Isu Terkini

Sejumlah Guru dari Tanah Gerogot Dimutasi Sepihak, Pilih Mengadu ke DPRD Kaltim

Sejumlah Guru dari Tanah Gerogot Dimutasi Sepihak, Pilih Mengadu ke DPRD Kaltim
Para guru SMA Negeri 1 Tanah Grogot, Paser mengadukan nasib mereka yang tiba-tiba dimutasi. (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – DPRD Kaltim di Karang Paci, kedatangan sejumlah guru SMA Negeri 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, pada  Senin 28 September 2020. Kedatangan mereka pun disambut oleh Ketua Fraksi PKB, Syafruddin di ruangan Fraksi PKB lantai 1 Gedung D DPRD Provinsi Kaltim. Diskusi pun dilakukan hinga akhirnya mereka diarahkan bertemu dengan Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub.

Baca juga: Riza Indra Riadi Jabat PJS Wali Kota Bontang, 3 Program Menjadi Prioritas

Kedatangan guru-guru tersebut dalam rangka mengadukan nasib mereka karena dimutasi tanpa sebab oleh Dinas Pendidikan (Disdik). Perwakilan rombongan guru, Erwinsyah mengatakan sebelumnya mereka merupakan guru SMA Negeri Tanah Grogot dan sekarang menjadi guru di SMAN 1 Batu Ngau. Beberapa waktu lalu mereka dimutasi oleh pihak Dinas pendidikan Provinsi karena yang menaungi SMA, ketika pihaknya menerima SK mutasi, pihaknya tidak melihat alasan untuk dimutasi.

“Tapi sebagai ASN kami menerima hal itu tetapi situasi yang berkembang ialah adanya ketidaknyamanan, dari rumor yang beredar yang dihadapi oleh teman-teman kami, istilah negatif rumor tersebut baik di tempat yang lama maupun yang baru. Kemudian kami berinisiatif ingin mutasi ke daerah Kabupaten Paser jadi yang semula bernaung di provinsi kami ingin mutasi ke daerah kembali ke Kabupaten Paser,” keluh Erwinsyah saat ditemui di Lantai 1 Gedung D Karang Paci.

Saat mekakukan konsultasi terkait mutasi ke daerah (Dinas Pendidikan Kabupaten Paser) pihaknya tidak menemui kendala malah diterima dengan baik.

“Ketika proses mutasi itu di Paser, kami alhamdulillah diterima dengan baik tetapi dari pihak provinsi itu tidak mau melepas, sedikit mempersulit kamilah. Kami mencoba menghadap ke kepala sekolah kami, kepala sekolah kami melempar ke dinas provinsi, ketika kami menghadap dinas provinsi tapi melempar ke sekolah kami lagi, akhirnya kami semacam dipimpong seperti itu,” imbuhnya.

Baca Juga  Pemkot-DPRD Bontang Bersinergi Sahkan 9 Raperda Selama Setahun

Akhirnya pihaknya mengadukan nasib mereka di DPRD provinsi dan berharap bisa membantu nasib mereka yang saat ini kebingungan harus mengadu kemana.

“Kami sederhana saja, kami hanya minta kembali ke kabupaten/kota dan tak lagi di bawah naungan provinsi. Kami ingin bekerja lebih nyaman tanpa ada embel-embel masa lalu,” ungkapnya.

Masalah mutasi yang tidak disertai dengan alasan tersebut membuat Erwinsyah Dkk mengansumsi terkait kejadian saat siswa SMAN 1 Tanah Grogot melakukan aksi demonstrasi, menuntut agar mereka diberikan fasiltas yang layak oleh sekolah. Buntut dari aksi tersebut membuat pihaknya tertuduh yakni menjadi dalang yang menggerakan siswa untuk demonstrasi.

“Kalau alasan penyegaran gak masuk akal karena satu-satu nya guru disitu. Pada bulan januari 2020 terjadi Demonstrasi yang dilakukan oleh siswa kepada kepala sekolah, terkait macam-macam lah, fasilitas sekolah, terus pendanaan sekolah (pendanaan ekstrakulikuler) artinya siswa itu merasa mereka tidak difasilitasi, buah dari itu kami ini “tertuduh” dalang dari kejadian itu tapi tidak ada satu buktipun bahwa kami terlibat. Kalau mislanya kami salah ya ditegur donk,” pungkasnya.

Sementara Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim, Syafruddin mengatakan mereka berkeinginan pindah dari pegawai provinsi dan beralih menjadi pegawai daerah dan ingin mengajar di SMP di Kabupaten Paser.

“Saya sangat mengapresiasi kedatangan teman-teman guru dari kabupaten paser yang dipindahkan secara sewenang-wenang. Oleh karena itu saya minta kepada kepala dinas pendidikan provinsi untuk tidak mempersulit proses pemindahan ini dan saya juga meminta kepada teman-teman BKD agar berkasnya diproses sesuai aturan main dan tidak dipersulit,” pungkas Syafruddin. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks