Diskominfo Kutim

Lawan Covid-19, PDAM Kutim Tingkatkan Kadar Kaporit, Siapkan Air Cuci Tangan di Sarana Publik

pdam kUTIM
Sejumlah fasilitas cuci tangan umum yang ada di Kutim mendapat sokongan air bersih secara gratis dari PDAM TTB Kutim. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 juga dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim. Di antaranya, penambahan kadar bahan kimia dalam air yang akan disuplai ke pelanggan.

baca juga: Minimalisasi Dampak Corona, Dinsos Kutim Siap Salurkan Bantuan Paket Sembako bagi Warga

Direktur PDAM TTB Kutim, Suparjan mengatakan, bahan kimia yang ditambahkan dari kadar biasanya adalah kaporit. Penambahan ini masih dalam batas normal namun dianggap efektif membantu warga mencegah penularan virus corona.

“Kadar chlorine sesuai Permenkes nomor 492 tahun 2010, tentang Kualitas Air Minum, baku mutu Chlorine maksimal 5 mg/L atau 5 ppm. PDAM sendiri menaikan kadar Chlorine air yang diproduksi dari 2 mg/L menjadi 3 mg/L,” jelas Suparjan melalu via telepon, Senin (30/3/20).

Suparjan menjelaskan, untuk dikonsumsi pun, air ini masih relatif aman. Namun, sebelum dikonsumsi ada baiknya dengan cara diendapkan dan dimasak terlebih dahulu. Namun tak dipungkiri dampak yang ditimbulkan salah satunya untuk pelanggan yang letak rumahnya dekat instalasi akan mencium bau kaporite yang lebih menyengat.

“Secara keseluruhan air yang dinaikkan kadar kaporitnya ini tetap aman dikonsumsi, cuma untuk pelanggan yang dekat dari instalasi akan merasakan bau yang menyengat saat pertama buka kran, namun ini sifatnya sementara karena kaporit itu akan menguap ke udara,” jelasnya.

Penambahan dosis kaporit dilakukan sebagai upaya memutus penyebaran virus Covid-19 secara meluas. Karenanya, Suparjan berharap, inisiatif PDAM itu mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Di samping itu, meski kadar bahan kimia dinaikkan, Suparjan menjamin tidak ada kenaikan tarif air.

“Pencegahan paling bagus adalah dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir dibandingkan dengan hand sanitizer,” tambahnya.

PDAM Kutim juga menyokong penyediaan air bersih di setiap tempat cuci tangan di sejumlah area publik. Penyaluran air bersih ke sejumlah tempat cuci tangan umum ini untuk memudahkan warga mencuci tangan seusai beraktivitas.

Meski pembatasan sosial atau pembatasan fisik sedang dilakukan, bukan berarti tak ada masyarakat yang terpaksa keluar rumah untuk beraktifitas. Untuk itu, kata Suparjan, penyediaan air bersih ke tempat cuci tangan sengaja digratiskan untuk seluruh kecamatan.

“Masyarakat umum yang harus mencari nafkah keluar rumah, kami edukasi agar rutin cuci tangan dengan adanya fasilitas yang sudah disiapkan. PDAM siap menyiapkan air bersihnya yang penting dilaporkan ke kami untuk pengisian airnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin


Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks