Riwayat

Puguh Harjanto, dari Kota Taman hingga Perizinan Kaltim “Dinobatkan” Jadi Kepala Dinas Termuda (2-habis)

Puguh Harjanto, dari Kota Taman hingga Perizinan Kaltim “Dinobatkan” Jadi Kepala Dinas Termuda (2-habis)
Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto memiliki cerita panjang hingga bisa sampai di titiknya sekarang ini. (Redaksi Akurasi.id)

Puguh Harjanto, dari Kota Taman hingga Perizinan Kaltim “Dinobatkan” Jadi Kepala Dinas Termuda. Di balik setiap pencapaian yang didapatkan Puguh, doa dari kedua orang tua dan dukungan istri serta anak-anaknya, menjadi modal berharganya. Apalagi sang ibu selalu mendoakannya lewat puasa Senin-Kamis.

Akurasi.id, Samarinda – Apa yang diraih Puguh Harjanto saat ini tidak didapatkan dengan begitu saja. Melainkan ada cerita panjang dan berkelok-kelok yang telah dilewatinya. Pengalaman telah menjadi guru terbaik yang mengajarkan banyak hal pada Puguh Harjanto hingga pada akhirnya dipercaya sebagai kepala DPMPTSP Kaltim.

Sebelum sekarangt ini dipercaya memimpin DPMPTSP Kaltim, pintu karir Puguh mulai kian terbuka diawali pada akhir 2017 lalu. Kala itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang membuka seleksi open biding atau seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) di lingkungan itu.

Mendapatkan informasi itu, Puguh tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dengan bermodal pengalaman dan keinginan mencoba hal-hal baru, Puguh lalu mengikuti tes tersebut. Pada tahun yang sama, dia juga mendapatkan tugas untuk mengikuti talent pool BKN regional Banjarmasin.

Di waktu itu, terdapat 4 orang yang dikirim mengikuti talent pool BKN tersebut. Puguh menjadi salah satunya. Kegiatan itu dalam rangka mapping kader pimpinan di pemerintah daerah (pemda), yang dilatih untuk mengikuti assessment. Keikutsertaannya pada kegiatan itu semakin membuka wawasan bapak 4 anak ini tentang pentingnya ivovasi dalam kepemimpinan.

“Saya sangat berterima kasih karena bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti talent pool BKN regional Banjarmasin itu. Saya menjadi tahu banyak hal di sini. Saya banyak belajar tentang problem solving,” ucap suami dari dr Lisa Retno Dewi ini.

Sepulang dari kegiatan talent pool BKN dan usai mengikuti seleksi JPT, Puguh masih menunggu sekitar 7 bulan untuk mengetahui hasil seleksinya. Dengan harap-harap cemas, Puguh setia menunggu. Namun baginya, apapun hasil dari seleksi itu, dia memasrahkannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Sekitar 7 bulan, atau Juli 2018, alhamdulillah saya dilantik sebagai kepala DPMPTSP Bontang. Sistem seleksi menurut saya di masa ini, merupakan hal yang sangat luar biasa,” katanya berbagi cerita dengan Akurasi.id.

Bagi Puguh, sistem seleksi menjadi pintu yang sangat terbuka bagi para ASN untuk menunjukan kualitas dan kinerja mereka. Secara normatif, untuk Puguh yang ketika itu masih eselon IIIB, belum dapat menjabat kepala dinas. Karena idealnya jabatan kepala dinas diduduki oleh ASN dengan eselon IIIA.

Namun sejak adanya peraturan seleksi terbuka JPT, telah membuka banyak kesempatan bagi setiap ASN untuk meniti karir mereka. Tidak hanya itu, seleksi terbuka JPT itu, juga menjadi ajang bagi setiap ASN untuk menunjukan kualitas dan kinerja terbaik mereka dalam menjalankan sebuah tugas serta tanggung jawab besar.

Menjabat Kepala DPMPTSP Diusia 38 Tahun

Ditunjuknya Puguh Harjanto sebagai kepala DPMPTSP Bontang, menempatkan dia sebagai kepala dinas termuda yang mengisi jabatan penting di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Kala itu, pria kelahiran Ngawi, 10 Agustus 1979 itu, menjabat sebagai kepala dinas pada usianya yang baru menginjak 38 tahun pada Juli 2018 lalu.

