Isu TerkiniRagam

Pejabat dan Tokoh Agama Divaksin, 3 Perwakilan Tak Lolos Skrining

Pejabat dan Tokoh Agama Divaksin, 3 Perwakilan Tak Lolos Skrining
Samarinda lakukan vaksin tahap Pertama, Dari 20 peserta, 17 sudah di Vaksin. (istimewa)

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang telah bersedia menjadi orang-orang pertama divaksinasi.

Akurasi.id,Samarinda Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diawali oleh jajaran Pemerintah Kota Samarinda, telah usai dilaksanakan di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda jalan S Parman, Kamis (14/1/2021).

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang telah bersedia menjadi orang-orang pertama vaksinasi.

Baca Juga  Dituding Korupsi, Direktur PDAM Berau Mangkir dari Panggilan Dewan, Kejari Mulai Monitor

“Alhamdulillah kita patut bersyukur karena dalam keadaan sehat, sehingga bisa bersama-sama mengikuti vaksinasi serentak ini. Tokoh agama divaksin juga,” ungkapnya saat memberikan sambutan Kamis (14/1/2021).

Diketahui proses Vaksin tahap 1 di Kota Samarinda diikuti sebanyak 20 peserta yang berasal dari perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, tokoh agama, dan dari perwakilan organisasi profesi dibidang kesehatan.

“Hari ini, IDI dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia, dan yang mewakili tokoh maupun umat beragama, ada Katolik, Kristen, Budha, Hindu, Islam, dan Konghucu. Forkopimda dari Ketua Pengadilan, dari Kejaksaan Negeri, dari Polresta Samarinda, dan dari jajaran Kodim,” paparnya.

Dijelaskan Jaang penyuntikan vaksinasi gelombang ke 2 akan dilakukan pada tanggal 28 Januari 2021, di fasilitas kesehatan Puskesmas pada masing-masing daerah.

Baca Juga  Genjot Kompetensi Jurnalis, PWI Kaltim Gelar UKW Gratis, Terbuka untuk 54 Wartawan

Sementara itu dari 20 peserta vaksinasi, diketahui hanya 17 peserta yang sukses menerima vaksin, dan 3 di antaranya tidak lolos uji skrining. Hal tersebut diungkapkan oleh Osa Rafshodia selaku Kabid P2P Dinkes yang memonitor jalannya vaksinasi.

“Yang tidak lolos uji Skrining salah satunya itu ada yang tekanan darahnya tinggi, sehingga tidak bisa dilakukan vaksinasi” ujar Osa. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks