HeadlineIsu Terkini

Riwayat 3 Pasien Corona Balikpapan, Satu Orang Masuk Transmisi Lokal

riwayat pasien corona
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat menyampaikan hasil updet pasien corona. (Dok Pemkot Balikpapan)

Akurasi.id, Samarinda – Seiring dengan terus bertambahnya pasien positif corona di Balikpapan, membuat pemerintah setempat terus mengetatkan pengawasan. Di antaranya, dengan memguatkan pelacakan atas riwayat dari pasien positif corona.

baca juga: BREKING NEWS: Pasien Positif Corona di Balikpapan Capai 14 Orang, se-Kaltim Ada 20 Kasus

Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Tim Gugus Covid-19 Balikpapan, diketahui, jika dua diantara tiga pasien memiliki riwayat kontak dengan pasien corona lain di luar Kaltim.

Misalnya saja, salah satu satu pasien positif corona di Balikpapan diketahui pernah nertugas ke salah satu daerah yang sudah terpapar corona di Jawa Barat (Jabar). Sepulang dari situ, pasien mengeluhkan sakit demam, batuk, dan pilek.

“Iya, dari riwayat ketiga pasien positif, salah satunya (diketahui mengalami sakit demam, batuk, pilek, dan sesak nafas) setelah bertugas ke daerah Jawa Barat,” ungkap Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Selasa (31/3/20).

Sedangkan untuk pasien corona lainnya, sebelum menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) hingga akhirnya dinyatakan positif corona pada 31 Maret 2020, diketahui pernah menerima kunjungan dari orangtuanya yang habis dari perjalanan ke Lampung dan Jakarta.

“Pasien positif corona ini, menerima kunjungan orangtuanya yang datang dari perjalanan ke Lampung dan Jakarta,” katanya.

Sedangkan untuk pasien ketiga, dari penelusuran awal, pasien tersebut tak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terpapar corona, atau mempunyai kontak dengan pasien positif corona, namun terkonfirmasi positif.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Rizal mengakui kasus begitu lebih sulit ditelusuri. Pasien positif tersebut telah diwawancara di ruang isolasi. Menelusuri jejaknya dalam 14 hari terakhir. Mulai bertemu dengan siapa hingga berada di mana saja.

“Kami masih mencoba menelusir kontaknya. Namun belum diketahui kontaknya. Riwayat perjalanan tidak ada. Kontak dengan siapa saja, masih telusuri. Yang berarti ini (kemungkinan) adalah pasien dalam status transmisi lokal,” ungap Rizal. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Dilengkapi: Dirhanuddin
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close