Bagi putra dari mendiang bapak Sidagung AH dan ibu Rusmayati ini, ada rasa percaya dan tidak kala namanya diumumkan sebagai kepala DPMPTSP Bontang. Karena pada kali pertama dia mengikuti seleksi JPT, dirinya langsung bisa terpilih dan mendapatkan amanah memimpin sebuah dinas yang terbilang sangat strategis bagi Kota Bontang.

“Bagi saya, bisa dipercaya sebagai kepala DPMPTSP adalah hal yang luar biasa. Apalagi ketika itu, saya menjadi kepala dinas paling muda di Kota Bontang. Karena saya menjabat kepala dinas pada usia saya yang ke 38 tahun. Benar-benar di luar ekspektasi saya,” tutur Puguh membagikan cerita hidupnya.

Tidak ingin larut dalam euforia, Puguh pun langsung tancap gas untuk memberikan dan menunjukan kinerja terbaiknya dalam membawa DPMPTSP Bontang sebagai sebuah instansi yang modern, terutama dalam pelayanan perizinan dan investasi di Kota Taman -sebutan Bontang. Karena dirinya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.

Alhasil, selama menjabat, Puguh memang melahirkan banyak inovasi di instansi yang dia pimpin. Bahkan beberapa diantaranya sukses menyabet penghargaan, baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Satu di antara inovasi itu, yakni Sistem Perizinan Elektronik (Si Peri Link) yang mendapatkan Penganugerahan Indonesia Inovation 2019 di tingkat Provinsi Kaltim.

“Target saya kala itu, bagaimana DPMPTSP Bontang tidak ketinggalan dengan kabupaten/kota lainnnya di Kaltim. Pada 2019, provinsi memberikan penghargaan juara 3 inovasi antar perangkat daerah se-Kaltim, berupa program sistem perizinan elektronik,” ungkapnya.

Dari Kota Taman Dipercaya Pimpin DPMPTSP Kaltim

Layaknya takdir memanggil, pada 2020, Puguh Harjanto kembali mendapatkan tantangan baru dalam karir kepegawaiannya. Sebagaimana saat mengikuti seleksi JPT kepala DPMPTSP Bontang, pada 2020 lalu, Puguh juga berada di tantangan serupa. Ya, ketika itu, Puguh diberitahukan bahwa akan ada seleksi terbuka JPT oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Berbekal pengalaman dan rasa keingintahuan yang besar, Puguh pun sigap menangkap peluang itu. Apalagi dalam kesempatan itu, Puguh diberitahukan, bahwa salah satu seleksi JPT yang dibuka adalah jabatan kepala DPMPTSP Kaltim. Hal itu semakin mengokohkan keyakinan Puguh untuk berpartisipasi dalam seleksi tersebut.

“Saat itu, banyak teman-teman yang sedikit ragu dan menyarankan agar saya tidak tergesa-gesa mengukuti seleksi. Tapi bagi saya, saya memerlukan tantangan dalam bekerja. Ketika ada ruang dan kesempatan itu, kenapa tidak,” ucap Puguh menebalkan keyakinan.

Prinsip hidup yang selalu digengam erat seorang Puguh adalah, bahwa pengabdian harus selalu ditabur. Seleksi kepala DPMPTSP Kaltim menurutnya menjadi salah satu ladang yang luas bagi dirinya dalam mengabdi dan mengais amal ibadah. Berlandaskan itu, dia lalu tanpa ragu memutuskan ikut seleksi.

“Bagi saya, ketika ada ruang yang lebih luas lagi bagi pengabdian, maka itu sangat positif. Sepanjang kita bisa bermanfaat untuk lebih banyak orang, Insyaallah berkah bagi kita. Apalagi tantangannya tidak ringan,” tuturnya.

Setelah melewati sederet tahapan dan seleksi, Puguh pada dasarnya tidak begitu ngoyoh mengejar jabatan kepala DPMPTSP Kaltim. Apalagi, pada seleksi itu, dirinya memang kali pertama mengikuti seleksi JPT di tingkat Provinsi Kaltim. Menurutnya, jika dia terpilih, berarti usahanya dalam menantang dirinya sendiri berhasil. Tapi yang terpenting, Tuhan Yang Maha Kuasa merestui apa yang dia sedang lakukan.

“Ini menjadi seleksi kedua yang saya ikuti setelah sebelumnya di Bontang. Alhamdulillah, setelah terpilih, saya dipercaya jadi kepala DPMPTSP Kaltim. Ini menjadi amanah bagi saya dan harus saya jawab dengan kinerja yang sebaik mungkin, apalagi saya menjadi kepala dinas termuda juga di Kaltim saat ini. Ini bukan kebanggaan, tetapi menjadi penyemangat buat saya agar bisa bekerja lebih giat lagi,” paparnya.

Pada saat dilantik menjabat sebagai kepala DPMPTSP Kaltim, usia Puguh baru 41 tahun. Ini membuat dia menjadi kepala dinas termuda. Ini juga menjadi catatan tersendiri bagi Puguh. Dua kali seleksi JPT, dua kali pula dia langsung terpilih dan menjadi kepala dinas dengan usia termuda.

Kini, Puguh menabur mimpi untuk membawa inovasi bagi kemajuan pelayanan perizinan dan investasi di Kaltim. Utamanya dalam membantu Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi, menjadikan Kaltim sebagai provinsi yang berdaulat secara ekonomi dan pembangunan. Dinas perizinan menjadi salah satu pintunya.

“Bagi saya, pengembangan makro ekonomi adalah tantangan. Membangun daerah ada peran pemerintah. Ketika masuk ke makro ekonomi, peran DPMPTSP cukup besar andilnmya. Salah satunya, menghadirkan investasi dalam menggulirkan pergerakan ekonomi masyarakat,” sebutnya.

Untuk memperdalam keilmuannya, Puguh bahkan pada 2006 memutuskan melanjutkan kuliah magister atau Strata-2 pada pasca sarjana Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Puguh sukses merampungkannya pada 2008. Tak sampai di situ, saat ini Puguh juga memutuskan melanjutkan kuliah kedoktoran di kampus yang sama, Universitas Mulawarman Samarinda tahun 2020.

“Sejak lulus Strata-2 pada 2008, saya belum pernah kuliah lagi setelahnya. Praktis sekitar 12 tahun belum melanjutkan sekolah, dan alhamdulillah, sekarang saya kembali melanjutkan sekolah Strata-3, saya fokuskan ekonomi di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Mulawarman,” tuturnya.

Doa Orang Tua dan Istri Jadi Peringan Langkah Puguh

Di balik kokoh dan tegaknya langkah seorang Puguh Harjanto, berdiri kokoh pula doa dari kedua orang tuanya, mendiang Sidagung AH dan ibunya Rusmiyati. Puguh bercerita, sang ibu Rusmiyati mempunyai kebiasaan sejak dia kecil selalu melaksanakan puasa Senin-Kamis. Puasa itu dilakukan sang ibu untuk mendoakan anak-anaknya.

“Ibu saya, dulu beliau selalu senang puasa Senin-Kamis untuk anak-anaknya. Pada saat itu, Allah belum menunjukan hikmahnya dari apa yang dilakukan ibu saya. Tapi kini, doa dan amalan itu, kini sudah kami rasakan,” ucap sembari mengenang masa-masa kecilnya.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan sang ibu, adalah jasa yang tiada akan mungkin dibalas oleh Puguh. Karena hampir semua amal ibadah dari sang ibu selalu diniatkan kepada anak-anaknya. Kini dia hanya bisa memberikan pengabdian terbaiknya, baik kepada sang ibu maupun kepada masyarakat lewat jabatan dan amanah yang diberikan kepadanya.

“Kalau bapak, beliau sering memberikan wejangan. Petuah dalam menjalani hidup. Itu menjadi terpatri di benak kami, apa yang baik untuk kami, untuk orang banyak,” katanya.

Dia menambahkan, selain doa dari kedua orang tuanya, dukungan lain yang tidak kalah penting bagi Puguh yakni istri dan anak-anaknya. Mereka menurut Puguh selalu ada dan menjadi penyemangat dalam setiap kesulitan yang dia hadapi.

“Semangat dari keluarga, terutama pasangan hidup, sangat penting. Mereka selalu ada dan terasa memberikan semangat dan doa yang luar biasa ke saya,” pungkas Puguh menutup ceritanya dengan media ini. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks