Diskominfo Kutim

Tak Ada Lockdown, Kutim Terapkan 3 Posko Pengawasan Covid-19

covid-19 kutim
Bupati Kutim Ismunandar saat memeriksakan suhu tubuh ketika meninjau Posko Relawan Covid-19 di halaman Rumah Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id Sangatta – Berbagai upaya dilakukan untuk menangkal penyebaran virus corona atau covid-19 oleh Pemerintah Kutai Timur (Kutim). Selain melakukan penyemprotan cairan disinfektan, Pemerintah Kutim juga memperketat pintu masuk, baik dari arah Samarinda-Bontang maupun arah keluar masuk ke Berau.

baca juga: Stok Bahan Pokok Aman, Disperindag Minta Masyarakat Tak ‘Panic Buying’ Hadapi Covid-19

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim juga  membuka posko pengawasan dan melakukan pemeriksaan kepada setiap pengendara yang masuk ke wilayah Kutim.

“Posko pengawasan sudah ada di pintu gerbang masuk dekat Tugu Patung Burung di Kecamatan Sangatta Selatan, kemudian ada juga di KM 23 di Muara Bengkal, dan di Kongbeng arah ke Berau,” ungkap Bupati Kutim Ismunandar, Rabu (1/4/20).

Ia menyebutkan, keberadaan semua posko pengaduan itu, untuk memastikan kesehatan para pengendara yang melintas dengan mengecek suhu tubuh, kemudian disemprot cairan disinfektan dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer juga disiapkan.

“Begitu mereka masuk wilayah Kutim, akan diperiksa dan didata alamatnya oleh petugas yang memeriksa. Kalau memang ditemukan ada gejala langsung dilakukan pendataan alamat tempat tinggalnya. Kalau masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP), maka harus dilakukan isolasi secara mandiri dan diberikan stiker di rumahnya,” ungkap Ismu.

Jika sudah dilakukan karantina mandiri selama 14 hari dan jika tidak menimbulkan gejala apapun, maka yang bersangkutan sudah dapat dikatakan sehat. Namun jika ada gejala yang mengarah kepada covid-19, sambungnya, maka akan dirujuk dan status masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) yang akan dirawat inapkan di RSUD Kudungga Sangatta.

“Tetap tinggal di rumah, jaga jarak atau social distancing dan jaga pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan rutin melakukan cuci tangan, supaya kita terhindar dari wabah virus corona,” imbuhnya.

Terkait adanya rencana penutupan akses jalan menuju Kota Balikpapan oleh Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, menurut Ismu, jika itu sebuah kebijakan yang wajar dan biasa di tengah pandemi corona saat ini.

“Dampaknya orang enggak bisa lewat aja. (Tapi saya kira itu baik untuk mencegah semakin meluasnya wabah corona di Kaltim),” ujar Ismu. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks