HeadlineHukumIsu Terkini

Sabu 38 Kilogram Gagal Edar di Kaltim, Libatkan PNS hingga Jaringan Lintas Negara

Tampak puluhan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan BNN Provinsi Kaltim. (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu lintas provinsi di Kaltim dan Kaltara, Sabtu (5/10/19). Barang bukti sabu sebanyak 38 kilogram dan sebanyak lima tersangka dibekuk dalam perkara itu.

Pengungkapan kasus narkotika oleh tim BNN itu dilakukan di sejunlah tempat, yakni di rumah makan Pinrang 88, Jalan Ahmad Yani, Bandara Sepinggan Balikpapan, SPBU Pelita 2, Jalan Sultan Sulaiman Samarinda, dan Cafe Excelco Big Mall, Samarinda.

Kelima tersangka yang diamankan petugas BNN memiliki peran masing-masing. Mereka yakni, Daeng Ari (pemesan), Rudi (kurir), Agus (pengirim), Firman (pengirim), dan Tanco (pengendali). Kelima tersangka merupakan jaringan sabu lintas provinsi dan negara, yakni jaringan Tawau (Malaysia) dan Balikpapan.

Dalam rilisannya, BNN Provinsi Kaltim mengungkapkan, puluhan kilogram barang haram itu rencananya akan diedarkan di Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), dan sejumlah daerah lainnya di Kaltim.

Selain itu, dari kasus ini, terungkap jika para tersangka juga hendak membuka pangsa pasar baru di sejumlah wilayah di Kaltim, terutama dengan adanya rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) Indonesia ke Benua Etam -sebutan Kaltim.

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat, jika terdapat dugaan peredaran narkoba jenis sabu dari Tawau, Malaysia menuju Tarakan, Kaltara, untuk selanjutnya diselundupkan ke Samarinda, Kaltim. Barang itu hendak dikirim melalui jalur darat yang dikendalikan tersangka Asri.

Hasil penyelidikan di lapangan, petugas BNN Kaltim mengamankan dua orang tersangka atas nama Firman dan Agus. Keduanya sedang menaiki mobil dengan plat KT 8464 BO yang sedang terparkir di Rumah Makan Pinrang 88.

Hasil penggeledahan dari mobil kedua tersangka, BNN menemukan di bak belakang mobil kotak kayu besar warna hitam, satu sak warna hijau, dan satu sak karung warna putih berisikan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 38 bungkus atau seberat 38 kilogram yang dilakban warna hitam dan abu-abu.

Dari keterangan kedua tersangka, petugas BNN melakukan penangkapan terhadap tersangka Tanco di Bandara Sepinggan Balikpapan. Tersangka diamankan saat akan keluar dari pesawat. Dari situ, BNN melanjutkan dengan menangkap Ari selaku pemesan dan Rudi sebagai kurir barang haram tersebut.

Humas BNN Provinsi Kaltim Haryoto yang dikonfirmasi awak media terkait itu, mengakui, jika memang ada kasus peredaran narkoba yang telah digagalkan pihaknya. Saat ini, perkara tersebut sudah ada di tangan BNN Balikpapan.

“Iya, benar ada kasus pengungkapan narkoba. Kasusnya akan dirilis di Balikpapan sore ini (7/10/19),” ungkap dia melalui pesan WhatsApp.

Dalam perkara itu, diketahui juga melibatkan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kota Tarakan, Kaltara. Selain itu, dalam ungkap kasus inu, BNN juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua handphone milik tersangka Firman, serta masing-masing satu handphohe milik Agus dan Tanco.

Ada juga barang bukti tiga handphone milik Daeng Ari, dua handphone dan satu unit motor milik Rudiansyah, satu unit mobil Ford Ranger KT 8464 BO milik Tanco, dan satu unit mobil KT 6308. (*)

Penulis/Editor: Yusuf Arafah

5/5 (2 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close