HeadlineIndepth

Samarinda Jadi “Sarang” Persembunyian Teroris, Densus 88 Amankan Tiga Terduga Teroris, Kerap Berganti Pekerjaan

Terduga Teroris
Tim Densus 88 saat menggerebek salah satu lokasi terduga teroris di Samarinda. (Muhammad Ipu/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Setelah kasus bom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda di Polrestabes Medan pada Rabu, 13 November 2019 lalu, polisi terus melakukan pengembangan. Hingga saat ini, polisi berhasil mengamankan 23 orang lainnya, yang diamankan di dua lokasi berbeda yakni, di Medan dan Aceh.

Tidak berhenti sampai di situ. Perlahan tapi pasti, kelompok teroris yang tergabung dalam Jamah Ansharut Salah (JAD), rupanya juga berada di wilayah Kalimantan Timur. Selasa (19/11/19) kemarin, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 satuan anti teror Polri menyambangi tiga lokasi di Kota Tepian -sebutan Samarinda.

Baca Juga: Jembatan Mahakam Kembali Ditabrak, Hadi: KSOP Harus Bikin Aturan Jelas Jangan Cuma Tahu Ambil Pungutan Saja!!!

Informasi dihimpun, polisi mula-mula mengamankan pria berinisial LO (30) di depan Pasar Sungai Dama, Jalan Otto Iskandardinata (Otista) sekitar pukul 08.30 – 09.00 Wita. Tak berdaya, LO kemudian langsung digelandang menuju markas Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda Seberang.

Tak lama berselang, di lokasi lainnya, tim berbeda sekitar pukul 10.00 Wita kembali mengamankan seorang pria berinisial MI (29) tak jauh sebuah minimarket Indomaret, Jalan Cendana, Sungai Kunjang dan langsung digelandang menuju markas brimob.

Sekitar pukul 11.30 Wita, tim berbeda lainnya kembali mengamankan seorang pemuda berinisial FQ (24) di Jalan Kapten Soedjono (Sejati) dan juga langsung digelandang menuju Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim.

Usai mengamankan ke tiga terduga teroris yang masih berkaitan dengan kelompok bom bunuh diri di Polrestabes Medan ini, tim gabungan khusus berseragam lengkap membawa senjata api berlaras panjang langsung melakukan penggeledahan di tiga tempat berbeda, sekitar pukul 13.00 Wita.

Pertama di sebuah toko parfum di Jalan Cendana RT 18 tempat terduga MI bekerja. Kemudian di kediaman terduga LO di Jalan Lumba-Lumba RT 10 dan yang terakhir di rumah bangsalan terduga FQ di Jalan Sultan Alimuddin, Gang Ketapang RT 38.

Sekitar satu jam lebih melakukan penggeledahan, tim gabungan khusus yang terbagi di tiga lokasi tersebut berhasil mengamankan sejumlah barang milik ketiga terduga teroris, yakni berupa pakaian, senjata tajam dan beberapa buku bacaan serta dokumen pendidikan mereka.

Keterangan Para Tetangga Terduga Teroris

Terduga Teroris
Salah seorang terduga pelaku teroris diketahui bekerja di sebuah tokoh parfum di Samarinda. (Muhammad Ipu/Akurasi.id)

Saat dijumpai di lokasi penggeledahan di kediaman terduga LO, menurut keterangan Sujemi yang rumahnya berada di bawah rumah LO, jika pria tersebut jarang berkomunikasi. LO digambarkan Sujemi memiliki perawakan tidak terlalu tinggi dan kerap berpakaian tertutup.

“Dia (LO) kalau lewat biasanya senyum saja,” tuturnya singkat.

Sementara di lokasi penggeledahan di Jalan Cendana, Didin Ketua RT 38 menuturkan jika MI sudah setahun terakhir bermukim tidak jauh dari tempatnya bekerja. Sama seperti terduga LO, terduga MI juga diketahui jarang berkomunikasi dengan warga lainnya. Sedangkan waktu penggeledahan, Didin yang berada cukup jauh dari lokasi terkejut karena mendapat telepon dari petugas kepolisian.

“Saya cuma diminta menyaksikan saja pas polisi geledah tadi,” ucapnya.

Didin mengaku tidak mengetahui persis apa yang sedang dilakukan jajaran kepolisian. “Sepertinya kasus sabu-sabu. Tapi saya enggak tahu persisnya,” sambungnya.

Ia juga menambahkan jika yang diamankan polisi tidak hanya MI seorang diri. Tapi ada dua orang lainnya yang turut diamankan saat penggeledahan. “Sepertinya yang dua itu cuma sebagai saksi,” timpalnya.

Terpisah, di lokasi lainnya. Yakni di kediaman FQ bermukim di sebuah rumah bangsalan berpintu empat, Muhammad Riswan alias Iwan mengaku kaget saat mengetahui banyak petugas kepolisian berseragam lengkap mendatanginya yang sedang tidur siang.

Usut punya usut, Iwan belakang baru mengetahui jika tetangganya FQ menjadi penyebab kedatangan sejumlah polisi berseragam lengkap. Namun ia mengaku tidak percaya akan dugaan tersebut. Menurutnya FQ merupakan sosok yang ramah dan terbuka. Berbeda dengan kedua terduga teroris sebelumnya.

“Di sini dia baru saja karena baru dapat pekerjaan. Kalau tidak salah belum sebulan di sini,” ucapnya.

Iwan juga menambahkan jika usai pulang bekerja, saat malam hari FQ dengan dirinya dan tetangga yang lain sering berkumpul untuk sekedar melepas penat, berbagi ilmu agama, bahkan makan dan bakar ikan bersama.

“Pakaiannya biasa saja, kalau azan ganti buat salat. Pendapat kami di sini dengan adanya dia bagus saja. Sosialisasi baik dan terbuka. Sama anak-anak dia juga senang. Seingat saya dia itu belum menikah,” beber Iwan.

Terduga Teroris Kerap Bersama dan Saling Mengenal

Terduga Teroris
Marzuki pemilik rumah bangsalan yang menjadi tempat tinggal salah seorang terduga teroris menyampaikan informasi pada awak media. (Muhammad Ipu/Akurasi.id)

Meski ketiga teroris bermukim di tiga lokasi yang berbeda, namun nyatanya mereka belakangan diketahui saling mengenal satu sama lain. Bahkan ketiganya diketahui kerap berkumpul di kediaman terduga FQ di Jalan Sultan Alimuddin, Gang Ketapang, RT 38 bahkan hingga larut malam sekitar pukul 02.00 Wita.

Kepada awak media, Marzuki pemilik rumah bangsalan tempat FQ bermukim mengatakan jika dirinya juga mengenal dua terduga teroris lainnya.

“Mereka sering di sini kumpul. Saya juga sering ikut. Ya orangnya biasa saja,” tutur pria yang keseharian sebagai ojek online (ojol) tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika dirinya mengenal FQ cukup baik. Bahkan saat FQ masih bekerja di sebuah tempat penjual kebab di kawasan Jalan Antasari. Tidak hanya FQ, ia juga bahkan mengaku mengenal MI di tempat yang sama. FQ dan MI rupanya sempat bekerja di tempat yang sama sebelumnya. Sedangkan terduga LO belakangan diketahui merupakan teman Marzuki saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Dia orangnya baik. Tidak pernah aneh-aneh. Selama ini kita selalu bersosialisasi bahkan dengan tetangga lainnya. Makanya sampai sekarang saya enggak percaya (kalau mereka itu teroris),” bebernya.

“Kalau pakaian sih memang dia celana cingkrang dan berjanggut panjang tapi kan itu juga sesuai syariah agama jadi saya enggak percaya juga. Baju juga biasa saja,” sambung pria warga Jalan Otto Iskandardinata (Otista) itu.

Lebih lanjut Marzuki menambahkan, saat polisi hendak melakukan penggeledahan di tempat FQ bermukim, dirinya yang sedang berada di kawasan pergudangan, Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang langsung terkejut.

“Saya langsung telepon teman buat memastikan. Pas tahu itu betul, saya langsung buru-buru pulang,” tuturnya.

Kata Marzuki, petugas saat itu mengamankan satu buah tas ransel milik FQ yang di dalamnya berisi pakaian celana dan baju. Selain itu petugas juga mengamankan sebilah sangkur dan lembaran berkas ijazah sekolah FQ dari SD sampai SMA.

Polisi Benarkan Ada Kegiatan Densus 88

Terduga Teroris
ampak rumah bangsalan yang diduga menjadi tempat persembunyian salah seorang terduga teroris di Samarinda. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Jajaran kepolisian saat dikonfirmasi melalui Kepala Bagian (Kabag) Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan jika beberapa waktu belakangan hingga pada Selasa (19/11/19) kemarin, memang benar ada sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh tim Densus 88.

Hanya saja, polisi berpangkat melati tiga ini belum memberikan keterangan pasti apakah tiga lokasi yang digerebek di Samarinda merupakan hasil kegiatan dari satuan anti teror Mabes Polri tersebut.

“Masih kemungkinan Densus tapi belum konfirmasi buat pastinya jadi tunggu saja,” tutur Ade.

Saat itu, Ade masih sangat irit bicara, ia meminta awak media agar bersabar untuk mengetahui kegiatan apa yang sudah terjadi di tiga lokasi di Samarinda kemarin.

“Iya berarti kita menunggu laporan resmi. Kalau bisa silakan di Samarinda bagian lapangan yang menyampaikan terlebih dulu. Nanti kalau sudah ada info yang bersangkutan baru akan kita sampaikan kembali,” tutupnya.

Sementara itu, dari sumber terpercaya yang didapat media ini dari internal Polri, diketahui jika para terduga teroris itu sementara waktu diamankan di markas Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim. Sekitar tengah malam tadi, mereka kemudian kembali digiring menuju Mapolda Kaltim di Balikpapan. Dan pagi atau siang ini dikabarkan mereka akan di terbangkan langsung menuju Mabes Polri di DKI Jakarta. (*)

Penulis : Muhammad Upi
Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close