HeadlineIsu Terkini

Sekda Irawansyah dan 4 Pejabat di Kutim Diperiksa KPK selama 13 Jam, Total 10 Kantor Digerebek, Ada Uang Ikut Diamankan

Sekda Irawansyah dan 4 Pejabat di Kutim Diperiksa KPK selama 13 Jam
Tim penyidik KPK saat turun ke sejumlah dinas di Pemerintah Kutim untuk melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Ismunandar. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Bupati Kutim Ismunandar. Apalagi dalam perkara itu, ada nama Encek UR Firgasih selaku ketua DPRD Kutim yang juga istri dari Ismunandar yang turut ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Kamis (2/7/20) lalu. Sekda Irawansyah dan 4 Pejabat di Kutim Diperiksa KPK selama 13 Jam, Total 10 Kantor Digerebek, Ada Uang Ikut Diamankan.

baca juga: Dari OTT Bupati Ismunandar, KPK Obok-Obok 7 Dinas dan 14 Ruang Kerja, Bawa Pulang 10 Koper Dokumen

Tidak hanya, sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim pun ikut terjaring OTT. Seperti Kepala Bapenda Kutim Musyaffa, Kepala Dinas PU Kutim Aswandini Eka Tirta, dan Kepala BPKAD Kutim Suriansyah.

Upaya pendalaman kasus tidak berhenti hanya pada penetapan 7 orang tersangka, tetapi juga berlanjut dengan pengeledahan sejumlah dinas dan ruang kerja para pejabat yang terindikasi berkaitan dengan kasus tindak pidana korupsi yang menyeret Bupati Ismunandar, Rabu (8/7/20) kemarin.

Satu di antara pejabat di teras Pemkab Kutim yang diperiksa KPK saat mengobok-obok sejumlah kantor dinas Rabu kemarin, yakni Sekertaris Kabupaten (Sekkab) atau Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Irawansyah. Irawansyah dimintai keterangan oleh penyidik KPK hingga malam hari, yakni sampai pukul 22.00 Wita. Ini berlangsung di sebuah ruangan di kantor bupati Kutim, Rabu, (8/7/20).

Usai dimintai keterangan oleh tim penyedik KPK, Irawansyah pun turun dari lantai dua kantor bupati Kutim yang berada di Pusat Perkantoran Pemerintah Kutim kawasan Bukit Pelangi Sangatta. Namun dia tidak memberikan keterangan.

“Mohon maaf ya, nanti saja kita tunggu,” ujarnya singkat sembari berlalu dari awak media yang telah menunggunya sejak pagi hari di kantor Pemkab Kutim. Irawansyah meninggalkan halaman kantor bupati Kutim menggunakan kendaraan dinas dengan nomor polisi KT 1726.

Selain Sekda Kutim Irawansyah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim Roma Malau, dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim Jamiatul Daik, juga turut dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Mereka yang terlebih dahulu berlalu dari halaman kantor bupati Kutim juga sama, tidak memberikan penjelasan.

Tak hanya itu, Asisten Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim Suko Buwono juga menjalani hal yang sama. Dia juga berlalu meninggalkan tempat tersebut tanpa keterangan dengan kendaraan dinasnya. Mereka semua enggan memberikan komentar apapun kepada awak media.

Sedangkan di Sekretariat DPRD Kutim, tim penyidik KPK meminta keterangan Sekretaris Dewan (Sekwan) Iksanuddin Syerpy didampingi Kepala Bagian (Kabag) Kabag Keuangan. Mereka menjalani proses pemeriksaan tersebut hingga pukul 21.00 Wita.

Dalam rilis yang dikeluarkan KPK ada 10 lokasi yang digeledah KPK di Pusat Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta. Beberapa titik yang di maksud ialah:

  1. Kantor Bupati Kutim
  2. Kantor Bapeda Kutim
  3. Kantor Pekerjaan Umum Kutim
  4. Kantor BPKAD Kutim
  5. Rumah Jabatan Bupati Kutim
  6. Kantor DPRD Kutai Timur Kutim
  7. Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kutim
  8. Kantor Bapenda Kabupaten Kutim
  9. Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kutim
  10. Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kutim

Dari beberapa lokasi tersebut, Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan dan melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen penting yang dianggap berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Bupati Ismunandar, setelah sebelumnya memperoleh surat izin dari Dewan Pengawas KPK.

“Beberapa barang yang diperoleh dalam kegiatan tersebut berupa dokumen proyek, sejumlah uang dan catatan penerimaan uang, jumlah uang masih akan dihitung dan dikonfirmasi lebih dahulu kepada para saksi-saksi,” ungkap Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri melalui rilisnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close