HeadlineIsu Terkini

Sangatta Dilanda Banjir, Buaya Bermunculan

Sangatta Dilanda Banjir, Buaya Bermunculan
Buaya muncul di permukaan air saat banjir melanda Sangatta. (Istimewa)

Akurasi.id, Sangatta – Hujan deras selama empat hari di sejumlah wilayah di Sangatta mengakibatkan aliran sungai meluap di pemukiman warga. Hal itu terjadi sejak semalam hingga hari ini, Kamis (4/4/2019).

Berdasarkan pantauan media ini, volume air yang semakin meningkat mengakibatkan Gang Borneo Etam Jalan Pinang Dalam dan Gang Mawar Sangatta Utara digenangi banjir. Di Jalan Masabang Sangatta Selatan, diperkirakan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Banjir yang melanda dua kecamatan pada Rabu (3/4/2019) malam melumpuhkan aktivitas sebagian warga. Yang tak kalah berbahaya yakni muncul buaya di permukaan air. Hal itu dibuktikan dengan beberapa orang warga yang memotret kemunculan buaya dan mengunggahnya di media sosial.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) berupaya menanggulangi banjir yang merendam beberapa wilayah di Sangatta. Selain menyelamatkan warga, petugas BPBD juga memberikan pemahaman kepada warga agar tidak panik saat melihat buaya.

Sangatta Dilanda Banjir, Buaya Bermunculan
Warga menyelamatkan diri dengan peralatan seadanya. (BPBD for Akurasi.id)

Sekretaris BPBD Kutim, Ludi Firmansyah mengingatkan, warga diminta menghindari aktivitas di luar rumah selama banjir berlangsung. Warga juga disarankan tidak beraktivitas di lokasi-lokasi yang diduga ditempati buaya.

“[Harus ada] pengawasan untuk anak-anak agar tidak main air. Karena banyak bahaya yang mengancam. Selain [menimbulkan] penyakit, buaya [yang lapar] tiba-tiba muncul menerkam,” imbuhnya.

Ludi mengatakan, reptil tersebut memanfaatkan genangan banjir untuk menjelajahi area berbeda untuk mencari makan. Sewaktu-waktu, hewan itu dapat menerkam manusia. “Tapi mereka sangat mudah untuk menjauh. Selama Anda tidak berada di air atau berdiri di pinggiran, Anda pasti baik-baik saja,” sebutnya.

Kata dia, tim BPBD sudah berada di lapangan untuk meninjau lokasi yang terdampak banjir. Pihaknya menelusuri Jalan Poros Bontang-Sangatta KM 0 dan KM 01 Sangatta Selatan. “Dari pantauan kami, air diperkirakan setinggi 50 sentimeter,” ungkapnya.

Selain itu, tim penanggulangan bencana akan memantau ketinggian air sungai untuk memastikan penetapan tingkat kerawanan banjir. Pasalnya, wilayah-wilayah yang digenangi banjir termasuk daerah aliran sungai (DAS). “Kita terus pantau ketinggian airnya. Jika debit air bertambah, maka kita akan imbau warga untuk siaga satu,” ucapnya.

Koordinasi antar lokasi terus dilakukan untuk menyediakan segala aksi penanggulangan jika terjadi banjir yang lebih besar. “Teman-teman di lokasi terus siaga dan memantau lapangan untuk melakukan aksi-aksi yang diperlukan masyarakat,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (1 Review)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close