CorakHeadline

Sangkima Jungle Park, Surga Hutan Hujan Tropis yang Kian Bersolek Setelah Dibenahi PT Pertamina Sangatta

Sangkima Jungle Park
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Sangatta Field Manager PT Pertamina EP Asset 5 Hanif Setiawan diperlihatkan hewan beruang madu yang dipelihara di Sangkima Jungle Park. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Pelestarian ekosistem hutan bisa dilakukan dengan banyak cara. Dari mulai merawat hutan itu sendiri hingga menjadikannya sebagai bagian dari ekowisata. Membangun Sangkima Jungle Park seperti yang dilakukan Taman Nasional Kutai (TNK) bekerja sama dengan PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field adalah salah satunya.

Baik TNK dan PT Pertamina Sangatta memiliki pikiran senada memperkenalkan Sangkima Jungle Park tidak hanya sebagai tempat destinasi wisata alam, tetapi bagaimana masyarakat Kaltim menempatkan kawasan hutan itu sebagai laboratorium ilmu pengetahuan dalam melestarikan hutan dan lingkungan.

Baca Juga: Pendapatan Maskapai hingga Penyedia Jasa Transportasi Terancam “Anjlok” Sebagai Dampak Pengalihan 1.248 Penerbangan di Bandara APT Pranoto

Dalam beberapa waktu terakhir, diketahui terdapat sejumlah fasilitas yang diperbaharui PT Pertamina Sangatta di Sangkima Jungle Park. Antara lain, amfiteater, kantor pengelola, pagar ruang souvenir, gerbang utama, toilet dan landmark Sangkima Jungle Park.

Sangatta Field Manager PT Pertamina EP Asset 5 Hanif Setiawan menuturkan, pembangunan Main Gate Sangkima Jungle Park merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) di perusahaan tersebut. Pembaharuan fasilitas Sangkima Jungel Park sekaligus dalam rangka pelaksanaan kegiatan Kutai Wana Rally XIII 2019 di daerah itu, Sabtu (9/11/19).

Usai menyampaikan sambutan pada acara itu, Hanif berujar, dengan telah dibangunnya Main Gate Sangkima Jungel Park dapat menjadi ikon destinasi wisata baru bagi masyarakat Kutim, Bontang, dan daerah lainnya di Kaltim. Karena tempat itu dapat menjadi media edukasi baru sekaligus pariwisata. Serta sumber ekonomi bagi warga setempat.

“Sinergitas yang tinggi tentu kami harapkan. Kami yang bergerak di hulu migas bisa melaksanakan tugas kami tanpa melupakan kewajiban melestarikan alam dan lingkungan,” kata dia.

Dibenahinya Sangkima Jungle Park diharapkan semakin menarik minat wisawatan berkunjung ke kawasan itu. Selain itu, melalui kerja sama dengan Balai TNK itu semakin menumbuh suburkan kesadaran masyarakat pentingnya melestarikan alam dan menjaga lingkungan.

“Semoga dengan dibenahinya fasilitas dan kegiatan Kutai Wana Rally XIII 2019 di Sangkima Jungle Park ini, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” cakapnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi yang hadir pada acara itu, menyambut baik langkah PT Pertamina Sangatta yang berinisiatif membenahi fasilitas di Sangkima Jungle Park. Kehadiran kegiatan Kutai Wana Rally XIII 2019 dinilai sangat bagus untuk memperkenalkan tempat itu sekaligus menarik minat wisawatan lain di  Kaltim untuk bertandang ke Sangkima Jungle Park.

“Semua tanaman tumbuh subur di kawasan katulistiwa ini. Apapun yang ditanam di sini pasti akan tumbuh. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melestarikan hutan yang ada di TNK ini. Karena ini menjadi paru-paru dunia yang kita miliki,” ucapnya.

Orang nomor dua di lingkungan Pemprov Kaltim ini mengharapkan, keberadaan Jungle Park tidak hanya sekadar jadi destinasi wisata hutan atau alam. Tetapi bagaimana memanfaatkan kawasan itu menjadi ladang ilmu. Ketika kawasan itu dijaga dan dilestarikan, manfaatnya tidak hanya saat ini, tetapi untuk generasi Kaltim di masa mendatang.

“Ini bukan sekadar tempat berjalan-jalan di hutan. Tetapi bagaimana kita semua belajar dan mencari ilmu dari alam. Mari kita jaga dan lestarikan alam untuk masa depan generasi di masa mendatang,” serunya.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim Irawansyah juga menyambut baik langkah yang diambil PT Pertamina Sangatta memperbaharui fasilitas di Sangkima Jungle Park. Dia yakin, dengan telah dibenahinya tempat itu, akan ada banyak masyarakat di Kaltim yang berkunjung ke Sangkima Jungle Park.

“Masyarakat cukup antusias terhadap pelestarian hutan dan lingkungan kita. Sudah sangat jarang hutan yang masih terawat seperti TNK. Di Kutim sendiri masih ada dua kawasan hutan yang masih terawat, TNK dan Hutan Wehea. Dan itu adalah paru-paru dunia yang kita lestarikan,” ucapnya.

Surga Hutan Hujan Tropis di Indonesia

Sangkima Jungle Park
Sangkima Jangle Park menjadi destinasi wisata alam yang memiliki banyak flora dan fauna untuk dijadikan laboratorium keilmuan. (Istimewa)

Selayaknya seorang gadis yang sedang beranjak dewasa, Taman Nasional Kutai (TNK) selalu menarik perhatian. Hutannya yang basah acap menggoda. Sebagai hutan hujan tropis, TNK memang menjadi surga yang kaya akan flora dan fauna.

Di belantara hutan dengan luasan mencapai 198.629 hektare itu terbagi di Teluk Kaba, Prevab Mentoko, dan Sangkima. TNK terletak di 2 kabupaten dan 1 kota, yakni Kutim seluas 18,75 persen, Kutai Kartanegara (Kukar) 12,88 persen, dan Bontang 0,36 persen.

Merujuk data Balai TNK, hutan TNK memiliki berbagai tipe utama yakni vegetasi hutan pantau atau mangrove, hutan rawa air tawar, hutan kerangas, hutan genangan dataran rendah, hutan ulin, meranti, kapur, dan hutan dipterocarpaceae campuran.

Selain itu, TNK merupakan wakilan hutan ulin terluas di  Tanah Air. Di Sangkima Jungle Park misalnya, dapat dilihat pohon ulin yang memiliki tinggi bebas cabang 45 meter, diameter 225 centimeter (cm), atau keliling batang 760 cm dengan volumenya 150 meter persegi. Pohon itu tercatat sebagai pohon tertinggi dan terbesar di Indonesia.

Kepala Balai TNK Nur Patria Kurniawan menuturkan, kawasan Sangkima Jungle Park memiliki jalan setapak yang terbuat dari kayu ulin dengan panjang mencapai 8,2 kilometer. Menurutnya, keberadaan Sangkima Jungle Park hanya sedikit dari upaya pihaknya menjaga dan melestarikan TNK.

Dia sangat menyabut baik kerja sama perbaikan Sangkima Jungle Park yang dilakukan antara PT Pertamina Sangatta dengan Balai TNK. Dia menilai, dukungan dari korporate seperti PT Pertamina sangat dibutuhkan demi menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di TNK.

“Dengan telah dibangunnya sejumlah fasilitas di Sangkima Jungle Park, tentu ini akan menarik minat wisawatan berkunjung ke sini. Lewat destinasi ini, kami tentu dapat menyosialisasikan pentingnya sama-sama menjaga hutan dan alam yang kita miliki di TNK ini,” katanya.

Untuk diketahui, di TNK diketahui tumbuh subur berbagai pohon seperti Tanncang, Cemara Laut, Simpur, Meranti, Bwenuang, Kapur, Ulin, 3 jenis Reflesia dan berbagai jenis anggrek. TNK juga merupakan kawasan hutan hujan dataran rendah yang memiliki beragam flora yang mencapai 958 jenis.

Flora yang kian langka seperti tumbuhan Gaharu, Kantong Semar dan Anggrek hutan, diketahui juga hidup di TNK. Selain itu, sekitar 80 persen dari seluruh jenis burung di Tanah Borneo, serta lebih 80 jenis mamalia Borneo termaksud Orangutan (Pongopygmaeus) hidup di TNK.

Di kawasan TNK juga terdapat Beruang Madu, Bangau Tong-Tong, Elang laut perut putih, Pergama Raja atau Hijau, Ayam Hutan, Beo atau Tiong Emas dan Pecut Ular Asia. Rencananya, seperti Sangkima Jungle Park akan dikembangkan seperti pembangunan canopy walk, perbaikan fasilitas wisata, pembuatan jalur wisata baru, penyusunan dokumen desain tapak pariwisata, penyusunan paket wisata. (*)

Penulis: Dirhanuddin

5/5 (2 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close