Diskominfo Kutim

Stok Bahan Pokok Aman, Disperindag Minta Masyarakat Tak ‘Panic Buying’ Hadapi Covid-19

stok bahan pokok aman
Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim saat memantau stok beras di salah satu agen. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) memastikan stok bahan pokok aman hingga menjelang Ramadan, kendati saat ini Pemerintah Kutim, fokus untuk penanganan penanggulangan dan pencegahan penyebaran wabah virus corona atau covid-19.

baca juga: Laporan Keuangan Pemkab Kutim Diserahkan Lewat Video Telekonferensi

Untuk memastikan kebutuhan bahan pokok tersebut aman, Disperindag Kutim turun langsung ke pasar melakukan pemantauan. Mencoba mengecek ketersediaan berbagai jenis bahan pokok, utamanya menjelang Ramadan.

Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Kutim, Ahmad Dony Evriady mengatakan, untuk harga dan stok bahan pangan dipastikan aman hingga Ramadan. Menurutnya, terkait untuk harga pada prinsipnya masih cukup stabil, meskipun diakuinya ada beberapa kenaikan harga terjadi, misalnya pada gula pasir yang di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Dari pengecekan yang dilakukan di dua pasar pemerintah, yakni Pasar Induk Sangatta (PIS), dan pasar tradisional Sangatta Selatan saat ini ketersediaan sembako dan kebutuhan pokok lainnya masih aman,” ujarnya, Rabu (01/4/20).

Dony menjelaskan, saat ini kebutuhan pokok yang mengalami lonjakan harga ialah gula pasir. Semula harga Rp12.500 per kilogram, kini mencapai Rp21.000 per kilogram.

“Saat ini yang naik drastis itu gula pasir. Kenaikan ini disebabkan karena menunggu impor gula masuk. Di agen harga sudah Rp18.500, jadi pengecer terpaksa menjual dengan harga tinggi pula. Jika impor masuk dipastikan harga gula akan kembali normal,” katanya.

Selain itu berbagai rempah-rempahan pun naik akibat merebaknya wabah covid-19. Rempah-rempah seperti jahe, kunyit, temulawak dipercaya bisa menghambat penularan virus. Sehingga banyak diburu oleh masyarakat.

“Ada kenaikan harga dikomoditi rempah-rempahan seperti kunyit, jahe, temulawak dan lainnya. Namun kenaikan itu tidak terlalu signifikan hanya berkisar Rp3.000 saja naiknya,” ujar dia.

Ditambahkannya, Disperindag Kutim juga selalu melakukan pengawasan terhadap kenaikan harga-harga pangan. Karenanya, masyarakat diminta tidak panik dalam pembelian barang atau panic buying.

“Kami berharap masyarakat Kutim tidak panik, dengan membeli semua kebutuhan secara besar-besaran, tetapi dapat membeli secukupnya,” seru Dony.

Meski begitu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan barang, utamanya dalam situasi wabah corona sekarang ini. Karena tindakan tersebut termasuk dalam unsur pidana.

“Kami akan berupaya untuk terus menjaga ketersediaan bahan pokok ini, meskipun adanya pembatasan jalur darat maupun kapal, tetapi untuk akses sembako masih tetap bisa masuk,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks