Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Antisipasi Wabah Covid-19, DPK Bontang Pilih Batasi Pemustaka di Sejumlah Ruang Baca

Antisipasi Wabah Covid-19, DPK Bontang Pilih Batasi Pemustaka di Sejumlah Ruang Baca
Tampak gedung DPK Bontang yang berada di Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan tertata rapi. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Antisipasi wabah Covid-19, DPK Bontang pilih batasi pemustaka di sejumlah ruang baca. Tujuannya agar tetap memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemustaka yang datang untuk membaca buku yang ada di DKP Bontang.

Akurasi.id, Bontang – Status pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga dengan saat ini membuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DKP) Bontang menerapkan semaksimal mungkin protokol kesehatan. Selain untuk menekan dan mencegah wabah tersebut, kebijakan itu juga diambil DPK Bontang untuk memberikan kenyamanan kepada para pemustaka.

Baca juga: Perpustakaan Pesisir Kekurangan Buku, DPK Bontang Berjanji Akan Benahi

Di antara kebijakan penerapan protokol kesehatan yang dilakukan DKP Bontang adalah dengan menutup beberapa fasilitas dan ruang baca yang ada di instansi tersebut. Antara lain ruang baca serius, ruang baca santai, ruang baca anak, dan ruang multimedia.

Ruang baca serius ini juga merupakan ruang baca inti yang terdapat di lantai 2 gedung DPK, di ruang ini terdapat ribuan macam koleksi buku. Hal itu memudahkan pemustaka mencari referensi dan berbagai jenis buku yang diinginkan.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan DPK Bontang, Alifia Rizkiyanti mengakui, kalau ruang baca serius ini adalah yang paling sering didatangi oleh pemustaka. Karena suasana ruanganya yang terbilang sunyi dan memang terdapat banyak koleksi buku.

“Di lantai 2 ini ada ruang baca serius, di ruang ini bisa menampung 70 pemustaka, suasana di ruang baca tersebut terbilang sunyi, karena memang kondisinya para pemustaka ingin membaca, meneliti atau mencari referensi harus mendapatkan tempat dan suasanya yang lebih serius,” jelas Alifia ditemui media ini pada Kamis (5/11/2020) lalu.

Namun sejak pandemi Covid-19 ini, yang awalnya ruang baca serius tersebut menampung 70 pemustakan, untuk sementara dilakukan pembatasan yakni maksimal untuk 30 pemustaka saja lagi. Tujuannya tidak lain untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Sekarang memang sudah kami lakukan pembatasan. Maksimal sekarang hanya 30 orang saja dalam ruangan itu. Kami mencoba membatasi itu agar pembaca juga merasa nyaman dan tidak terlalu khawatir dengan Covid-19,” katanya.

Sementara untuk ruang baca santai, lanjut Alifia, merupakan ruang yang lebih yang didesain untuk memerikan ruang diskusi. Ruang tersebut lebih sering digunakan oleh rombongan keluarga, organisasi, kalangan siswa maupun mahasiswa.

“Karena memang sejak awal ruangan baca santai ini kami desain untuk kebutuhan berdiskusi, makanya biasa digunakan oleh meraka yang datang secara berkelompok ke sini (DPK Bontang),” tuturnya.

Dia berharap, wabah Covid-19 dapat segera berlalu. Sehingga pembaca atau pemustaka dapat kembali datang membaca ke DPK Bontang tanpa harus merasa waswas lagi dengan penyebaran wabah tersebut. Budaya literasi di Bontang juga semakin meningkat. (*)

Penulis: Rezky Jaya
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks