Pariwara

Raih Prestasi MTQ ke-42 Tingkat Kaltim, Dua Siswa Harumkan Nama SMP Vidatra

Raih Prestasi MTQ ke-42 Tingkat Kaltim, Dua Siswa Harumkan Nama SMP Vidatra
Dua siswa SMP Vidatra harumkan nama sekolah melalui MTQ ke-42 tingkat Kaltim. (SMP Vidatra for Akurasi.id)

Raih prestasi MTQ ke-42 Tingkat Kaltim, dua siswa harumkan nama SMP Vidatra. Dialah Aisyah yang berhasil meraih juara I dan Devan yang juara III Lomba Cerdas Cermat Isi Kandungan Al-Qur’an.

Akurasi.id, Bontang – Tidak hanya unggul dibidang akademik, SMP Vidatra Bontang juga berprestasi pada bidang agama. Belum lama ini dua siswanya mengharumkan nama sekolah pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Provinsi Kaltim, pada 3-8 Juni 2021 lalu. Mereka yakni Aisyah Amani Nurhasanah dan Devan Bagus Putra Arifin yang berhasil meraih prestasi pada cabang Lomba Cerdas Cermat Isi Kandungan Al-Qur’an.

Aisyah –sapaannya-, bersama dua kawannya dari sekolah berbeda, yakni Nur Syifa Zahra asal MAN Bontang dan Umi Hidayatus Sholihah dari SMAN 1 Bontang, berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat Isi Kandungan Al-Qur’an Regu Putri. Mereka berhasil mengalahkan 2 regu lain dari Balikpapan dan Kutai Timur (Kutim) dengan nilai 1375.

Gadis kelahiran Bontang, 13 Maret 2006 ini mengaku sebelum lomba dirinya digembleng untuk mempelajari materi selama sebulan. Tak tanggung-tanggung, dia diwajibkan untuk melahap 17 buku dengan salah satu materinya tentang bahasa Arab dan terjemahannya. “Menghapal 17 buku tebal awalnya berat. Tapi dijalani saja lama-lama bisa,” ucapnya kepada Akurasi.id.

Sebelumnya Aisyah sudah memiliki pengalaman lomba serupa. Pada 2019, putri pasangan Etwin Sholeh Setiawan dan Anni Herlina pertama kalinya mengikuti MTQ. Saat duduk di bangku SD, dirinya juga sempat mengikuti lomba Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diadakan Kementerian Agama (Kemenag).

“Waktu itu saya ikut PAI, hampir mirip MTQ. Sebenarnya pertama kali ikut Fahmil MTQ lumayan kaget. Tapi setelah dijalani, Alhamdulillah dapat juara 1,” kata gadis yang memiliki hobi membaca buku dan menonton film ini.

Meraih juara 1, Aisyah pun membawa pulang hadiah berupa piagam, piala, dan uang senilai Rp15 juta. Tak ingin berpuas diri, dia mengaku masih akan terus belajar untuk mempersiapkan diri pada seleksi MTQ tingkat nasional. “Harapannya bisa ikut lagi ke tingkat nasional dan bisa sekelompok dengan teman-teman lagi,” bebernya.

Baca Juga  Yayasan Yabis Gelar Kurban, Potong 5 Sapi dan 4 Kambing

Berbeda dengan Devan, tahun ini merupakan pertama kalinya dia mengikuti MTQ langsung ke tingkat provinsi. Laki-laki kelahiran Bontang, 24 Januari 2008 ini memiliki bakat bidang matematika. Dia dipercaya guru pembimbing untuk mengikuti Fahmil Al-Qur’an bagian ilmu Faroid atau ilmu warisan.

Saat lomba, Devan berkelompok dengan dua rekan dari sekolah lain, yakni Ahmed Mohammed dan Reihan Salsabil. Regu putra perwakilan Kota Taman –sebutan Bontang- ini bertanding dengan regu asal Samarinda dan Kutai Barat. Mereka berhasil mengumpulkan nilai 1150 dan membawa pulang penghargaan berupa piagam, piala, dan uang masing-masing Rp7 juta. “Walaupun harapannya bisa juara 1, tapi Alhamdulillah biasa juara 3,” ungkap anak dari pasangan Karno Arifin dan Sri Handayani ini.

Raih Prestasi MTQ ke-42 Tingkat Kaltim, Dua Siswa Harumkan Nama SMP Vidatra
Dua regu putra dan putri asal Bontang yang berhasil meraih juara Lomba Cerdas Cermat Isi Kandungan Al-Qur’an. (SMP Vidatra for Akurasi.id)

Laki-laki yang memiliki hobi bermain game dan futsal ini mengaku sempat syok saat mengetahui banyaknya materi yang harus dipelajari. Awalnya Devan merasa berat saat menghapalkan 17 buku. “Dari 17 buku itu dibagi 3 orang, cara menghapal tafsir bahasa Arab dilihat dari ayat di depannya dulu jadi kata kuncinya. Terjemahannya dihapalkan murni,” terangnya.

Baca Juga  Semangat Hari Anak Nasional 2021, Pupuk Kaltim Wujudkan Pendidikan Layak bagi Anak

Guru Tahfiz SMP Vidatra Samsiroh menyebut lomba cerdas cermat isi kandungan Al-Qur’an lebih kompleks. Sehingga siswanya belajar ekstra keras untuk menghapalkan materi sebelum lomba. Selain belajar 17 buku materi, dirinya juga mengajak siswanya untuk mempelajari materi dari luar. Salah satunya di internet.

“Lomba ini lebih komplit. Ada tilawahnya, menebak lagu dan melagukan, menghitung warisan, kecepatan mencari ayat, dan sebagainya,” jelasnya.

Sebelum lomba, Samsiroh menuturkan para siswanya tersebut mengikuti latihan selama 1 bulan. Mereka juga mengikuti training centre (TC) mandiri selama 20 hari dan 5 hari karantina di Hotel Grand Mutiara. Pihaknya pun juga mendatangkan pelatih profesional untuk meningkatkan kemampuan Aisyah dan Devan.

Meski meraih juara 3, dirinya tetap mengapresiasi usaha yang telah diraih Devan. Kata Samsiroh, regu perwakilan Bontang termasuk hebat bisa menjadi 3 besar di tingkat provinsi dengan pengalaman yang masih baru. Menurutnya, para peserta dari regu lawan memiliki jam terbang lebih banyak.

Baca Juga  Semangat Hari Anak Nasional 2021, Pupuk Kaltim Wujudkan Pendidikan Layak bagi Anak

“Nanti di tingkat nasional, para pemenang lomba akan diseleksi kembali. Semoga Devan bisa terpilih lagi. Harapannya terus belajar meningkatkan prestasi mengingat lomba ini sudah menjadi ajang tahunan serta menjadi insan Qurani yang bisa mencetak Ahlul Qur’an di masa mendatang,” harapnya.

SMA Vidatra tak hanya memiliki misi melahirkan siswa unggul di bidang akademik, namun juga mengutamakan iman dan takwa melalui pembinaan bidang agama. Kepala SMP Vidatra Siswanta mengatakan pihaknya mengaku bangga atas pencapaian para siswanya tersebut. Dia berharap prestasi siswanya tersebut bisa mencapai juara 1 di tingkat nasional.

“Kami harap bisa membawa nama baik sekolah, kota, dan provinsi. Pesannya, semua pasti punya potensi di bidang akademik atau non akademik, yang penting harus tekun,” pungkasnya. (*)

Penulis: Suci Surya Dewi
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks