DKP3 Bontang

DKP3 Bontang Jamin Stok Pangan Aman Selama Tidak Ada Penutupan Jalur Transportasi

DKP3 Bontang Jamin Stok Pangan Aman Selama Tidak Ada Penutupan Jalur Transportasi
Kabid Pangan DKP3 Bontang Debora Kristiani memastikan pasokan bahan pangan dalam beberapa bulan ke depan masih aman. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

DKP3 Bontang Jamin Stok Pangan Aman Selama Tidak Ada Penutupan Jalur Transportasi. Sebab, hampir sebagian besar pasokan bahan pokok atau pangan yang ada di Kota Bontang merupakan distribusi dari luar Kaltim, dalam hal ini Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi.

Akurasi.id, Bontang – Ketersediaan bahan pokok atau pangan di Kota Bontang dipastikan hingga sejauh ini masih cukup aman, meski aktivitas masyarakat saat ini serba mengalami keterbatasan dikrenakan dampak pandemi Covid-19. Alur kegiatan transportasi yang masih terbuka dan lancar menjadi kunci ketersediaan pangan masih cukup terjaga.

Baca juga: Daerah Nyerakat Kiri Bakal Jadi Projek Awal Penanaman Berbasis Pekarangan DKP3 Bontang

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP3 Bontang Arman melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketahan Pangan Debora Kristiani, mengatakan bahwa sepanjang kegiatan transportasi, baik darat, udara dan laut masih dibuka, maka proses pendistribusian berbagai bahan pokok yang dari luar daerah ke Bontang masih aman.

Karena sebagaimana diketahui, hampir sebagian besar kebutuhan bahan pokok atau pangan yang ada di Kaltim maupun Bontang, masih diimpor dari daerah lain seperti dari Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa. Sehingga pendistribusiannya bergantung dari lancar atau tidaknya kegiatan transportasi.

Untuk itu, dikatakan Debora, bahwa saat ini hanya transportasi yang dapat menggangu ketersedian stok pangan Kota Bontang. Dia berharap, tidak ada kebijakan pembatasan kegiatan transportasi yang berskala besar di masa pandemi Covid-19.

“Kita kan dari lokal ada dan luar daerah juga ada, tapi memang lebih banyak dari luar daerah seperti Jawa dan Sulawesi. Jadi selama transportasi tidak tutup, pangan di Bontang aman,” kata Debora saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/11/2020).

Ia menerangkan bahwasanya Bontang bukan penghasil bahan makanan. Sebab itu membutuhkan daerah lain untuk menyuplai ketersedian pangan pokok maupun bahan yang strategis.

“Harus diakui Bontang bukan produsen bahan makanan. Namun suplai bahan makanan sejauh ini aman-aman saja,” tuturnya.

Meskipun saat ini kondisi pandemi Covid-19 namun ketersediaan bahan pangan belum mengalami gangguan. Selain itu kenaikan harga bahan pokok pun tidak ada yang signifikan. Masih relatif terkendali di hampir semua jenis bahan pangan.

“Secara keseluruhan tidak ada kenaikan dan kelangkaan bahan makanan, hanya ada beberapa, seperti bawang merah yang merangkak naik mencapai Rp40 ribu perkilogramnya,” terang dia.

Debora menambahkan, bahwa saat ini pihaknya terus melakukan operasi pasar untuk stabilisasi harga. “Kami juga saat ini masih terus lakukan operasi pasar untuk komoditas yang harganya cenderung naik. Sampai dengan hari ini pasokannya masih lancar,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks