DPRD Bontang

RDP Bontang City Mall, DPRD Bontang Tuntut Bangun Drainase dan Polder

RDP Bontang City Mall, DPRD Bontang Tuntut Bangun Drainase dan Polder
RDP Bontang City Mall, Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina panggil perusahaan terkait. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

RDP Bontang City Mall, DPRD Bontang tuntut bangun drainase dan polder. Pasalnya pembangunan mall tersebut rupanya berdampak banjir pada lingkungan warga sekitar pembangunan proyek.

Akurasi.id, Bontang – Pembangunan Bontang City Mall (BCM) di Jalan Jenderal Sudirman, Tanjung Laut, rupanya berdampak pada lingkungan. Masalah banjir pun dikeluhkan warga sekitar.

Baca juga: Listrik Lok Tunggul Bonles Dipastikan  Komisi III DPRD Bontang Terpasang  November Mendatang

Hal ini menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) melalui Komisi III DPRD Bontang.

Menangapi hal itu, komisi III mengundang PT Abipraya selaku owner BCM, Kontraktor PT Brantas, dan Ketua RT 24 serta RT 25 Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan.

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan, permasalahannya saat ini karena pihak kontraktor belum mendapatkan tambahan kerja dari pihak owner, yakni PT Abipraya. Sehingga pihak kontraktor mengaku pengerjaan drainase dan polder dalam menanggulangi dampak banjir belum dapat dikerjakan.

“Dari rapat tadi kami sudah tekankan kepada kontraktor, untuk meminta tambahan kerjaan ke pihak owner (PT Abipraya) yang tidak masuk dalam tender atau hitungan mereka,” ucap Amir saat ditemui di ruangannya usai RDP, Selasa (27/10/2020).

Dia menuturkan, jika pembuatan drainase belum masuk dalam progres pekerjaan, dikhawatirkan banjir akan kembali terjadi di sekitar lokasi.

“Bulan lalu juga kita sudah ke sana melihat dampak banjir yang diperkirakan berasal dari pembangunan BCM. Ya kita harap itu jangan sampai terulang,” tuturnya.

Amir meminta kepada kontraktor secepatnya menyurati PT Abipraya untuk meminta tambahan pekerjaan. Agar pengerjaan drainase dan polder segera dilaksanakan.

“Kita tidak mau tahu hitungnya kayak apa, DPRD hanya berharap balasan secepatnya dari jawaban yang kami minta,” imbuhnya.
Amir menekankan jika sampai waktu yang ditentukan pihaknya belum mendapat tanggapan dari kontraktor atas kejelasan pembangunan drainase dan polder, DPRD Bontang tak segan-segan memberikan sanksi kepada owner.

“Kita berikan waktu sampai bulan 11 ini, karena bulan 12 itu sudah mulai pekerjaan pembangunan,” tegasnya.

Lanjut Amir, apabila tidak ada tanggapan dari hasil rapat ini, DPRD Bontang akan terpaksa menghentikan sementara pembangunan mall tersebut.

“Ini ketegasan kita, jika tidak direspon, sanksinya menutup sementara pekerjaan dengan terpaksa kami lakukan, sebab sebagai wakil rakyat kami selalu disoroti masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks