Hard NewsHukumRagam

Polisi Ungkap Kronologis Kasus Penganiayaan Anak di Kafe Anjungan Bontang Kuala yang Libatkan 2 Remaja dan Anak 14 Tahun

Polisi Ungkap Kronologis Kasus Penganiayaan Anak di Kafe Anjungan Bontang Kuala yang Libatkan 2 Remaja dan Anak 14 Tahun
Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo mengungkapkan kronologis kasus penganiayaan anak di bawah umur oleh 2 orang remaja dan 1 anak di bawah umur di Bontang pada Kamis (24/12/2020) lalu. (Dok Akurasi.id)

Polisi ungkap kronologis kasus penganiayaan anak di Kafe Anjungan Bontang Kuala yang libatkan 2 remaja dan anak 14 tahun. Ketiga terduga pelaku saat ini telah diamankan pihak Polres Bontang dan menjalani proses pemeriksaan untuk mendalami motif di balik kasus pengeroyokan pada Kamis (24/12/2020) lalu.

Akurasi.id, Bontang – Kasus bullying dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur memang masih menjadi persoalan yang banyak ditemukan di masyarakat. Baru-baru ini, seorang anak di bawah umur di Kota Bontang, dilaporkan telah menjadi tindakan bullying dan tindakan penganiayaan dari beberapa orang remaja.

Mirisnya lagi, dari beberapa orang pelaku yang teridentifikasi oleh pihak Satreskrim Polres Bontang, diketahui, dari 3 orang pelaku, salah satunya masih berusia di bawah umur, yakni 14 tahun. Sedangkan kedua pelaku lainnya telah berusia remaja, yakni 19 tahun.

Baca Juga  Besok, Wartawan Bontang Siap Ikuti Uji Kompetensi

Kasus dugaan bullying dan pengeroyokan terhadap anak di bawah umur yang tidak disebutkan inisialnya itu terjadi pada Kamis (24/12/2020) lalu. Ketiga pelaku yakni MK (19) remaja asal Jalan Gajah Mada, Berebas Tengah, serta DA (19) dan NM (14) warga Bontang Kuala.

Kepada media ini, Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo menerangkan, kasus pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (24/12/2020) lalu, tepatnya sekitar pukul 21.30 Wita yang berlokasi di Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara.

Peristiwa mencentang itu terjadi pada saat korban pergi ke Kafe Anjungan Bontang Kuala bersama temannya. Saat akan pulang, korban tiba-tiba didatangi tiga orang tidak dikenal yang tiba-tiba menyebat atau memukul korban hingga berkali-kali dengan tangan kosong.

Baca Juga  Warga Sidrap Dikucur Air Bersih, Begini Rencana Pemkot Bontang

“Dia dipukul berkali-kali menggunakan tangan kosong, Setelah puas memukuli korban, ketiga orang tersebut langsung pergi meninggalkan korban (yang sudah dalam keadaan terluka dan tersungkur di tanah),” ucap AKBP Hanifa saat dikonfirmasi media ini, Senin (28/12/2020).

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan itu, lanjut dia, langsung melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Termasuk meminta keterangan dari korban.

“Setelah mendapatkan keterangan dari semua saksi yang mengetahui kejadian itu, termasuk dari korban, anggota kami langsung mencari tahu para pelaku. Pada Sabtu, 26 Desember 2020, anggota kami berhasil mengamankan para pelaku. Saat ini, para terduga pelaku masih menjalani proses penyidikan,” jelasnya.

Baca Juga  Penipuan Berbasis Aplikasi Vtube, Uang Saku hingga TikTok Cash Evolusi dari Investasi MLM

Dalam perkara itu, ketiga terduga terancam dijerat Pasal 80 ayat 1 Jo Pasal 76c, Undang-Undang (UU) nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan.

Kendati demikian, AKP Mahfud Hidayat menyebutkan, bahwa pihaknya masih mempertimbangkan untuk sanksi atas para terduga pelaku. Apalagi, salah satu di antara terduga pelaku masih berusia 14 tahun. Untuk itu, penanganan kasus tersebut mengedepankan pada Undang-Undang tentang Peradilan Anak.

“Untuk tersangka yang masih di bawah umur, kami proses tersendiri dengan mengacu pada Undang-Undang tentang Peradilan Anak,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks