Riwayat

Lika Liku Perjalanan Christianus Benny, dari Karyawan Delivery Order, Mualaf hingga Nakhodai Dinas ESDM Kaltim

Lika Liku Perjalanan Christianus Benny, dari Karyawan Deliveri Order, Mualaf hingga Nakhodai Dinas ESDM Kaltim
Christianus Benny telah melewati berbagai lika liku perjalanan kedinasan sebelum sekarang menjabat Kepala Dinas ESDM Kaltim. (Dok Pribadi Muhammad Christianus Benny)

Lika Liku Perjalanan Christianus Benny, dari Karyawan Delivery Order, Mualaf hingga Nakhodai Dinas ESDM Kaltim. Sebelum berada di titik sekarang ini, Benny pernah dinonjobkan dan menjadi staf biasa selepas dia menjabat Kepala Dishut Kubar atau usai kewenangan kehutanan di kabupaten ditarik ke pemerintah provinsi.

Akurasi.id, Samarinda Lahir dari keluarga sederhana dengan ayah seorang guru, membuat Christianus Benny belajar tentang banyak arti hidup. Begitu juga dalam menghadapi jatuh bangunnya perjalanan hidup. Dari hidup sederhana itu, Benny belajar bahwa hidup ini penuh dengan perjuangan. Dengan kunci utama, ikhtiar dan doa sebagai landasannya.

Itu juga yang mungkin mengantarkan bagaimana Christianus Benny tidak pernah mengenal menyerah dalam merintis karier kedinasan. Di mana, kini pria kelahiran Samarinda, 14 September 1977 silam itu, telah menjadi nakhoda Dinas Energi Sumber dan Daya Mineral (ESDM) Kaltim.

Menjadi Kepala Dinas (Kadis) ESDM Kaltim, Benny terbilang cukup muda. Dia menjadi leader di usianya yang ke 44 tahun. Dia hanya terpaut 2 tahun lebih tua dari Kepala Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto yang menjabat kepala dinas tersebut pada usianya yang ke 41 tahun.

Masa kecil Benny, dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), dia habiskan semua di Kota Samarinda. Tepatnya di Jalan Kinibalu atau kini dikenal sebagai Jalan Tirta Kencana, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Ulu.

Kendati lahir dari keluarga sederhana, Benny terbilang cukup beruntung. Saat masih duduk di bangku SMA 1 Samarinda, Benny banyak berkenalan dan berteman dengan anak pejabat, dari anak kepala dinas hingga pejabat di kepolisian.

Dari pergaulannya ini, wawasan Benny kian terbuka dalam melihat banyak hal. Benny menyebutnya, perkenalannya dengan teman-teman barunya di masa SMA itu, membuatnya tahu banyak hal baru, dirinya tidak seperti katak dalam tempurung lagi.

Baca Juga  Hadapi Persaingan SDM, Pemprov Diminta Tak Jemawa dengan Program Beasiswa Kaltim Tuntas

“Dari pertemanan itu, saya mendapatkan banyak pelajaran. Wawasan saya juga semakin terbuka. Saat itu, teman saya ada banyak anak pejabat, seperti anaknya H M Ardan (mantan Gubernur Kaltim). Ada juga anak dari Kapolres Samarinda,” tutur Benny kala berbagi cerita dengan Akurasi.id.

Selepas menamatkan ilmu di bangku SMA, bapak 3 anak ini kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mendaftar sebagai mahasiswa di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Di kampus ternama Kaltim itu, Benny menimba ilmu di Fakultas Kehutanan.

Sebagaimana mahasiswa lainnya, Benny menghabiskan waktunya selain belajar dan memperdalam keilmuannya, dia juga mencoba-coba cari kerjaan sampingan. Ibarat sembari menyelam minum air, Benny bekerja selain menambah pengalaman, juga untuk mencari tambahan uang untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Setelah lulus kuliah pada tahun 2000, saya mencoba peruntukan dengan mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Cuman saat itu, saya gagal. Setahun berikutnya, saya mencoba lagi, tapi masih gagal lagi,” katanya.

Diangkat Jadi PNS di Kubar hingga Jadi Mualaf

Kendati dua kali mencoba mendaftar sebagai PNS selalu gagal, namun hal itu tidak sedikit pun menyurutkan langkah Benny untuk mencoba bekerja di tempat lain. Sepanjang itu baik, Benny mencoba bekerja apa saja pada saat itu.

Baca Juga  Hadapi Persaingan SDM, Pemprov Diminta Tak Jemawa dengan Program Beasiswa Kaltim Tuntas

Di masa itu, atau pada tahun 1998, Benny bahkan tidak sungkan bekerja sebagai pesuruh untuk mengantarkan barang pesanan orang. Istilah saat ini, delivery order. Kala itu, dia mendapatkan upah Rp150 ribu. Masa-masa itu dia jalani sejak masih duduk di bangku kuliah.

Pasca kuliah dan disela menunggu adanya seleksi PNS selanjutnya, Benny juga sempat mencoba bekerja sebagai sales obat di Indofarma. Di sini, Benny bekerja selama hampir setahun lamanya. Ketika itu, Benny memegang wilayah Tarakan dan Bulungan yang saat ini masuk wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).

Dari Kaltara, Benny kemudian memutuskan untuk menjadi tenaga honorer di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Setelah 3 bulan mengabdi, dia kemudian memutuskan ikut tes PNS dan dia diterima. Kala itu ada rasa sedih dan bahagia bercampur dalam diri Benny.

Pada waktu dia diterima PNS, orang tuanya laki-lakinya berpulang ke pangkuan Tuhan. Sementara sang ayah adalah sosok panutan yang sangat dihormati Benny. Di sisi lain, dia merasa sedih, karena saat dia diterima PNS, sang ayah belum sempat menyaksikannya.

“Ketika saya diterima PNS, bapak saya meninggal. Itu membuat saya betul-betul bersedih ketika itu. Orang tua yang sangat saya hormati meninggal sebelum saya bisa membahagiakannya,” ucap Benny mengenang masa-masa sedihnya kala itu.

Pada 2002, Benny memutuskan untuk menikahi seorang wanita beragama Islam. Dia adalah Andi Syarifah Faradibah Assegaf. Dari sini, Benny memutuskan menjadi mualaf dan mendapatkan tambahan nama Muhammad di depan namanya. Menjadi Muhammad Christianus Benny. Kendati demikian, dia telah mulai mengenal dan mempelajari secara serius agama Islam sejak tahun 1998.

“Sebelum menikah, saya sudah belajar juga tentang Islam. Dan saat menikah, saya benar-benar memutuskan sepenuhnya menjadi seorang mualaf,” katanya membagi cerita.

Baca Juga  Hadapi Persaingan SDM, Pemprov Diminta Tak Jemawa dengan Program Beasiswa Kaltim Tuntas

Lebih lanjut Benny bercerita, dia memulai karier PNS-nya dengan menjabat Penata Muda di Dinas Kehutanan (Dishut) Kubar. Setelah beberapa tahun mengabdi, dia mendapatkan kesempatan besar menjadi Kepala Bida (Kabid) Bina Hutan hingga dikemudian hari menjadi Kepala Dishut Kubar.

Semasa mengabdikan diri di Kubar, Benny menjalaninya dengan pulang pergi Samarinda-Kubar setiap pekannya. Itu semua dia lakukan karena anak-anaknya masih menempuh pendidikan di Samarinda. Baginya, apapun kesibukannya, kasih sayang untuk anak-anaknya harus tetap dikedepankan.

“Sebagai seorang ayah, saya harus memperhatikan pendidikan mereka. Makanya, saya memutuskan untuk bolak balik setiap minggunya Samarinda-Kubar. Itu saya lakukan dari 2006 hingga 2016,” cakapnya.

Lika Liku Benny Membangun Karier Kedinasan

Perjalanan karier Benny dalam merintis kariernya memang tidak semuanya berjalan mulus. Jatuh bangun pernah dia lalui. Namun dari semua titik dan lika liku perjalanan kariernya itu, yang membuat Benny cukup terkenang, yakni ketika dia harus kehilangan jabatannya sebagai Kepala Dishut Kubar.

Sebagai imbas ditariknya kewenangan sebagian kewenangan pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi, Benny ikut merasakan imbasnya. Karena kewenangan kehutanan yang semula ada di kabupaten, kemudian ditarik ke pemerintah provinsi.

Dari situ, Benny harus kembali merintis kariernya. Lantaran pada saat itu, setelah tidak menjabat sebagai kepala dinas, dia dinonjobkan dan dialihkan ke jabatan fungsional menjadi staf biasa. “Setahun menjadi kepala dinas, setelah itu saya dinonjobkan dan menjadi staf biasa,” ujarnya.

Baca Juga  Hadapi Persaingan SDM, Pemprov Diminta Tak Jemawa dengan Program Beasiswa Kaltim Tuntas

Pada 2017, Benny mencoba peluang mengikuti asesmen Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Berau. Namun pada waktu itu, Benny tidak berhasil terpilih. Dari situ, dia kemudian mencoba fokus ke pemerintah provinsi.

“Setelah gagal di sana, saya fokus di provinsi, perbanyak salat sunan malam dan pagi. Pada akhirnya, di tahun 2018, alhamdulillah saya lolos dan saya mendapatkan undangan pelantikan. Saat itu, saya mendapatkan tawaran menjadi Kepala UPTD KPHP Kendilo menggantikan Pak Ferdiansyah,” paparnya.

Di titik itulah karier Benny mulai menanjak, ia pun mendapatkan tawaran belajar mengenai kehutanan di Negara Denmark. “Hanya ada 2 orang di Kaltim yang mendapat kesempatan itu, dan hanya 10 orang se-Indonesia, di sana saya mendapatkan pengalaman berharga,” ungkapnya.

Pada awal tahun 2020, Benny mendapatkan mutasi pulang ke Delta Mahakam. Di sana ilmu Benny makin bertambah, karena di tempat itu dia harus mengurus 64 pulau dengan persoalan yang ada, seperti Illegal logging dan kayu galam saat masih di Kendilo.

Hingga pada bulan Agustus 2020, Benny mencoba kembali peruntukannya menjadi Kepala Dinas ESDM Kaltim. Seleksi itu dia ikuti bersama Sekertaris Dishut Kaltim dan Sekertaris Dinas ESDM Kaltim. Dalam perjalanannya, ujian sempat dapat menghadang dia, di mana Benny kenyataan bahwa dia berstatus reaktif PCR Covid-19.

Hasil itu dia dapatkan saat melakukan tes masal di Dishut Kaltim. Untuk memastikan dirinya terpapar Covid-19, Benny pun kemudian memutuskan melakukan swab tes untuk kali keduanya. Namun ternyata hasilnya kembali reaktif. Hal ini sempat membuat Benny kelimpungan. Karena di satu sisi dia sedang mengikuti seleksi JPT Pratama di lingkungan Pemprov Kaltim.

Tidak ingin putus asal dan berkecil hati, Benny kemudian memutuskan melakukan swab di Kukar dengan menggunakan biaya yang telah disiapkan panitia seleksi. Setelah menunggu sekitar dua minggu, hasil swab itu pun keluar dan dinyatakan negatif. Setelah itu Benny pun berusaha meminta doa dan meminta restu kepada para tokoh serta ulama, agar dirinya dapat terpilih sebagai Kepala Dinas ESDM Kaltim.

Baca Juga  Hadapi Persaingan SDM, Pemprov Diminta Tak Jemawa dengan Program Beasiswa Kaltim Tuntas

“Alhamdulillah, saya terpilih menjadi Kepala Dinas ESDM Kaltim. Ada sedikit rasa tidak percaya bisa dipercaya dan diamanahkan sebagai kepala dinas, apalagi yang saya jabat adalah salah satu instansi yang cukup strategis di Pemprov Kaltim,” tuturnya.

Di depan kemudi Dinas ESDM Kaltim, Benny kini siap menunjukkan kinerja terbaiknya. Menjawab tantangan dan kepercayaan yang diberikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi dengan memberikan inovasi pelayanan di instansi yang dia pimpin. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Dilengkapi: Dirhanuddin
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks