Pemkot Bontang

Ratusan Warga Binaan Lapas Bontang Dapat Remisi, Neni: Perilaku dan Akhlak Harus Ditingkatkan

Ratusan Warga Binaan Lapas Bontang Dapat Remisi, Neni: Perilaku dan Akhlak Harus Ditingkatkan
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada upacara pemberian remisi kepada narapidana dan anak pidana, Jumat (16/8/19). (Herman Baakel/Humas Pemkot Bontang)

Akurasi.id, Bontang – Dirgahayu Republik Indonesia (RI) yang diperingati setiap 17 Agustus selalu menjadi momentum yang banyak ditunggu setiap warga binaan di suatu lembaga pemasyarakatan (Lapas). Tidak terkecuali warga binaan yang menghuni Lapas Kelas III Bontang.

Pada hari ulang tahun (HUT) ke-74 RI, diketahui terdapat sebanyak 760 warga binaan Lapas Bontang yang mendapatkan remisi dari total jumlah 1.078 penghuni lembaga tersebut. Bahkan sebanyak 15 orang di antaranya diketahui akan bebas tepat pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2019.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni secara khusus menyampaikan sejumlah wejangan kepada para penghuni Lapas pada upacara remisi umum narapidana dan anak pidana, Jumat (16/8/19). Acara yang berlangsung di Lapas Bontang itu dipimpin sendiri Neni sebagai inspektur upacara.

Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Kepala Lapas Bontang Heru Yuswanto, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang, ikut hadir pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Neni menyampaikan, proklamasi kemerdekaan  17 Agustus 1945 adalah titik awal atau tahapan tertinggi dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Seperti halnya pemberian remisi, sambungnya, tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemberian hak bagi warga binaan di suatu lembaga pemasyarakatan. Melainkan harus bisa dimaknai lebih dari sekadar itu.

Menurut dia, remisi merupakan apresiasi negara terhadap seorang warga binaan Lapas karena dinilai mampu konsisten menunjukkan adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. “Warga binaan Lapas harus selalu menunjukkan adanya peningkatan kualitas perilaku hidup. Harus menjadi peribadi yang lebih baik, taat, dan berakhlak,” serunya.

Hal terpenting dari pemberian remisi yakni agar seorang warga binaan atau narapidana bisa menjadi manusia yang lebih taat dan patuh hukum. Begitu juga dengan norma-normal kehidupan. Itu sebagai bentuk tanggung jawab kepada sesama manusia dan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Harus selalu ada upaya introspeksi diri dan meningkatkan akhlak,” katanya.

“Untuk warga binaan yang mendapatkan remisi, khususnya yang bebas, saya mengucapkan selamat. Saya mengingatkan agar selalu menjaga keimanan kepada Tuhan. Itu sebagai landasan menjalani kehidupan bersama keluarga dan sebagai anggota masyarakat,” tambahnya.

Adapun untuk kondisi Lapas atau rumah tahanan (rutan) di Bontang yang disebut-sebut sudah banyak yang sudah kelebihan daya tampung atau melebih kapasitas, Neni berujar, kalau yang demikian sudah mendapatkan perhatian dari pemerintahan yang dia pimpin. Upaya merenovasi atau memperluas Lapas dan rutan yang ada adalah salah satu opsi yang bisa diambil ke depannya.

“Masih banyak kami dengar adanya dugaan pengendalian dan pengedaran narkoba (yang dilakukan di Lapas atau rutan). (Begitu juga dengan) penyalahgunaan ponsel dan pungutan liar yang terjadi. (Dan saya mengira) semuanya berakar pada masalah kelebihan penghuni Lapas atau rutan,” tuturnya. (*)

Penulis: Hermawan
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (1 Review)
Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close