Politik

Infrastruktur Jalan di Pelosok Kutim Memprihatinkan, Sutomo Jabir Minta Pemprov Kaltim Tak Tutup Mata

Infrastruktur Jalan di Pelosok Kutim Memprihatinkan, Sutomo Jabir Minta Pemprov Kaltim Tak Tutup Mata
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir saat berada di Desa Pengadan, Kutim, meninjau kerusakan insfaktruktur jalan. (Dok Pribadi Sutomo Jabir)

Infrastruktur jalan di pelosok Kutim memprihatinkan, Sutomo Jabir minta Pemprov Kaltim tak tutup mata. Dia meminta agar Dinas Pekerjaan Umum Kaltim segera turun tangan membenahi kerusakan jalan-jalan di pelosok.

Akurasi.id, Samarinda – Kondisi infrastruktur jalan poros provinsi yang menghubungkan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dengan Kabupaten Berau tepatnya di Desa Kadungan Jaya Kecamatan Kaubun, dinilai sangat memprihantinkan.

Hal itulah yang disampaikan anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir saat berkunjung mengahadiri Musrembang di Desa Pengadan beberapa waktu lalu. Jabir mengungkapkan, keprihatinannya terkait hal itu, lantaran jalan rusak di daerah pemilihan (dapil) itu, berdampak besar pada suplai bahan pokok makanan di beberapa desa.

Baca Juga  Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2021

“Kondisinya tidak bisa dilalui, terutama di Desa Kadungan Jaya, kurang lebih 100 jalan di sana berlumpur apalagi kemarau (jalannya pasti berdebu dan banyak lubang),” jelas Jabir saat dihubungi wartawan media ini, Rabu (27/1/2021).

Terkait hal itu, politikus Partai PKB itu, berupaya mendorong pihak terkait, yaitu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim untuk segera melakukan perbaikan. Dia juga meminta agar Pemprov Kaltim tidak tutup mata dengan persoalan pembangunan infrastruktur di daerah pelosok maupun pesisir.

“Walapun saya di Komisi II DPRD Kaltim, di mana masalah pembangunan infrastruktur ini tidak termasuk tupoksi saya, namun tetap saya mendorong reken-rekan saya di Komisi III untuk segera melakukan upaya-upaya taktis,” imbuhnya.

Jabir menjelaskan, terpenting saat ini adalah upaya pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan. “Di sana kan ada UPTD Pemeliharaan Jalan di Kutim, harusnya pemerintah dapat melakukan perbaikan, ya paling tidak menaruh alat beratnya di sana, sekadar melakukan pengerasan sementara, agar masyarakat bisa melalui jalan tersebut,” ketusnya.

Dia menyebutkan, setidaknya ada 7 desa terdampak akibat jalan rusak, seperti di Desa Karangan, Batu Lepok, Pengadan dan Karangan Ilir. “Banyak warga yang mengeluhkan jalan rusak kepada saya, jadi enggak mungkin saya tinggal diam apalagi di sana dapil saya,” ujarnya.

Baca Juga  Sambut PON XX Papua 2021, Atlet Kaltim Mulai Jalani Tes Fisik

Lebih lanjut, Jabir juga mendorong agar perbaikan jalan provinsi di sana dapat dijadikan program multi years contract (MYC) atau tahun jamak. Sebab jalan di sana merupakan jalan penghubung antara kabupaten/kota atau jalan provinsi.

“Kalau kita dorong multy years bisa tembus, itu akan sangat bagus sekali. Inikan jalur antar wilayah, ini juga sejalur dengan program konektivitas kami di DPRD,” pungkasnya. (*) 

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks