CorakRagam

Terkait Video Bernada Provokasi, Gerakan Pemuda Asli Kalimantan Lapor Polisi, Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Terkait Video Bernada Provokasi, Gerakan Pemuda Asli Kalimantan Lapor Polisi, Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi
Pengurus Besar (PB) Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) klarifikasi terkait video viral yang bernada provokasi (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Terkait video bernada provokasi, Gerakan Pemuda Asli Kalimantan Lapor Polisi, minta masyarakat tidak terprovokasi. Video bernada provokasi berpotensi menimbulkan konflik SARA.

Akurasi.id, Samarinda – Pengurus Besar (PB) Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) memberikan klarifikasi terhadap video berdurasi 1 menit 50 detik yang viral di media sosial (medsos) pada 27 Maret 2021 lalu. Melalu sekretaris Gepak, Muhammad Barkati menyampaikan beberapa pernyataan sekaligus memastikan tudingan ujaran SARA yang ditudingkan ke pihak Gepak.

“Kami dari PB Gepak pada hari ini membuat suatu pernyataan sikap terkait permasalahan yang terjadi beberapa waktu lalu, tujuannya agar masyarakat semua tahu kronologis permasalahan sebenarnya,” ungkap Barkati di Kantor PB Gepak di Ruko Alaya Junction Blok LD, Rabu (21/4/2021).

Pernyataan sikap yang dilakukan oleh Gepak ini bertujuan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar luas melalui sosmed. Diharapkan agar tidak mudah terhasut oleh provokasi-provokasi yang dibuat oknum pengadu domba.

“Gepak mendukung sepenuhnya tindakan tegas aparat keamanan TNI-Polri bagi mereka oknum yang melakukan penyerangan dan bertindak anarkis beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Pihaknya mempercayakan sepenuhnya kepada pihak berwajib atas tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku terhadap oknum, ataupun kelompok yang menyebarkan dan memviralkan video melalui medsos.

Menurutnya, video yang viral bernada provokasi yang berpotensi menimbulkan konflik SARA dan dapat meresahkan masyarakat Kota Samarinda.

“Video-video yang diedit oleh kelompok, oknum dan perorangan yang telah beredar di berbagai medsos merupakan salah satu bentuk provokasi,” ulasnya.

Sebenarnya, permasalahan ini merupakan kasus kriminal murni yang dilakukan oleh oknum tersebut. Barkati berharap kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan dan tidak tahu persoalan ini untuk tidak melibatkan diri terhadap konflik yang terjadi.

Pihak yang berwajib diharapkan memonitor isu negatif yang berkembang, karena saat ini kasusnya sedang dalam proses penyidikan di Polres Kutai Kartanegara (Kukar).

“Kami siap membantu menciptakan kesadaran keamanan dan ketertiban di masyarakat, mari ciptakan kondisi yang aman dan kondusif. Pernyataan sikap ini kami buat untuk mencegah isu negatif dan konflik berkelanjutan di tengah masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PB Gepak Abraham Ingan sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran yang ada di bawah payung hukum Gepak.

“Saya ucapkan terima kasih atas kesadaran kita semua yang telah menciptakan situasi aman, damai serta kondusif di dalam menjalankan dan menghormati bulan suci Ramadan yang saat ini sedang berjalan,” ucapnya.

Abraham mempercayakan kasus yang terjadi kepada aparat penegak hukum, diharapkan dapat menindak tegas para pelaku, pengedar dan para pengedit video yang bernuansa SARA dan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Saya berterima kasih atas kesadaran masyarakat yang telah memahami semua situasi yang terjadi. Sehingga kita sama-sama saling menjaga agar situasi tetap aman, damai dan kondusif,” katanya pada media ini.

Ia menambahkan bahwa pernyataan sikap pada hari ini resmi secara institusi tertinggi PB Gepak di dalam menyikapi permasalahan-permasalahan yang telah terjadi beberapa waktu lalu.

“Kami berharap tidak ada lagi yang mengedit dan menyebarkan video yang bernuansa SARA. Jangan ada lagi konten-konten yang membawa pengaruh negatif terhadap sebuah konflik yang mengarah ke isu SARA,” harap Abraham. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks