilkada 2020 Bersama Media, Berharap Jangan Golput

Tanggapan Pemerintah dan Situasi Terkini

Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol, telah menangguhkan sepenuhnya perjanjian militer yang dibuat pada tahun 2018 untuk mengurangi ketegangan dengan Korut. Langkah ini memungkinkan Korsel untuk melanjutkan latihan tembakan langsung dan memulai kembali kampanye propaganda melalui pengeras suara di sepanjang perbatasan.

Aksi saling balas antara kedua negara dengan menggunakan balon ini menambah daftar panjang provokasi dan respons di Semenanjung Korea. Sementara itu, masyarakat internasional terus memantau perkembangan ini dengan harapan agar situasi tidak semakin memburuk.

Baca Juga  Alhamdulillah, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Akhirnya Sembuh dari Covid-19

Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan terus meningkat dengan aksi balasan yang semakin kreatif dan provokatif. Serangan balon sampah oleh Korut dan balasan balon USB K-Pop oleh Korsel menjadi simbol dari konflik yang masih belum menemukan titik damai. Upaya diplomasi dan dialog tetap diperlukan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut yang bisa mengancam stabilitas di kawasan tersebut.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button