Hard NewsHeadline

Sadis!!! Bocah yang Dibunuh Ibu Angkatnya di Kutim, Dipukul hingga Alami Luka Robek di Kening dan Bibir

ibu angkat
Tersangka VH tampak hanya bisa menangis dan pasrah saat menjalani proses rekosntruksi kasus pembunuhan terhadap anak angkatnya di Sangatta, Kutim. (Dok Polres Kutim)

Akurasi.id, Sangatta – Fakta atas kasus pembunuhan yang dilakukan seorang ibu angkat berinisial VH (35) Asal Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terhadap anak angkatnya berinisial P (7) perlahan mulai terkuak. Lewat reka ulang adengan atau rekonstrukasi yang digelar Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kutim, Senin (23/3/20) siang, terungkap bagaimana tersangka begitu tega menghabisi bocah perempuan tersebut.

baca juga: Tragis!!! Hanya Karena Susah Makan Anak Tewas Di Tangan Ibu Angkat

Kasus pembunuhan itu terjadi pada Rabu (18/3/20) lalu. Kala itu, tersangka VH, mengaku kesal kepada P selaku anak angkatnya. Perihalnya begitu cukup sepele dan nyaris sangat remeh temeh, yakni tersangka tidak suka kepada P yang telah meminum air teh.

Kepada penyidik kepolisian, perempuan muda itu berdalih, dia tega menghabisi bocah tak berdosah tersebut, karena dia kesal sudah berulang kali melarang korban meminum teh. Dengan alasan, korban disebutkannya memiliki riwayat penyakit epilepsi.

Ketika memukul korban, tersangka mengaku, sedianya tidak berniat sampai merenggut nyawa korban, melainkan hanya sebatas memukul korban agar jera atau tidak kembali meminum air teh.

Namun niat tersangka sekadar memarahi korban malah akhirnya lepas kendali. Di bawah pengaruh emosi yang tinggi dan meledak-ledak, tersangka lalu memukul korban hingga lupa diri dan menghembuskan napas terakhir.

Tatkala memerangakan rekonstruksi ulang atas peristiwa naas itu, VH hanya bisa menguraikan air mata tiada henti-hentinya. Seolah lewat air mata itu, dia ingin mengatakan, kalau dia begitu menyesal telah mengikuti amarahnya memukul korban hingga meninggal dunia.

Namun apa daya, air mata dan penyesalan tersangka tidak mampu menghapus perbuatannya yang telah menghabisi anak angkatnta tersebut. Setidaknya terdapat sebanyak 18 kali reka ulang adengan yang dijalankan tersangka dalam memukul korban hingga tewas.

Rekan ulang adengan itu dijalankan tersangka bertempat di ruang Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kutim, Senin (23/3/20). Selama adengan itu berlangsung, tersangka VH berulang kali mengaku sangat menyesal atas perbuatannya dan tak menyangka hingga menghilangkan nyawa korban.

“Saya menyesal. Sangat menyesal. Dan tidak menyangka jika (pemukulan) itu membuatnya meregang nyawa,” ucap perempuan berbadan tinggi semampai tersebut dengan air mata yang terus mengucur di pipinya.

Usai kegiatan rekonstruksi, Kanit Reskrim Polsek Kaliorang Aipda Maslan Setyabudi mengatakan, tersangka melakukan kekerasan dengan cara memukul bagian wajah, telinga, dan mulut korban. Sada saat itu, korban tengah duduk bersandar pada dinding beton.

“Tersangka memukul berulang kali hingga ada luka robek pada kening dan pecah di bibir, selain itu di area tengkuk pun terdapat benjolan akibat benturan saat tersangka memukuli wajah korban, atas kejadian itu korban sempat mengeluh sakit di bagian kepala hingga akhirnya meninggal,” pungkasnya.

Belakangan diketahui, jika korban adalah anak angkat dari tersangka, yang tidak lain adalah anak dari adik suami VH. Korban diasuh oleh tersangka sejak masih berusia 2 tahun.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Korban P (7) merupakan anak angkat pasangan B dan VH (35). Sejak usia dua tahun, korban telah dirawat keduanya. Korban ini adalah anak dari adik suaminya VH. Orangtua kandung korban menyerahkan kasus ini kepada saudaranya dan korban dikebumikan di Balikpapan, tempat orangtua kandungnya,” ungkapnya.

Budi menambahkan, sejauh hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, pihaknya belum ada mendapatkan motif lain di balik kasus kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan VH terhadap anak angkatnya tersebut.

“Atas perbuatannya itu, tersangka VH terancam hukuman di atas 10 tahun penjara dengan Pasal 80 Ayat 4 Junto 76 C tentang Perlindungan Anak dan Pasal 44 Ayat 3 tentang Kekerasan Anak Dalam Rumah Tangga,” tandasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin



Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks