Lifestyle

Sampah Plastik Dapat Ditukar dengan Kopi di Kedai Ini

Sampah Plastik Dapat Ditukar dengan Kopi di Kedai Ini
Para pemuda pecinta lingkungan mengolah kembali sampah plastik. (Suci Surya Dewi/akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Ecobrick menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah limbah plastik. Pengganti batu bata yang ramah lingkungan ini tidak hanya mudah dibuat, ecobrick pun awet selama puluhan hingga ratusan tahun.

Pembuatannya muncul dari Komunitas Social Movement Bontang. Mereka bertujuan melestarikan lingkungan. Fahmy Syafa, ketua komunitas ini, mengatakan, pihaknya berencana membuat pagar ecobrick di belakang Kedai Singgareba.

Kedai yang berlokasi di Jalan Pattimura Kecamatan Bontang Utara itu digunakan komunitasnya sebagai basecamp. Selama sebulan terakhir, pihaknya telah membuat 20 botol ecobrick.

Fahmi mengaku, pembuatan pagar membutuhkan ratusan botol ecobrick. Potongan-potongan kecil sampah plastik diisi dalam botol hingga padat. Jika ditimbang, berat ecobrick mencapai 250 gram.

“Sebenarnya enggak hanya buat pagar. Ke depannya kami juga ingin membuat meja, kursi, pot bunga yang terbuat dari ecobrick,” kata Fahmi.

Komunitasnya terdiri dari 10 anak pemuda. Mereka aktif mengumpulkan sampah plastik. Katanya, limbah plastik dikumpulkan dari berbagai kedai kopi, kafe, dan rumah makan.

Saban Sabtu, pihaknya memungut sampah plastik. Dalam seminggu, setiap pemilik usaha mengumpulkan sekira 3 kilogram limbah plastik.

“Sedikit atau banyaknya sampah plastik, tetap kita ambil. Kalau ada sampah plastik, kami beli per kilogram Rp 2 ribu. Tapi ada saja owner yang kasih gratis,” ungkapnya.

Muhammad Iwan, Sekretaris Social Movement Bontang, membeberkan, dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat tidak dapat dilepaskan dari plastik.

Meski pemerintah telah membatasi penggunaan plastik, upaya tersebut tidak akan berhasil jika masyarakat kurang sadar mengelolanya.

“Mau beli apapun pasti bungkusnya berbahan plastik. Kita enggak bisa menghindari plastik karena sudah jadi kebutuhan. Tinggal bagaimana cara meminimalisasinya,” imbuh dia.

Iwan berharap masyarakat dan komunitas menanam kepedulian pada limbah plastik. Dia menyarankan, setiap orang perlu memisahkan dan mengumpulkan limbah plastik agar dapat dimanfaatkan kembali.

“Kami mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan dari sampah plastik dengan cara menukarkan lima botol ecobrick untuk mendapatkan satu gelas kopi susu ala Kedai Singgareba,” ajaknya.(*)

Penulis: Suci Surya Dewi
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (5 Reviews)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close