CorakRagam

Sinergi, Upaya Kelurahan Loktuan Keluar Zona Merah Covid-19

Loktuan Keluar Zona Merah

Sinergi, Upaya Kelurahan Loktuan Keluar Zona Merah Covid-19
Kelurahan Loktuan disebut aktif melakukan sosialisasi dan sinergi dengan berbagai pihak, sebagai upaya keluar dari zona merah Covid-19. (istimewa)

Merangkul berbagai pihak menjadi upaya Kelurahan Loktuan keluar zona merah Covid-19. Kelurahan Loktuan aktif bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, organisasi, dan perusahaaan.

Akurasi.id, Bontang – Menurut data Tim Gugus Covid-19 Bontang, Kelurahan Loktuan hingga Selasa (5/1/2021) menduduki peringkat pertama dengan kasus Covid-19 aktif 47 kasus. Hingga kini pula, Loktuan masih masuk dalam zona merah bersama tiga kelurahan lainnya, seperti Gunung Elai, Belimbing, dan Gunung Elai. Lantas, bagaimana upaya Kelurahan Loktuan keluar zona merah Covid-19?

Lurah Loktuan Muhammad Takwin menjelaskan, penduduk terbanyak di Kota Bontang terdapat di Kelurahan Loktuan, kurang lebih 22 ribu penduduk. Dengan jumlah penduduk yang besar dan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang semakin meluas, Kelurahan Loktuan aktif bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, organisasi, dan perusahaaan.

“Kita bersinergi dengan berbagai pihak. Sebut saja Dinkes Bontang yang juga membawahi Puskesmas Bontang Utara II. Kami selalu Koordinasi terkait data masyarakat yang terpapar Covid-19. Dari data tersebut, kami menganalisa masyarakat yang dirawat hingga yang karantina mandiri,” jelas Takwin saat ditemui akurasi.id di kantornya, Selasa (5/1/2021).

Lanjut Takwin, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan beberapa organisasi sosial, yang fungsinya memberikan bantuan berupa sembako.

“Nah, sembako-sembako ini kemudian dibagikan ke masyarakat yang karatina rumahnya. Tujuannya agar masyarakat tersebut tidak perlu keluar rumah saat menjalani karantina, dan juga memberi semangat warga-warga kami,” kata dia.

Selain dari Dinkes, Kelurahan Loktuan juga rutin mendapatkan bantuan dari perusahaan. Bantuan tersebut berupa masker dan disinfektan, agar masyarakat dapat menjalankan protokol 3M tersebut.

“Dari perusahaan, Forum RT, Kelurahan, Babinsa, Babinkamtibnas, dan organisasi tersebut, kami juga bekerja sama melakukan disinfeksi ke masjid, musala, gereja, toko, pasar, dan seluruh tempat umum yang ada di Kelurahan Loktuan. Ini dilakukan lima hari dalam satu bulan,” kata Takwin.

Selain dari kerja sama dan bantuan dari perusahaan, Kelurahan Loktuan juga rutin sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait bahaya penyebaran Covid-19.

“Kami juga tak henti memberikan imbauan ke warga untuk selalu mengigat 3M plus 1T. dan tak lupa juga kami ingatkan dengan rutin olahraga dan makan-makanan yang sehat untuk meningkatkan imun tubuh,” pungkasnya. (*).

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks