HeadlineIsu Terkini

Seolah Cuek dengan Penetapan Tarif Tol Balsam, Isran: Orang yang Mampu Silahkan Lewat Tol

Traif Tol Rp1.200 per Kilometer Dianggap Hal Wajar, Sarankan Warga Tidak Mampu Gunakan Jalan Akteri

Penetapan tarif tol balsam
Gubernur Kaltim Isran Noor saat diwawancarai awak media terkait kebijakan tarif Jalan Tol Balsam. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Gubernur Kaltim Isran Noor angkat bicara terkait penetapan harga tarif Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Sebagaimana diketahui, tarif Jalan Tol Balsam sesuai yang diatur lewat Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 534/KPTS/M/2020, menetapkan harga tarif tol yang dipatok Rp1.200 per kilometer.

Baca juga :Tergiur Jual Beli Handphone Murah, Tukang Gali Parit Jadi Korban Penipuan hingga Merugi Rp18 Juta

Besarnya nilai tarif itu sendiri, mendapatkan banyak pro dan kontra di masyarakat, bahkan sempat mendapatkan penolakan dari beberapa anggota DPRD Provinsi Kaltim. Selain itu, besaran tarif itu juga ikut disuarakan anggota Komisi V DPR RI Irwan saat rapat bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono belum lama ini.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Kaltim, Syafruddin bahkan menyebut, bahwa penetapan tarif Jalan Tol Balsam dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan pemerintah daerah maupun DPRD Kaltim.

“Sikap kami jelas, dalam waktu dekat ini sudah saya sampaikan ke pimpinan DPRD Kaltim untuk segera bersurat ke Kementerian PUPR,” katanya pada Selasa (16/6/20).

Menanggapi ramainya penolakan tersebut, Gubernur Kaltim Isran Noor, memberikan beberapa statement kepada awak media saat menghadiri pembukaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Balai Rehabilitasi Narkotika Kaltim.

“(Tarifnya) normal itu, Rp1.500 per kilometer pun normal kalau nanti yang dibangun yang akan datang, sesuai dengan nilai investasinya,” tutur Isran pada Jumat pagi (26/6/20).

Isran lanjut menyampaikan, bahwa banyak jalan tol di Indonesia, ditetapkan tarifnya menyesuaikan dengan jumlah panjang dan juga waktu pembuatan jalan tol tersebut. Sehingga ia menyebut bahwa penetapan jalan tol tersebut masih terhitung wajar.

“Wajarlah tarifnya segitu, apa yang enggak wajarnya sekarang,” ujarnya. “Jalan yang biasa diperbaiki itu diaspal. Kan bagi warga yang tidak memiliki kemampuan bisa lewat jalan akteri,” sambungnya.

Justru ia sempat guyon jika dirinya lebih sering menggunakan arteri ketimbang tol. Ia mengharapkan para awak media lebih baik menggunakan jalan tol.

“Orang-orang yang mampu seperti kalian ini (wartawan) jalan lah lewat tol. Kalau saya kan jalan akteri biasa aja, kalau kalian lewat tol karena fulusnya (kalian) banyak,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close