CorakRagam

HMI Kaltim-Kaltara Yakin Pengelolaan Sungai Mahakam Potensi Tingkatkan PAD

HMI Kaltim-Kaltara Yakin Pengelolaan Sungai Mahakam Potensi Tingkatkan PAD

    Diskusi Publik Badko HMI Kaltim-Kaltara (istimewa)

HMI Kaltim-Kaltara yakin pengelolaan Sungai Mahakam potensi tingkatkan PAD. Badko HMI Kaltimtara ingin Pemda Khususnya Kaltim memanfaatkan kesempatan tersebut.

Akurasi.id, Samarinda – Pembentukan Perusahaan Daerah (Perusda) untuk mengelola arus lalu lintas di Sungai Mahakam dirasa cukup dimungkinkan. Hal itu disebut akan menguntungkan bagi daerah, karena berpotensi akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Diketahui, aliran Sungai Mahakam kini sebagai jalur lintas utama transportasi air, khususnya kapal ponton pengangkut batubara, kapal muatan logistik, yang akhirnya memiliki peran strategis dalam peningkatan PAD.

Pengelolaan lalu lintas di Sungai Mahakam ini mulai terkuak saat Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kaltim-Kaltara menggelar diskusi publik dengan mengangkat mengenai urgensi penataan pengelolaan alur Sungai Mahakam, upaya menjaga fungsi sungai dan peningkatan PAD Kaltim, yang dirangkai dengan buka puasa bersama, Minggu (2/5) lalu.

Dalam Kesempatan ini, Badko HMI Kaltimtara ingin Pemda Khususnya Kaltim memanfaatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai upaya Peningkatan PAD.

Ketua Badko HMI Kaltim-Kaltara, Abdul Muis berkata bahwa jika Pemprov Kaltim dapat memaksimalkan potensi yang ada di Sungai Mahakam, pasti akan sangat bisa berdampak positif pada PAD.

Menelisik provinsi tetangga, Kalimantan Selatan (Kalsel) rupanya melakukan pengusulan dan berjuang untuk mengelola Sungai Barito, seusai keluarnya UU tentang Pemda.

“Kaltim ini bisa lakukan hal serupa. Asal komitmen dan konsisten dalam berjuang,” jelas Abdul.

Mengingat, alur Sungai Mahakam membelah empat Kabupaten/Kota di Kaltim di antaranya Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.

Hal tersebut menjadikan sungai Mahakam sebagai jalur lintas utama berbagai transportasi air, khususnya kapal ponton pengangkut batu bara. Yang akhirnya membuat Sungai Mahakam memiliki peran strategis sebagai penyokong aktivitas perekonomian di Kaltim. Ditambah dengan posisi Kaltim yang dikenal sebagai penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Pun, perlu melalui Sungai Mahakam untuk pengangkutannya.

Karenanya Muis mendorong semua pihak khususnya Pemprov Kaltim untuk mengambil peran dalam menjaga kelestarian dan keberlangsungan fungsi sungai Mahakam dengan melakukan rehabilitasi/perawatan sungai bahkan dapat menjadikan alur sungai Mahakam sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

GM Pelindo IV Samarinda Jusuf Junus mengatakan sebenarnya pihaknya menunggu Pemprov memberikan Ruang Gerak untuk melakukan kerja sama, sehingga Perusahaan Daerah(Perusda) bisa bekerja maksimal.

“Kalau sudah ada ruang gerak, tinggal kita koordinasikan saja kepada regulator yang sifatnya ke negara langsung dalam bentuk pendapatan bukan pajak, ada juga sebagai BUMN nantinya kepada dividen, kemudian kepada daerah dalam bentuk PAD” Imbuhnya.

Menurutnya 3 Komponen inilah yang menjadi fokus agar kontribusi terhadap daerah bisa lebih maksimal.

Jusuf juga Konsisten mengupayakan hal tersebut, karena, menurutnya upaya peningkatan PAD melalui aliran Sungai Mahakam bisa untuk dilakukan dan sangat besar potensinya, walaupun memiliki risiko yang besar pula.

“Semakin besar potensinya semakin besar juga masalah yang dihadapi nantinya, tapi tentunya semua itu berdasarkan itikad baik kita yakin pasti bisa, bagi kami sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) siap untuk itu” tegasnya.

Kepala Seksi Pelabuhan Dinas Perhubungan Kaltim, Ahmad Maslihuddin mengatakan pendapatan aliran Sungai Mahakam sangat besar, bahkan 1 tahun capai ratusan miliar. Namun pihaknya juga memiliki kendala di Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, yang sifatnya mengatur pelabuhan antar provinsi diambil oleh pusat, pelabuhan antar kota diambil oleh provinsi, dan antar kecamatan dikelola oleh kabupaten/kota.

“Karena aturan itulah yang membuat Pemprov Kesulitan dalam pengelolaan PAD di Daerah Aliran Sungai, karena pelabuhan antar provinsi di ambil pusat”. Tuturnya.

Dengan ini Pemprov terus mengupayakan agar dari Pengelolaan Sungai Mahakam bisa lebih maksimal melalui Perusda.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono menyampaikan pembentukan Perusda untuk pengelolaan ini cukup memungkinkan. Bahkan dapat dilakukan secepat mungkin. Kembali melihat dari keinginan pemerintah.

“Jadi pembentukan Perusda itu cukup potensi yang memang khusus menangani aliran Sungai,” kata Tio sapaannya, Rabu (5/5).

Menurutnya, itu potensi karena Provinsi sebelah telah melakukan hal tersebut. Tinggal di ajukan di pemerintah pusat kementerian. “Clear menurut saya,” ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks