DPRD KaltimIsu Terkini

Raup Multiplier Effect, Pengoperasian Jembatan Pulau Balang Dinilai Mendesak

Raup Multiplier Effect, Pengoperasian Jembatan Pulau Balang Dinilai Mendesak
Ketua Komisi II DPRD Kaltim Verdiana Huraq Huang ingatkan pentingnya pembangunan Jembatan Pulang Balang. (Samuel Gading/Akurasi.id)

Raup multiplier effect, pengoperasian jembatan pulau balang dinilai mendesak. Jika jembatan itu dapat dimanfaatkan, maka diyakini akan mendongkrak ekomomi bagi daerah sekitarnya. Berbagai persoalan yang menghambat itu pun diharapkan segera diselesaikan.

Akurasi.id, Samarinda – Keberadaan Jembatan Pulang Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) dinilai menjadi salah satu langkah besar untuk membangun ekonomi di kedua daerah itu. Dengan adanya jembatan itu, maka akses ekonomi masyarakat semakin mudah.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Verdiana Huraq Huang pun ikut menekankan pentingnya penyelesaian total Jembatan Pulau Balang. Veridiana panggilan akrabnya, menyebut, seandainya Jembatan Pulau Balang sudah rampung, akan ada efek berlipat (multiplier effect) ekonomi bagi masyarakat sekitar Kabupaten PPU.

Baca Juga  Pemprov Diminta Tak Abaikan Peran DPRD Kaltim Dalam Pengawasan Perubahan Perusda ke Perseroda

“Sebab, selama ini akses tunggal (antara Balikpapan dan PPU) dengan penyeberangan kapal cukup memberatkan biaya operasional,” ujar politikus Partai PDI Perjuangan tersebut.

Di sisi lain, distribusi bahan pokok maupun benda lain dari PPU menuju Balikpapan disebutnya bakal lebih mudah. Veridiana berharap, dengan adanya jembatan itu, mampu menekan harga hingga beban biaya transportasi  barang.

“Kalau Jembatan Pulau Balang itu sudah jadi, kan tentu akan memperlancar arus transportasi, dan juga tidak ketergantungan lagi terhadap penyeberangan-penyeberangan itu,” tuturnya saat dihubungi via telepon pribadinya.

Ia tidak dapat memungkiri, bahwa beban biaya transportasi membuat harga komoditas menjadi tinggi. Contohnya, ongkos barang yang datang dari Banjarmasin, Paser atau PPU ke daerah utara Kaltim akan lebih tinggi saat barangnya sampai.

Baca Juga  Pemprov Kaltim Diminta Lebih Berani Tindak Pemilik Kapal Tongkang yang Kerap Tabrak Jembatan

“Salah satunya penyeberangan menggunakan kapal feri yang sangat berat sekali biaya operasionalnya, (makanya wajar kalau harga barang menjadi serba mahal),” pungkas Veri.

Sebelumnya, Jembatan Pulau Balang yang memiliki lebar 22,4 meter dan 4 lajur kendaraan ini, diketahui telah rampung 100 persen. Jembatan itu terkoneksi dengan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda dan wilayah ibu kota negara baru di Kabupaten PPU.

Namun, akses darat dari sisi Kota Balikpapan belum terbuka dan terhubung dengan Jembatan Pulau Balang. Sehinggaa jembatan yang memiliki panjang 1.969 meter tersebut, belum bisa dioperasikan.

”Kendalanya proses pembebasan lahan,”  ujar Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten PPU Nicko Herlambang. (*)

Penulis: Samuel Gading
Editor: Muhammad Aris

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks