DKP3 Bontang

Kaya Hasil Laut, DKP3 Bontang Ajak Nelayan Manfaatkan Hasil Laut Jadi Produk Makanan hingga Souvenir

Kaya Hasil Laut, DKP3 Bontang Ajak Nelayan Manfaatkan Hasil Laut Jadi Produk Makanan hingga Souvenir
Kasi Perikanan Tangkap DKP3 Bontang Idhamsyah saat menyampaikan penyuluhan. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Kaya hasil laut, DKP3 Bontang ajak nelayan manfaatkan hasil laut jadi produk makanan hingga souvenir. Sehingga masyarakat atau nelayan yang ada di Bontang memiliki penghasilan ekonomi tambahan selain dari menangkap ikan.

Akurasi.id, Bontang – Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang melihat bahwa Bontang memiliki potensi yang cukup luar biasa dari hasil laut. Mulai dari ikan yang cukup berlimpah hingga dengan hasil laut lainnya seperti membuat olahan turunan dari ikan sampai dengan souvenir.

Baca juga: DKP3 Bontang Jamin Stok Pangan Aman Selama Tidak Ada Penutupan Jalur Transportasi

Kepala Seksi (Kasi) Perikanan Tangkap DKP3 Bontang, Idhamsyah menuturkan, dengan kekayaan sumber daya laut yang dimiliki Bontang, bila dikelola dengan baik dengan berbagai inovasi, bisa menjadi sumber ekonomi tersendiri bagi masyarakat, terutama para nelayan.

Secara letak geografis, 70 persen wilayah Kota Bontang adalah laut. Sehingga membuat Bontang menjadi salah satu kota yang diunggulkan dalam produksi hasil perikanan dari para nelayan setempat. Walaupun saat ini kewenangan laut Bontang dibatasi Pemerintah Kaltim. Namun untuk pengolahan sumber daya alamnya masyarakat tetap dapat melakukannya.

“Hampir 70 persen daerah Bontang ini adalah laut. Namun sejak UU 23 tahun 2014, kewenangan kita dibatasi mulai 0 mil menjadi kewenangan provinsi. Tetapi dalam hal ini hanya kewenangan,” ucap Idhamsyah ditemui usia Penyuluhan Program Penataan Aset Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang di Selambai, Kamis (12/11/2020).

Ia menambahkan, bahwa Bontang memiliki berbagai macam jenis produk hasil laut berupa ikan dan elemen lainnya yang mana potensinya sangat luar biasa bila dikembangkan secara serius. Tak hanya itu, hasil laut tersebut dapat diolah menjadi makanan apapun.

“Misalkan rumput laut menjadi dodol, manisan dan sebagainya. Ikan tenggiri bisa kita empek-empek bahkan kripik ikan bawis dan jenis ikan lainnya dibuat amplang,” ungkapnya.

Tidak hanya makanan, hasil laut Kota Bontang juga beraneka ragam, seperti  contohnya kulit kerang, cangkang kepiting, dan cangkang sefood lainnya. Yang saat ini telah dikembangkan oleh masyarakat yang ada di Pulau Gusung.

“Para nelayan juga sudah mulai banyak berkreasi mengolah hasil laut yang bisa dijadikan oleh-oleh atau souvenir khas Kota Bontang, seperti yang ada di Pulau Gusung,” katanya.

Idham berharap masyarakat dan para nelayan dapat menjadikan hal itu sebagai peluang usaha. Sehingga bisa menambah penghasilan di luar dari hasil melaut. “Potensinya sangat tinggi untuk dikelola, untuk itu kami selalu aktif melakukan sosialisasi dan memberikan pembinaan kepada para nelayan,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks