HeadlineIsu Terkini

Salat Idul Adha Boleh Digelar di Masjid dan Lapangan, Anak-anak dan Lansia Cukup di Rumah

Salat Idul Adha Boleh Digelar di Masjid dan Lapangan, Anak-anak dan Lansia Cukup di Rumah
Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang saat meninjau Masjid Agung Al Faroek terkait kesiapan tempat untuk salat Idul Adha. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengizinkan warga melaksanaan Salat Idul Adha 1441 Hijriah secara berjamaah. Baik di lapangan maupun masjid, dengan ketentuan mematuhi protokol kesehatan.

baca juga: Alhamdulillah, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Akhirnya Sembuh dari Covid-19

Hal ini diungkapkan Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang usai menggelar rapat koordinasi bersama tim Gugus Covid 19 yang membahas tentang Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban.

Kasmidi Bulang menyebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan panitia sebelum menggelar salat Idul Adha berjemaah. Diantaranya menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan serta melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di tempat pelaksanaan.

Selain itu, panitia juga diminta membatasi pintu masuk dan keluar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengawasan.

“Panitia juga harus menyediakan fasilitas cuci tangan sabun atau sanitizer dan alat pengecekan suhu. Jika ditemukan jemaah dengan suhu lebih dari 37,5 derajat celcius maka tidak diperkenankan masuk dalam area tempat pelaksanaan,” kata Kasmidi, Senin (27/7/20) lalu.

Selain itu, Kasmidi mengimbau agar dalam pelaksanaan salat Idul Adha diterapkan pembatasan jarak dengan minimal 1 meter. Sedangkan pelaksanaannya termasuk khotbah juga diimbau agar dipersingkat tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukun salat id.

“Penyelenggara juga wajib mengimbau kepada masyarakat tentang protokol kesehatan sebelum melaksanakan salat. Seperti jemaah harus sehat, membawa sajadah atau alas masing-masing, dan menggunakan masker sejak ke luar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan,” lanjutnya.

Sementara itu, bagi anak-anak, lanjut usia dan orang yang memiliki sakit bawaan yang berisiko tinggi Covid-19 juga diimbau untuk tidak mengikuti pelaksanaan salat Idul Adha berjemaah di masjid maupun lapangan.

“Panitia diharapkan juga tidak mewadahi sumbangan atau sedekah dengan cara menjalankan kotak infaq. Sebab sangat rawan terhadap penularan Covid-19,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Suci Surya Dewi

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close