Kesehatan

Frozen Food Bahaya untuk Anak, Ini Kata Ahli Gizi

Frozen Food Bahaya untuk Anak, Ini Kata Ahli Gizi
Kata ahli gizi, frozen food bahaya untuk anak jika dikonsumsi terus menerus. (Getty Images/iStockphoto)

Frozen Food Bahaya untuk Anak, Ini Kata Ahli Gizi. Makanan beku siap saji umumnya punya lebih banyak kandungan garam, gula, lemak, dan kalori.

Akurasi.id, Bontang – Bahan makanan beku (frozen food) kini menjadi salah satu menu popular yang gampang ditemui di supermarket sampai restoran. Cita rasanya yang gurih, dengan tekstur dan warna menarik, mengundang selera orang untuk menikmatinya. Tak terkecuali anak-anak.

Tidak Sehat

Dokter sekaligus ahli nutrisi, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.hum, mengingatkan, makanan olahan (frozen food) ¬†instan tidak disarankan buat anak-anak. “Tidak banyak yang tahu, frozen food dan bakso-bakso beku yang disukai anak dibuat dari pasta ekstrak ikan. Tidak jelas ikannya,” jelas Tan.

Selain menggunakan bahan-bahan tersebut, Tan juga menyebut frozen food¬† tidak sehat karena lazim dibumbui MSG, tepung, garam, gula, pengawet, gum, dan sederet bahan biar rasanya enak “Tega kah orang tua memberikan pangan imitasi asal yang penting anaknya doyan makan?” ujar Tan, seperti dilansir Kompas.com

Menurut Tan, makanan beku siap saji umumnya punya lebih banyak kandungan garam, gula, lemak, dan kalori. Saat anak mengonsumsinya setiap saat, berat badan si kecil bisa naik namun tidak sehat. “Sebaiknya dihindari sejak kecil,” kata dia.

Tan menyebutkan alasan kepraktisan tidak bisa menjadi pembenaran bagi orang tua dalam memberikan asupan kepada buah hatinya. Apalagi beberapa bahan makanan imitasi tersebut minim atau nihil kandungan vitamin dan mineralnya.

Baca Juga  Manfaat Aktivitas Fisik Untuk Menjaga dan Meningkatkan Kesehatan

“Bahan makanan asli di mana-mana gizinya sama. Ikan kembung di mana-mana kandungan gizinya sama. Telur juga begitu. Enggak butuh merek,” katanya.

Proses Pembuatan

Salah satu frozen food yang populer adalah crab stick. Selain mudah untuk dimakan, dagisng kepiting juga gurih.

Melansir Healtline, banyak orang beranggapan crab stick merupakan bahan makanan sehat karena dibuat dari olahan laut. Padahal makanan imitasi ini tak ubahnya hot dog.

Proses pembuatan frozen food seperti crab stick dikerjakan dengan cara memilah daging, lemak, dan bahan lain dari bagian tubuh ikan. Bahan yang sudah dipilih lantas dicincang menjadi pasta. Pasta ini lalu dicampur dengan bahan lain sebelum dipanaskan dan dicetak menyerupai daging kepiting.

Kendati bentuknya serupa, kandungan nutrisi kepiting imitasi dan asli sangat berbeda. Dalam masing-masing 85 gram crab stick dan kepiting asli, perbandingan menunjukkan kepiting asli nutrisinya jauh lebih unggul. Hasil pengukuran menampilkan jumlah kalori keduanya mirip. Namun 61 persen kalori crab stick berasal dari karbohidrat. Sedangkan 85 persen kalori kepiting asli berasal dari protein murni, tanpa karbohidrat. Selain itu, kepiting asli lebih kaya kandungan vitamin B12, seng, dan selenium. Ada juga zat omega-3, yang komposisinya nyaris 10 kali lipat lebih banyak ketimbang crab stick.

Secara umum seafood asli punya lebih banyak gizi penting ketimbang frozen food. Kabar buruknya, gizi yang justru hilang tersebut sebetulnya sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Jadi, masih mau memberi makanan “imitasi” ini bagi anak? (*)

Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks