Corak

Siaga Musim Pancaroba, Pemkab Kutim Geber Fogging Cegah DBD

Pancaroba
Sepanjang Jalan Masabang, Sangatta Selatan dilakukan pencegahan penyakit DBD dengan di fogging. (Hartati/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tampaknya mengambil langkah antisipasi dini menjelang pergantian musim. Musim pancaroba acap membawa banyak dampak, salah satunya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Di antara upaya pencegahan itu yakni dengan mulai menggeber berbagai kegiatan fogging di sejumlah lokasi di Sangatta. Salah satu yang disasar dalam kegiatan penyemprotan itu adalah daerah Masabang, Sangatta Selatan.

Baca Juga: Sah! APBD Kutim 2020 Sebesar Rp 3,495 Triliun

Kegiatan penyemprotan insektisida yang melibatkan beberapa komunitas di Sangatta itu, langsung dipimpin oleh Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang.

“Hari ini dilakukan fogging pada beberapa lokasi yang rawan DBD di Desa Masabang. Di musim pancaroba ini antisipasi pencegahan penyebaran DBD juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat serta beberapa komunitas yang ikut,” kata Kasmidi, Minggu (1/12/19)

Pemberantasan penyakit DBD harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

Mencegah terjadinya DBD, menurut dia, membutuhkan dukungan dari masyarakat melalui program 3M Plus (menutup wadah penampungan air, mengubur atau membakar barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan menguras atau mengganti air di penampungan air).

“Juga, bisa dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk menggunakan obat nyamuk oles, menggunakan kelambu saat tidur, dan menaburkan bubuk larvasida,” ujar Kasmidi.

Dikatakan politikus Partai Golkar tersebut, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam penanggulangan kasus demam berdarah, semaksimal mungkin pemerintah akan berupaya melakukan pengendalian penyebaran DBD dengan cara fogging.

MAHYUNADI

“Fogging juga tidak akan efektif jika masyarakat tidak melaksanakan 3M Plus,” katanya.

Kasmidi berharap, ke depannya tidak ada lagi korban DBD. Kasus DBD yang acap menghantui masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin. Jika perlu, Kutim dapat menjadi daerah dengan zero kasus demam berdarah.

“Berharap dengan antisipasi yang cepat melalui fogging ini, ke depannya tak ada lagi yang terkena penyakit DBD atau demam sendi karena semuanya disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti,” tutupnya. (*)

Penulis: Hartati
Editor: Yusuf Arafah

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close